Menu ✖

Mode Gelap
KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

RAGAM

Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda

badge-check


 Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Perayaan Hari Didong 2026 berlangsung meriah di halaman Musara Gayo Jabodetabek, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi masyarakat Gayo sekaligus memperkuat komitmen pelestarian Didong sebagai warisan budaya Gayo.

Perayaan diawali laporan panitia yang disampaikan M. Aris, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Musara Gayo Jabodetabek, Almujaini Abdul Karim.

Salah satu rangkaian penting dalam kegiatan tersebut adalah pemaparan sejarah lahirnya Hari Didong oleh dr. Eddi Juanidi, SpOG, SH, MKes. Eddi merupakan penanggung jawab sekaligus inisiator Seminar Didong yang digelar di Hotel Parkside Takengon pada 5 Agustus 2023.

Menurut Eddi, Hari Didong disepakati dan dideklarasikan dalam seminar yang dihadiri sekitar 200 peserta dari Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Peserta terdiri atas seniman Didong, akademisi, tokoh adat dan budaya, jurnalis, serta unsur pemerintah daerah.

Seminar tersebut juga dihadiri Pj Bupati Bener Meriah Haili Yoga, Pj Bupati Gayo Lues Alhudri, serta Pj Bupati Aceh Tengah Teuku Mirzuan yang diwakili Ir. Khaidir.

“Seminar itulah yang menyepakati dan mendeklarasikan 5 Agustus sebagai Hari Didong,” ujar Eddi saat menyampaikan kembali sejarah tersebut.

Perwakilan Korea Selatan Ikut Berdidong

Perayaan tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran Silvia Kim, perwakilan dari Korea Selatan. Silvia tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi turut berdidong bersama Grup Rembune dan Peteri Pukes dengan Ceh Ibu Hidayah dari Takengon.

Keterlibatan Silvia menciptakan suasana akrab dan menunjukkan bahwa seni tradisi Gayo memiliki ruang untuk diperkenalkan dan diapresiasi lintas negara.

Puncak acara ditandai pertunjukan Didong Jalu antara Grup Meri Musara Aceh Tengah dan Pegayon Jakarta.

Meri Musara diperkuat Ceh Iwan Rama Bintang dan Azzam Musara, sementara Pegayon tampil bersama Ceh Ikhsan Yoga, Rahmaddan Burak dan sejumlah personel lainnya.

Pertunjukan tersebut kembali memperlihatkan kekayaan ekspresi seni Gayo melalui syair, tepukan tangan, gerak dan respons antarkelompok yang menjadi ciri khas Didong Jalu.

Selain Didong, perayaan juga diisi pembacaan puisi oleh penyair senior LK Ara dan penyair Salman Yoga yang hadir mewakili Delegasi Rimba Raya.

Dalam kesempatan itu, LK Ara menyerahkan piagam penghargaan kepada maestro Didong Udin Musara. Maestro yang dikenal sebagai Ceh Musara Bintang tersebut kini berusia sekitar 81 tahun.

Udin Musara kemudian turut mendendangkan satu syair Didong yang membuat suasana perayaan semakin menyentuh.

Saman dari Jakarta hingga Korea Selatan

Penampilan Saman dari Duta Saman Institute turut menyemarakkan acara. Kelompok tersebut diketahui baru kembali dari Busan, Korea Selatan, setelah mengikuti kegiatan seni dan budaya di negeri tersebut.

Kehadiran para pelaku seni dari berbagai latar belakang memperlihatkan bahwa perayaan Hari Didong tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi wadah pertemuan dan regenerasi kebudayaan Gayo.

Diusulkan Ditetapkan melalui Perda

Di tengah perayaan, Ketua Musara Gayo Jabodetabek Almujaini Abdul Karim menyampaikan gagasan agar Hari Didong memiliki landasan hukum yang lebih kuat melalui peraturan daerah.

Ia berharap Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues dapat menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang menetapkan Hari Didong sekaligus mendorong perayaannya secara rutin setiap tahun.

“Kita harapkan ketiga daerah menerbitkan masing-masing Perda untuk penetapan Hari Didong dan dirayakan tiap tahun dalam rangka menyelamatkan dan melindungi warisan budaya,” kata Almujaini.

Menurutnya, legalitas melalui Perda diperlukan agar Hari Didong tidak berhenti sebagai sebuah deklarasi, tetapi menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Gayo.

Usulan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perayaan Hari Didong 2026. Tiga daerah yang memiliki akar kuat dalam tradisi Didong, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues, diharapkan dapat mengambil langkah bersama untuk memastikan keberlanjutan perayaan sekaligus pelestarian seni Didong.

Perayaan Hari Didong 2026 di Jakarta berlangsung semarak dan dihadiri masyarakat Gayo dalam jumlah besar. Selain pertunjukan seni, kegiatan juga diramaikan bazar UMKM yang menghadirkan beragam makanan khas Tanah Gayo.*** (Jasa)

Baca Lainnya

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

1 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong

1 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

1 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Trending di NASIONAL