Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan kereta api jarak jauh di lintas utara Pulau Jawa melalui KA Dharmawangsa relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi pulang pergi (PP).
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Dharmawangsa melayani 180.784 pelanggan, meningkat 5,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 170.760 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KA Dharmawangsa menjadi salah satu pilihan utama masyarakat yang melakukan perjalanan antara Jakarta dan Surabaya melalui jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.
“KA Dharmawangsa memberikan pilihan perjalanan yang nyaman di lintas utara Jawa. Layanan ini menghubungkan banyak daerah penting dan mendukung mobilitas pelanggan untuk perjalanan keluarga, pekerjaan, pendidikan, maupun wisata,” ujar Anne dalam keterangannya pada Ahad (14/6/2026).
KA Dharmawangsa melayani pelanggan dengan dua kelas layanan, yakni Eksekutif dan Ekonomi New Generation Modifikasi. Pada kelas Eksekutif, setiap kereta memiliki 50 tempat duduk dengan konfigurasi 2-2 searah perjalanan, dilengkapi kursi yang dapat direbahkan dan diputar, sandaran tangan yang dapat disesuaikan, serta pijakan kaki.
Sementara itu, kelas Ekonomi menggunakan rangkaian Ekonomi New Generation Modifikasi hasil pengembangan Balai Yasa Manggarai. Setiap kereta terdiri atas 72 kursi model captain seat dengan konfigurasi 2-2 searah perjalanan, dilengkapi sandaran yang dapat direbahkan, sandaran tangan, pendingin udara sentral, serta ruang kabin yang lebih nyaman dibandingkan generasi sebelumnya.
“Ekonomi New Generation Modifikasi merupakan bagian dari peningkatan layanan KAI agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Rangkaian ini merupakan hasil pengembangan internal melalui Balai Yasa Manggarai,” kata Anne.
Dalam perjalanannya dari Surabaya Pasarturi menuju Pasar Senen, KA Dharmawangsa berhenti di sejumlah stasiun, antara lain Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, Ngrombo, Semarang Poncol, Weleri, Pekalongan, Tegal, Brebes, Tanjung, Babakan, Cirebon Prujakan, Haurgeulis, Pegaden Baru, Bekasi, Jatinegara, hingga Pasar Senen.
Dari sejumlah stasiun yang dilayani, Stasiun Pegaden Baru di Kabupaten Subang memiliki peran strategis sebagai akses utama perjalanan kereta api jarak jauh bagi masyarakat setempat.
Kabupaten Subang yang memiliki luas wilayah sekitar 2.051,76 kilometer persegi dan jumlah penduduk 1,67 juta jiwa memanfaatkan Stasiun Pegaden Baru sebagai pintu gerbang menuju berbagai kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, hingga Surabaya.
Menurut KAI, aktivitas penumpang di Stasiun Pegaden Baru menunjukkan tren positif. Pada periode Januari–Mei 2026, jumlah pelanggan yang naik dari stasiun tersebut mencapai 26.369 pelanggan, meningkat 9,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 24.169 pelanggan.
Sementara itu, jumlah pelanggan yang turun mencapai 26.616 pelanggan, naik 10,66 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang tercatat 24.053 pelanggan.
Secara keseluruhan, total aktivitas naik dan turun pelanggan di Stasiun Pegaden Baru mencapai 52.985 pelanggan selama lima bulan pertama tahun ini, atau meningkat 9,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 48.222 pelanggan.
“Pegaden Baru menjadi akses penting bagi masyarakat Subang. Pertumbuhan pelanggan naik dan turun memperlihatkan bahwa layanan kereta api semakin relevan untuk mobilitas warga, terutama perjalanan jarak jauh yang lebih efisien, terjadwal, dan terhubung dengan banyak kota,” ujar Anne.
Selain melayani kebutuhan perjalanan masyarakat, keberadaan Stasiun Pegaden Baru juga mendukung sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Dari stasiun tersebut, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi di Subang, seperti kawasan wisata air panas Ciater, perkebunan teh, agrowisata, wisata pegunungan, hingga kawasan pesisir Pantura dan Patimban.
KAI menilai kehadiran KA Dharmawangsa tidak hanya memperluas pilihan transportasi bagi wisatawan menuju Subang, tetapi juga memudahkan warga setempat menjangkau pusat-pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di berbagai kota besar di Jawa.
Untuk perjalanan dari Surabaya Pasarturi menuju Pasar Senen, KA Dharmawangsa berangkat pukul 23.00 WIB dan tiba di Jakarta pukul 09.20 WIB. Kereta ini singgah di Stasiun Pegaden Baru pada pukul 07.37 WIB dan kembali berangkat pukul 07.39 WIB.
“Melalui Stasiun Pegaden Baru, KA Dharmawangsa memberi akses langsung bagi masyarakat Subang menuju Jakarta, Cirebon, Semarang, hingga Surabaya tanpa harus berangkat dari kota lain. Konektivitas ini membuka ruang yang lebih luas bagi warga untuk menjangkau pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, dan kegiatan ekonomi. KAI ingin kehadiran kereta api membuat jarak antardaerah semakin mudah ditempuh,” tutup Anne.(fahmi)































