Menu ✖

Mode Gelap
AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan Catatan Iwan Piliang: Ketika Solusi Karhutla Terbentur Birokrasi Satpol PP Fakfak Beri Tenggat 3×24 Jam, Bangunan Liar di Pasar Kelapa Dua Terancam Dibongkar Bupati Fakfak Pimpin Sertijab Sekda Definitif Arif H. Rumagesan, Tekankan Sinergi OPD Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian Dalam 2 Tahun, Pariwisata Tumbuh Positif

PERON

Viral Keributan di Gerbong Wanita KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Penumpang Sampai Diinjak hingga Dijambak

badge-check


 Viral Keributan di Gerbong Wanita KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Penumpang Sampai Diinjak hingga Dijambak Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan keributan antara dua penumpang di gerbong khusus wanita Commuter Line relasi Tanah Abang-Rangkasbitung viral di media sosial.

Salah satu penumpang mengaku menjadi korban tindakan fisik berupa injakan, dorongan, hingga jambakan rambut saat perjalanan menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Korban, Valiexia, mengatakan insiden bermula saat kereta melintas dari Stasiun Palmerah menuju Tanah Abang. Menurutnya, seorang penumpang lain yang berdiri di dekatnya mulai menginjak kaki dan menusuk tubuhnya menggunakan tangan yang dikepal.

“Jadi awalnya itu pas di Palmerah, saya berdiri persis depan dia. Terus nggak lama kereta jalan, dia injak-injak kaki dan tusuk-tusuk badan saya pakai tangan dia dikepal gitu,” kata Valiexia saat dihubungi, Kamis.

Valiexia mengaku sempat menahan diri dan tidak merespons tindakan tersebut. Namun, ia mengatakan perlakuan itu terus berlanjut hingga memicu adu mulut di dalam gerbong yang saat itu dalam kondisi padat penumpang.

“Awal saya diam saja, makin lama makin kencang injek dan tusuknya. Terjadilah cekcok seperti di video. Saya suruh dia kaki dan tangannya diam. Dia nggak mau kalau badan dia itu digencet. Namanya rame kan, pasti kedorong-dorong,” ujarnya.

Keributan kemudian berlanjut saat kereta tiba di Stasiun Tanah Abang. Valiexia mengaku rambutnya dijambak oleh penumpang tersebut ketika hendak turun dari kereta.

“Pas sampai Tanah Abang saya lagi mau turun, dia langsung jambak rambut saya dan nggak dilepas. Akhirnya saya jambak balik, upaya melindungi diri. Terjadilah jambak-jambakan sampai akhirnya dipisahkan satpam,” katanya.

Menurut Valiexia, setelah petugas keamanan melerai, perempuan yang terlibat cekcok dengannya langsung meninggalkan lokasi.

“Itu cewek udah buru-buru pergi duluan,” tuturnya.

KAI Commuter Angkat Bicara

Menanggapi video yang beredar, KAI Commuter menyayangkan terjadinya adu mulut dan cekcok antarpenumpang di area Stasiun Tanah Abang. Perusahaan juga mengapresiasi pengguna lain yang membantu meredakan situasi bersama petugas keamanan.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan insiden tersebut diduga bermula dari aksi saling bersenggolan di dalam rangkaian kereta yang sedang padat penumpang.

“Diduga insiden yang dipicu oleh aksi saling senggol di dalam rangkaian Commuter Line tujuan Stasiun Tanah Abang saat kondisi padat ini sempat berlanjut hingga ke peron stasiun saat penumpang turun ke peron 2-3 Stasiun,” kata Karina.

Ia menambahkan situasi dapat segera dikendalikan berkat kesigapan petugas keamanan dan bantuan penumpang lainnya yang berada di lokasi.

Karina mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga emosi saat menggunakan transportasi publik, terutama pada jam-jam sibuk.

“Sebagai moda transportasi publik yang melayani jutaan penumpang setiap harinya, dinamika di dalam Commuter Line, terutama pada jam sibuk sangat membutuhkan toleransi dan rasa saling menghormati antar-sesama pengguna,” ujarnya.

KAI Commuter juga mengimbau pengguna untuk menjaga etika selama menggunakan layanan kereta serta tidak ragu melaporkan atau meminta bantuan petugas apabila melihat adanya potensi konflik maupun tindakan yang mengganggu kenyamanan penumpang lain.

“KAI Commuter menegaskan bahwa kesigapan petugas di lapangan dalam merespons setiap potensi konflik akan terus ditingkatkan. Pengguna senantiasa diingatkan untuk tidak ragu menegur secara baik atau langsung berteriak memanggil petugas jika melihat adanya indikasi cekcok atau tindakan tidak menyenangkan di dalam KRL,” kata Karina.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen

20 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor

20 Oktober 2026 - 10:36 WIB

KAI Catat Jutaan Perjalanan Antarkota, Rute Gambir-Yogyakarta Tembus 1 Juta

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu pada 2026

19 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Tiga Kereta Api Andalan Priangan Makin Diminati, Layani 1,1 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Warteg on Train Hadir di KA Batavia, Penumpang Kini Bisa Pilih Lauk Favorit di Kereta

19 Oktober 2026 - 15:21 WIB

KAI Hubungkan Kota-Kota Kuliner Nusantara, Tiga KA Catat 2,11 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan

19 Oktober 2026 - 04:15 WIB

Cari Inspirasi Liburan Akhir Pekan? Ini 10 Stasiun KAI dengan Pertumbuhan Pelanggan Tertinggi

19 Oktober 2026 - 00:25 WIB

KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor pada Senin 19 Oktober

18 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Trending di PERON