Menu

Mode Gelap
Tindak Lanjut Kerja Sama Potensi Daerah dan Layanan Publik, Bupati OKI Kunjungi Bupati Bandung Reservasi Resmi Dibuka, The Langham, Custom House Bangkok Siap Sambut Tamu Mulai Desember KAI Raih Indeks Kepuasan Pelanggan 4,53, Suara Pelanggan Jadi Dasar Perbaikan Layanan Stasiun Citeras Layani 115 Perjalanan KRL per Hari, Pengguna Terus Meningkat Avtur Turun, Kemenhub Sesuaikan Besaran Maksimal Fuel Surcharge 30% Mobilitas Perkotaan Penopang Visi Indonesia Emas 2045

PERON

KAI Tambah 11 Gardu Traksi untuk Dukung Peningkatan Layanan Commuter Line Rangkasbitung

badge-check


 KAI Tambah 11 Gardu Traksi untuk Dukung Peningkatan Layanan Commuter Line Rangkasbitung Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiapkan penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung guna mengakomodasi pertumbuhan jumlah pengguna Commuter Line yang terus meningkat.

Lintas Tanah Abang–Rangkasbitung menjadi salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan permukiman di wilayah barat Jabodetabek dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan layanan publik di Jakarta dan sekitarnya.

Data KAI menunjukkan jumlah pengguna Commuter Line Rangkasbitung terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 43,31 juta orang. Angka tersebut naik menjadi 62,08 juta pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 69,99 juta pelanggan pada 2024 dan meningkat lagi menjadi 77,55 juta pelanggan pada 2025. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 33,39 juta orang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan peningkatan jumlah pelanggan berdampak pada tingginya tingkat kepadatan perjalanan, khususnya pada jam sibuk.

“Permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Rangkasbitung terus meningkat. Karena itu, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai langkah peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan,” ujar Bobby.

Saat ini, tingkat okupansi puncak Commuter Line Rangkasbitung mencapai sekitar 161 persen, tertinggi dibandingkan lintas Commuter Line lainnya. Sebagai perbandingan, okupansi puncak lintas Bogor berada di kisaran 130 persen, sedangkan lintas Bekasi/Cikarang sekitar 140 persen.

Menurut Bobby, tingginya kepadatan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas sarana dan infrastruktur yang tersedia di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan, KAI dan DJKA akan memperkuat sistem Listrik Aliran Atas (LAA). Saat ini daya listrik pada lintas tersebut masih berada pada level 3.000 volt, lebih rendah dibandingkan lintas Bogor dan Bekasi yang telah menggunakan daya 4.000 volt.

Kondisi tersebut membuat rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta belum dapat dioperasikan secara optimal sehingga kapasitas angkut masih mengandalkan rangkaian 8 dan 10 kereta.

Sebagai bagian dari penguatan sistem kelistrikan, KAI akan menambah 11 gardu traksi di sepanjang lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Penambahan ini diharapkan dapat mendukung operasional rangkaian 12 kereta dan meningkatkan kapasitas angkut penumpang pada setiap perjalanan.

Selain penguatan pasokan listrik, KAI bersama DJKA juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan. Saat ini sebagian lintas Rangkasbitung masih menggunakan sistem blok tertutup yang membatasi jumlah perjalanan kereta dalam satu lintas operasi.

Akibatnya, jarak waktu antarperjalanan atau headway kereta masih berada pada kisaran 10 menit. Sementara itu, lintas Bogor dan Bekasi telah mampu melayani perjalanan dengan headway sekitar 3 hingga 4 menit.

Melalui modernisasi persinyalan, kapasitas lintas diharapkan meningkat sehingga frekuensi perjalanan dapat ditambah dan waktu tunggu pelanggan menjadi lebih singkat.

“Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana, daya listrik, hingga sistem persinyalan. Dengan langkah tersebut, kapasitas angkut dapat bertambah dan masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik,” kata Bobby.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan kapasitas Rangkasbitung Line merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

“Kolaborasi antara KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menjadi fondasi penting dalam pengembangan layanan Commuter Line Rangkasbitung. Melalui penguatan infrastruktur dan sistem operasi yang dilakukan secara bertahap, kapasitas layanan dapat terus ditingkatkan sehingga masyarakat memperoleh perjalanan yang semakin nyaman, aman, dan andal di masa mendatang,” ujar Anne.

KAI menilai penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung akan menjadi investasi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan kawasan serta meningkatkan kualitas layanan transportasi massal bagi masyarakat di wilayah barat Jabodetabek.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Raih Indeks Kepuasan Pelanggan 4,53, Suara Pelanggan Jadi Dasar Perbaikan Layanan

5 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Stasiun Citeras Layani 115 Perjalanan KRL per Hari, Pengguna Terus Meningkat

5 Agustus 2026 - 14:55 WIB

KAI Terapkan Standar ISO 27001 untuk Lindungi Data Jutaan Pelanggan Digital

5 Agustus 2026 - 05:25 WIB

KAI Angkut 374.098 Ton Komoditas Perkebunan hingga Juli 2026, Tumbuh 18 Persen

5 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Dirjen Intram: RUU Sistranas Perkuat Integrasi Transportasi Penumpang dan Lognas

4 Agustus 2026 - 20:10 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Beri Diskon Tiket hingga 30 Persen di BBWI 2026 Cibubur

4 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Penumpang KA Makassar-Parepare Meningkat 13,62 Persen, Tembus 1 Juta Pelanggan hingga Juli 2026

4 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 20,28 Persen, Capai 3,43 Juta Ton hingga Juli 2026

3 Agustus 2026 - 22:53 WIB

KAI Divre III Palembang Amankan 36 Barang Tertinggal Senilai Rp97 Juta pada Semester I 2026

3 Agustus 2026 - 14:22 WIB

BRIN: Rel Tua 120 Tahun Rangkasbitung-Labuan Direaktivasi

3 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Trending di PERON