Menu

Mode Gelap
TTL Gandeng APTRINDO Optimalkan Terminal Booking System, Percepat Kelancaran Distribusi Logistik Dipercaya COSCO, Terminal Teluk Lamong Catat Pertumbuhan Arus Petikemas Internasional di Atas 90 Persen Patroli Jaga Jakarta Jaga Priok, Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Antisipasi Gangguan Kamtibmas KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Cikuray Mulai 10 Juni 2026 Kementerian-KP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal Viral Keributan di Gerbong Wanita KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Penumpang Sampai Diinjak hingga Dijambak

PERON

Viral Keributan di Gerbong Wanita KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Penumpang Sampai Diinjak hingga Dijambak

badge-check


 Viral Keributan di Gerbong Wanita KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Penumpang Sampai Diinjak hingga Dijambak Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan keributan antara dua penumpang di gerbong khusus wanita Commuter Line relasi Tanah Abang-Rangkasbitung viral di media sosial.

Salah satu penumpang mengaku menjadi korban tindakan fisik berupa injakan, dorongan, hingga jambakan rambut saat perjalanan menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Korban, Valiexia, mengatakan insiden bermula saat kereta melintas dari Stasiun Palmerah menuju Tanah Abang. Menurutnya, seorang penumpang lain yang berdiri di dekatnya mulai menginjak kaki dan menusuk tubuhnya menggunakan tangan yang dikepal.

“Jadi awalnya itu pas di Palmerah, saya berdiri persis depan dia. Terus nggak lama kereta jalan, dia injak-injak kaki dan tusuk-tusuk badan saya pakai tangan dia dikepal gitu,” kata Valiexia saat dihubungi, Kamis.

Valiexia mengaku sempat menahan diri dan tidak merespons tindakan tersebut. Namun, ia mengatakan perlakuan itu terus berlanjut hingga memicu adu mulut di dalam gerbong yang saat itu dalam kondisi padat penumpang.

“Awal saya diam saja, makin lama makin kencang injek dan tusuknya. Terjadilah cekcok seperti di video. Saya suruh dia kaki dan tangannya diam. Dia nggak mau kalau badan dia itu digencet. Namanya rame kan, pasti kedorong-dorong,” ujarnya.

Keributan kemudian berlanjut saat kereta tiba di Stasiun Tanah Abang. Valiexia mengaku rambutnya dijambak oleh penumpang tersebut ketika hendak turun dari kereta.

“Pas sampai Tanah Abang saya lagi mau turun, dia langsung jambak rambut saya dan nggak dilepas. Akhirnya saya jambak balik, upaya melindungi diri. Terjadilah jambak-jambakan sampai akhirnya dipisahkan satpam,” katanya.

Menurut Valiexia, setelah petugas keamanan melerai, perempuan yang terlibat cekcok dengannya langsung meninggalkan lokasi.

“Itu cewek udah buru-buru pergi duluan,” tuturnya.

KAI Commuter Angkat Bicara

Menanggapi video yang beredar, KAI Commuter menyayangkan terjadinya adu mulut dan cekcok antarpenumpang di area Stasiun Tanah Abang. Perusahaan juga mengapresiasi pengguna lain yang membantu meredakan situasi bersama petugas keamanan.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan insiden tersebut diduga bermula dari aksi saling bersenggolan di dalam rangkaian kereta yang sedang padat penumpang.

“Diduga insiden yang dipicu oleh aksi saling senggol di dalam rangkaian Commuter Line tujuan Stasiun Tanah Abang saat kondisi padat ini sempat berlanjut hingga ke peron stasiun saat penumpang turun ke peron 2-3 Stasiun,” kata Karina.

Ia menambahkan situasi dapat segera dikendalikan berkat kesigapan petugas keamanan dan bantuan penumpang lainnya yang berada di lokasi.

Karina mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga emosi saat menggunakan transportasi publik, terutama pada jam-jam sibuk.

“Sebagai moda transportasi publik yang melayani jutaan penumpang setiap harinya, dinamika di dalam Commuter Line, terutama pada jam sibuk sangat membutuhkan toleransi dan rasa saling menghormati antar-sesama pengguna,” ujarnya.

KAI Commuter juga mengimbau pengguna untuk menjaga etika selama menggunakan layanan kereta serta tidak ragu melaporkan atau meminta bantuan petugas apabila melihat adanya potensi konflik maupun tindakan yang mengganggu kenyamanan penumpang lain.

“KAI Commuter menegaskan bahwa kesigapan petugas di lapangan dalam merespons setiap potensi konflik akan terus ditingkatkan. Pengguna senantiasa diingatkan untuk tidak ragu menegur secara baik atau langsung berteriak memanggil petugas jika melihat adanya indikasi cekcok atau tindakan tidak menyenangkan di dalam KRL,” kata Karina.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Cikuray Mulai 10 Juni 2026

4 Juni 2026 - 21:01 WIB

KAI Tambah 11 Gardu Traksi untuk Dukung Peningkatan Layanan Commuter Line Rangkasbitung

4 Juni 2026 - 20:07 WIB

KAI Services Hadirkan Dining Car di Kereta Whoosh, Nikmati Kuliner di Perjalanan Singkat

4 Juni 2026 - 10:02 WIB

KAI Tutup 116 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi, Capai 67 Persen dari Target Nasional

4 Juni 2026 - 09:53 WIB

KAI Divre II Sumbar Sambut Delegasi dari 36 Negara pada International Minangkabau Literacy Festival 2026 di Stasiun BIM

3 Juni 2026 - 21:52 WIB

Hampir 2 Juta Penumpang Gunakan KA Lokal Rangkasbitung-Merak pada Januari-Mei 2026

3 Juni 2026 - 21:25 WIB

Jelang Libur Sekolah, KAI Daop 1 Jakarta Ajak Guru dan Orang Tua Cegah Pelemparan Kereta Api: Bukan Kenakalan, Tetapi Tindak Pidana yang Mengancam Nyawa

3 Juni 2026 - 13:44 WIB

KAI Services Tegaskan Tidak Buka Lowongan yang Beredar di Media Sosial

3 Juni 2026 - 09:04 WIB

KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila

2 Juni 2026 - 19:48 WIB

Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ

2 Juni 2026 - 18:59 WIB

Trending di PERON