Menu

Mode Gelap
Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue Patriotisme Bukan Seremoni: Menjaga Indonesia 81 Tahun dengan Konstitusi, Hukum, dan Persatuan Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda Semangat HUT Ke-81 RI, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim HUT RI ke-81, KAI Commuter Bagikan Kopi dan Roti Gratis di Stasiun BNI City dan Juanda Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe

RAGAM

Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda

badge-check


 Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Perayaan Hari Didong 2026 berlangsung meriah di halaman Musara Gayo Jabodetabek, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi masyarakat Gayo sekaligus memperkuat komitmen pelestarian Didong sebagai warisan budaya Gayo.

Perayaan diawali laporan panitia yang disampaikan M. Aris, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Musara Gayo Jabodetabek, Almujaini Abdul Karim.

Salah satu rangkaian penting dalam kegiatan tersebut adalah pemaparan sejarah lahirnya Hari Didong oleh dr. Eddi Juanidi, SpOG, SH, MKes. Eddi merupakan penanggung jawab sekaligus inisiator Seminar Didong yang digelar di Hotel Parkside Takengon pada 5 Agustus 2023.

Menurut Eddi, Hari Didong disepakati dan dideklarasikan dalam seminar yang dihadiri sekitar 200 peserta dari Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Peserta terdiri atas seniman Didong, akademisi, tokoh adat dan budaya, jurnalis, serta unsur pemerintah daerah.

Seminar tersebut juga dihadiri Pj Bupati Bener Meriah Haili Yoga, Pj Bupati Gayo Lues Alhudri, serta Pj Bupati Aceh Tengah Teuku Mirzuan yang diwakili Ir. Khaidir.

“Seminar itulah yang menyepakati dan mendeklarasikan 5 Agustus sebagai Hari Didong,” ujar Eddi saat menyampaikan kembali sejarah tersebut.

Perwakilan Korea Selatan Ikut Berdidong

Perayaan tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran Silvia Kim, perwakilan dari Korea Selatan. Silvia tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi turut berdidong bersama Grup Rembune dan Peteri Pukes dengan Ceh Ibu Hidayah dari Takengon.

Keterlibatan Silvia menciptakan suasana akrab dan menunjukkan bahwa seni tradisi Gayo memiliki ruang untuk diperkenalkan dan diapresiasi lintas negara.

Puncak acara ditandai pertunjukan Didong Jalu antara Grup Meri Musara Aceh Tengah dan Pegayon Jakarta.

Meri Musara diperkuat Ceh Iwan Rama Bintang dan Azzam Musara, sementara Pegayon tampil bersama Ceh Ikhsan Yoga, Rahmaddan Burak dan sejumlah personel lainnya.

Pertunjukan tersebut kembali memperlihatkan kekayaan ekspresi seni Gayo melalui syair, tepukan tangan, gerak dan respons antarkelompok yang menjadi ciri khas Didong Jalu.

Selain Didong, perayaan juga diisi pembacaan puisi oleh penyair senior LK Ara dan penyair Salman Yoga yang hadir mewakili Delegasi Rimba Raya.

Dalam kesempatan itu, LK Ara menyerahkan piagam penghargaan kepada maestro Didong Udin Musara. Maestro yang dikenal sebagai Ceh Musara Bintang tersebut kini berusia sekitar 81 tahun.

Udin Musara kemudian turut mendendangkan satu syair Didong yang membuat suasana perayaan semakin menyentuh.

Saman dari Jakarta hingga Korea Selatan

Penampilan Saman dari Duta Saman Institute turut menyemarakkan acara. Kelompok tersebut diketahui baru kembali dari Busan, Korea Selatan, setelah mengikuti kegiatan seni dan budaya di negeri tersebut.

Kehadiran para pelaku seni dari berbagai latar belakang memperlihatkan bahwa perayaan Hari Didong tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi wadah pertemuan dan regenerasi kebudayaan Gayo.

Diusulkan Ditetapkan melalui Perda

Di tengah perayaan, Ketua Musara Gayo Jabodetabek Almujaini Abdul Karim menyampaikan gagasan agar Hari Didong memiliki landasan hukum yang lebih kuat melalui peraturan daerah.

Ia berharap Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues dapat menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang menetapkan Hari Didong sekaligus mendorong perayaannya secara rutin setiap tahun.

“Kita harapkan ketiga daerah menerbitkan masing-masing Perda untuk penetapan Hari Didong dan dirayakan tiap tahun dalam rangka menyelamatkan dan melindungi warisan budaya,” kata Almujaini.

Menurutnya, legalitas melalui Perda diperlukan agar Hari Didong tidak berhenti sebagai sebuah deklarasi, tetapi menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Gayo.

Usulan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perayaan Hari Didong 2026. Tiga daerah yang memiliki akar kuat dalam tradisi Didong, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues, diharapkan dapat mengambil langkah bersama untuk memastikan keberlanjutan perayaan sekaligus pelestarian seni Didong.

Perayaan Hari Didong 2026 di Jakarta berlangsung semarak dan dihadiri masyarakat Gayo dalam jumlah besar. Selain pertunjukan seni, kegiatan juga diramaikan bazar UMKM yang menghadirkan beragam makanan khas Tanah Gayo.*** (Jasa)

Baca Lainnya

Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue

17 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Patriotisme Bukan Seremoni: Menjaga Indonesia 81 Tahun dengan Konstitusi, Hukum, dan Persatuan

17 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Semangat HUT Ke-81 RI, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim

17 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Trending di RAGAM