Wartatrans.com, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menerima kunjungan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, beserta jajaran di Rumah Dinas Bupati Bandung, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang telah terjalin sejak 2023.

Dalam audiensi tersebut, kedua kepala daerah membahas sejumlah peluang kolaborasi dalam pengembangan potensi daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta transformasi digital pemerintahan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, kerja sama antardaerah harus diarahkan pada program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kerja sama antardaerah tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata, melainkan harus dilanjutkan dengan implementasi program yang terukur, saling mendukung, dan berkelanjutan,” ujar Dadang.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Bandung memaparkan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan dalam meningkatkan pelayanan publik dan transformasi digital pemerintahan.
Salah satunya melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mengintegrasikan berbagai jenis layanan dalam satu lokasi dengan dukungan sistem pelayanan berbasis digital. Inovasi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu referensi bagi daerah lain dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi.
Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk mempelajari sekaligus mengadopsi berbagai inovasi yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Selain mempelajari penerapan e-office dan sistem absensi elektronik, Pemkab OKI juga menjadikan pengembangan Super App sebagai salah satu referensi untuk mendukung transformasi digital pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Muchendi, pertukaran pengalaman dan inovasi antardaerah menjadi penting dalam mempercepat peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Pertemuan kedua kepala daerah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menghasilkan kolaborasi konkret yang dapat diterapkan oleh perangkat daerah masing-masing.
Pemkab Bandung dan Pemkab OKI selanjutnya akan menindaklanjuti hasil audiensi melalui koordinasi antarperangkat daerah, sehingga berbagai potensi kerja sama yang telah dibahas dapat diwujudkan dalam program yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua daerah.***
(Asbuy)


























