Menu

Mode Gelap
ACC Kembangkan Desa Sejahtera Astra Cibunian di Bogor Gelar RUPS Luar Biasa, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan 2 Tahun Pelita Air Pertahankan Predikat Maskapai Paling Tepat Waktu Kesbangpol DKI Jakarta Adakan Kegiatan Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan 2026 Tuna Sulawesi Tengah Makin Dilirik Pasar Global, Ekspor Tembus Puluhan Ton Lowongan KAI Group 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga D4/S1 Berpeluang Bergabung

PERON

Viral Keributan di Gerbong Wanita KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Penumpang Sampai Diinjak hingga Dijambak

badge-check


 Viral Keributan di Gerbong Wanita KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Penumpang Sampai Diinjak hingga Dijambak Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan keributan antara dua penumpang di gerbong khusus wanita Commuter Line relasi Tanah Abang-Rangkasbitung viral di media sosial.

Salah satu penumpang mengaku menjadi korban tindakan fisik berupa injakan, dorongan, hingga jambakan rambut saat perjalanan menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Korban, Valiexia, mengatakan insiden bermula saat kereta melintas dari Stasiun Palmerah menuju Tanah Abang. Menurutnya, seorang penumpang lain yang berdiri di dekatnya mulai menginjak kaki dan menusuk tubuhnya menggunakan tangan yang dikepal.

“Jadi awalnya itu pas di Palmerah, saya berdiri persis depan dia. Terus nggak lama kereta jalan, dia injak-injak kaki dan tusuk-tusuk badan saya pakai tangan dia dikepal gitu,” kata Valiexia saat dihubungi, Kamis.

Valiexia mengaku sempat menahan diri dan tidak merespons tindakan tersebut. Namun, ia mengatakan perlakuan itu terus berlanjut hingga memicu adu mulut di dalam gerbong yang saat itu dalam kondisi padat penumpang.

“Awal saya diam saja, makin lama makin kencang injek dan tusuknya. Terjadilah cekcok seperti di video. Saya suruh dia kaki dan tangannya diam. Dia nggak mau kalau badan dia itu digencet. Namanya rame kan, pasti kedorong-dorong,” ujarnya.

Keributan kemudian berlanjut saat kereta tiba di Stasiun Tanah Abang. Valiexia mengaku rambutnya dijambak oleh penumpang tersebut ketika hendak turun dari kereta.

“Pas sampai Tanah Abang saya lagi mau turun, dia langsung jambak rambut saya dan nggak dilepas. Akhirnya saya jambak balik, upaya melindungi diri. Terjadilah jambak-jambakan sampai akhirnya dipisahkan satpam,” katanya.

Menurut Valiexia, setelah petugas keamanan melerai, perempuan yang terlibat cekcok dengannya langsung meninggalkan lokasi.

“Itu cewek udah buru-buru pergi duluan,” tuturnya.

KAI Commuter Angkat Bicara

Menanggapi video yang beredar, KAI Commuter menyayangkan terjadinya adu mulut dan cekcok antarpenumpang di area Stasiun Tanah Abang. Perusahaan juga mengapresiasi pengguna lain yang membantu meredakan situasi bersama petugas keamanan.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan insiden tersebut diduga bermula dari aksi saling bersenggolan di dalam rangkaian kereta yang sedang padat penumpang.

“Diduga insiden yang dipicu oleh aksi saling senggol di dalam rangkaian Commuter Line tujuan Stasiun Tanah Abang saat kondisi padat ini sempat berlanjut hingga ke peron stasiun saat penumpang turun ke peron 2-3 Stasiun,” kata Karina.

Ia menambahkan situasi dapat segera dikendalikan berkat kesigapan petugas keamanan dan bantuan penumpang lainnya yang berada di lokasi.

Karina mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga emosi saat menggunakan transportasi publik, terutama pada jam-jam sibuk.

“Sebagai moda transportasi publik yang melayani jutaan penumpang setiap harinya, dinamika di dalam Commuter Line, terutama pada jam sibuk sangat membutuhkan toleransi dan rasa saling menghormati antar-sesama pengguna,” ujarnya.

KAI Commuter juga mengimbau pengguna untuk menjaga etika selama menggunakan layanan kereta serta tidak ragu melaporkan atau meminta bantuan petugas apabila melihat adanya potensi konflik maupun tindakan yang mengganggu kenyamanan penumpang lain.

“KAI Commuter menegaskan bahwa kesigapan petugas di lapangan dalam merespons setiap potensi konflik akan terus ditingkatkan. Pengguna senantiasa diingatkan untuk tidak ragu menegur secara baik atau langsung berteriak memanggil petugas jika melihat adanya indikasi cekcok atau tindakan tidak menyenangkan di dalam KRL,” kata Karina.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lowongan KAI Group 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga D4/S1 Berpeluang Bergabung

3 September 2026 - 20:47 WIB

KAI Group Layani 351,6 Juta Pelanggan hingga Agustus 2026, Tumbuh 7,09 Persen

3 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Buka Rekrutmen 2026, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

3 September 2026 - 16:11 WIB

Volume Pengguna KRL di Sudirman Baru Naik 281 Persen, KAI Commuter Perkuat Fasilitas

2 September 2026 - 16:10 WIB

KAI EXPO 2026 Digelar 4–6 September, Tiket Kereta Api Diskon hingga 30%

2 September 2026 - 14:54 WIB

KAI Daop 1 Percepat Peningkatan Keselamatan di 33 Perlintasan Sebidang, 16 Titik Mulai Dikerjakan

2 September 2026 - 13:17 WIB

Whoosh Tebar Diskon dan Lucky Draw di KAI Expo 2026

2 September 2026 - 10:46 WIB

Perkeretaapian Bali Mulai Dikaji, KAI Teken Kesepakatan dengan Pemprov Bali dan Pemkab Badung

1 September 2026 - 21:22 WIB

Penumpang Stasiun BNI City Melonjak 326% di Hari Pertama Pengalihan dari Stasiun Karet

1 September 2026 - 14:50 WIB

Stasiun Karet Ditutup mulai Hari Ini, Naik-Turun KRL Dialihkan ke BNI City

1 September 2026 - 11:46 WIB

Trending di PERON