Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Services menyatakan telah mengurangi sekitar 7 ton sampah plastik dari operasional kereta api sepanjang 2025 melalui penggantian alat makan plastik sekali pakai dengan wooden cutlery atau peralatan makan berbahan kayu.
Manager Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita mengatakan langkah itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjalankan operasional yang lebih ramah lingkungan serta mendukung agenda pemerintah dalam pengurangan limbah.

“Melalui berbagai langkah yang kami lakukan, KAI Services berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan pelanggan, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” kata Nyoman dalam keterangan resmi, Rabu, 15 April 2026.
Menurut dia, sepanjang tahun lalu perusahaan mengganti lebih dari 2,2 juta alat makan plastik dengan peralatan berbahan kayu pada layanan makanan Kuliner Kereta.
Selain itu, KAI Services juga menerapkan sistem Electronic Billing atau E-Bill untuk mendorong digitalisasi transaksi. Hingga 2025, perusahaan mencatat 8,2 juta transaksi digital yang diklaim setara dengan penghematan sekitar 41 ribu gulung kertas thermal per tahun.
Nyoman menilai penggunaan sistem digital tersebut tak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menekan limbah kimia dari kertas thermal yang sulit didaur ulang.
Ke depan, KAI Services menyatakan akan melanjutkan inovasi berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung ekosistem transportasi yang lebih hijau di Indonesia. Perusahaan juga mengajak pelanggan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama perjalanan kereta api.(fahmi)































