Menu

Mode Gelap
BRIN: Rel Tua 120 Tahun Rangkasbitung-Labuan Direaktivasi KKP Proyeksikan Tambak Udang Terintegrasi Sumba Timur Hasilkan Rp4 Triliun per Tahun EAZI Percepat Layanan Logistik Nasional, Terminal Teluk Lamong Sabet Radar Surabaya Awards 2026 Sertifikat Laik Fungsi Jembatan Musi V Terbit, Tol Palembang–Betung Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026 Salman Yoga Akan Baca Puisi Bahasa Gayo pada Peluncuran Antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” di TIM Jakarta Salman Yoga S, Penyair Gayo yang Membawa Bahasa Ibu ke Panggung Sastra Nusantara

PERON

BRIN: Rel Tua 120 Tahun Rangkasbitung-Labuan Direaktivasi

badge-check


 Rel KA Perbesar

Rel KA

Wartatrans.com, JAKARTA – Jalur kereta api tua Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan sepanjang sekitar 56 kilometer di Provinsi Banten, berpotensi kembali menjadi penggerak ekonomi wilayah setelah berhenti beroperasi sekitar 42 tahun.

Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut reaktivasi jalur tersebut berpeluang mendukung pengembangan wilayah, konektivitas pedesaan, dan distribusi komoditas.

Hasil riset tersebut dipaparkan Peneliti Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas (PRKSDK) BRIN, Purwoko, dalam Experience Sharing Session bertajuk “Reaktivasi Jalur Kereta Api untuk Pembangunan Desa”, Jumat (31/7/2026).

Purwoko menjelaskan, jalur kereta api Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan dibangun pada 1906 dan berhenti beroperasi sekitar 1984, seiring bergesernya orientasi transportasi ke angkutan jalan.

“Saat ini, reaktivasi lintas tersebut telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025–2029. Konstruksi segmen awal direncanakan dimulai pada 2027, sedangkan keseluruhan proyek ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029,” katanya.

Dalam kajiannya, BRIN mengidentifikasi tantangan berupa kerusakan infrastruktur, tidak berfungsinya stasiun lama, serta perubahan sebagian trase menjadi jalan lokal dan permukiman warga.

Namun, hasil analisis Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS) menempatkan strategi pengembangan pada Kuadran I atau strategi agresif.

Dari sisi ekonomi, jalur reaktivasi ini melintasi wilayah dengan basis produksi yang cukup besar di Banten Selatan.

Kabupaten Lebak sebagai titik awal jalur mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sekitar Rp40,58 triliun pada 2025.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi salah satu penyumbang terbesar ekonomi daerah dengan nilai sekitar Rp11,86 triliun.

Besaran ekonomi tersebut menunjukkan jalur Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan memiliki potensi pasar angkutan, terutama untuk mendukung distribusi hasil produksi sektor primer dari wilayah pedesaan menuju pusat perdagangan.

Posisi Rangkasbitung sebagai simpul jaringan kereta memperkuat nilai strategis jalur tersebut. Stasiun Rangkasbitung telah terhubung dengan layanan Commuter Line menuju kawasan Jabodetabek dan menjadi titik penghubung mobilitas masyarakat Banten.

Penguatan konektivitas itu berpotensi memperluas akses pasar bagi aktivitas ekonomi di wilayah selatan.

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, menilai reaktivasi jalur kereta dapat menjadi instrumen pemerataan akses dan penguatan ekonomi wilayah.

BRIN merekomendasikan agar reaktivasi tidak hanya berfokus pada pembangunan rel, tetapi juga integrasi transportasi pengumpan menuju stasiun, peningkatan layanan, serta kesiapan masyarakat sekitar trase.

Dengan basis ekonomi pertanian, perikanan, dan potensi kawasan pesisir Banten, jalur tua tersebut berpeluang menjadi infrastruktur yang membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di Banten Selatan. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Kinerja Bisnis KAI Menguat, Pendapatan Tembus Rp17,96 Triliun pada Semester I 2026

2 Agustus 2026 - 18:01 WIB

KAI Perkuat Konektivitas Pariwisata, Layani 258,99 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

KAI Perkuat Jaringan Kereta Aglomerasi, Hubungkan Kota, Kawasan Industri hingga Bandara

2 Agustus 2026 - 07:06 WIB

KCIC Raih Penghargaan Transportation Innovation Excellence 2026 Berkat Inovasi Layanan Whoosh

2 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Pulomas Tower bakal Terintegrasi dengan LRT Jakarta

2 Agustus 2026 - 05:51 WIB

178 Juta Perjalanan Commuter Line, Mengantar Harapan Jutaan Pencari Nafkah di Jabodetabek

1 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Kembangkan Transportasi Ramah Lingkungan, KCIC Gunakan Biodiesel B40 untuk Kereta Perawatan

1 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Kereta Petani dan Pedagang KAI Dimanfaatkan 35.843 Penumpang, Dukung Perputaran Ekonomi Rakyat

1 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Akses ke Gambir Berpotensi Padat, KAI Tambah Pemberhentian 13 KA di Jatinegara

1 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Bermain Sepak Bola di Area Jalur Kereta Dilarang, KAI: Risikonya Sangat Tinggi

31 Juli 2026 - 22:48 WIB

Trending di PERON