Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat KA Lokal Rangkasbitung–Merak telah melayani 1.978.799 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Sementara itu, layanan Kereta Petani dan Pedagang mencatat 25.023 perjalanan pelanggan sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga akhir Mei 2026.
Tingginya jumlah pengguna tersebut menunjukkan peran penting transportasi kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Banten.

KA Lokal Rangkasbitung–Merak yang bertarif Rp3.000 per perjalanan setiap hari menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan permukiman, pusat perdagangan, kawasan industri, pusat pemerintahan, fasilitas pendidikan hingga Pelabuhan Merak sebagai salah satu gerbang transportasi utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatra.
Data KAI menunjukkan tren pertumbuhan pelanggan layanan ini terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, KA Lokal Rangkasbitung–Merak melayani 3.617.478 pelanggan. Jumlah tersebut naik menjadi 4.269.154 pelanggan pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 4.463.498 pelanggan pada 2025.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan keberhasilan transportasi publik tidak hanya diukur dari jumlah pelanggan yang dilayani, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
“Transportasi publik yang terjangkau memberikan dampak ekonomi yang luas. Masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih efisien, memiliki akses yang lebih besar terhadap lapangan pekerjaan, serta menjangkau pusat-pusat ekonomi yang sebelumnya membutuhkan biaya perjalanan lebih tinggi,” ujar Anne dalam keterangannya.
Lintas Rangkasbitung–Merak menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Banten, mulai dari Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon hingga kawasan Pelabuhan Merak. Jalur ini melayani perjalanan melalui Stasiun Rangkasbitung, Jambu Baru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon, Krenceng dan Merak.
Selain KA Lokal, KAI juga mengoperasikan Kereta Petani dan Pedagang yang mulai berjalan pada 1 Desember 2025 untuk mendukung mobilitas pelaku usaha kecil, pedagang pasar tradisional dan petani di sepanjang lintas Merak.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan tersebut mencatat 20.908 perjalanan pelanggan. Adapun secara kumulatif sejak pertama kali beroperasi hingga akhir Mei 2026, jumlah pelanggan mencapai 25.023 perjalanan.
Menurut Anne, manfaat transportasi publik yang terjangkau memiliki dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat.
“Ketika seorang pedagang dapat menghemat biaya perjalanan, daya saing usahanya ikut meningkat. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, akses terhadap pembeli menjadi lebih luas. Ketika masyarakat dapat bepergian dengan biaya yang terjangkau, maka peluang ekonomi yang dapat diakses juga menjadi lebih besar,” katanya.
KAI menilai pertumbuhan jumlah pelanggan dari tahun ke tahun menunjukkan kereta api semakin menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Banten, baik untuk bekerja, berdagang, belajar maupun mengakses berbagai layanan publik.
Selain menjaga konektivitas antarwilayah, layanan kereta api juga dinilai berkontribusi memperluas akses masyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi di sepanjang koridor Rangkasbitung–Merak.(fahmi)
































