Menu

Mode Gelap
Kirab Budaya Saparan: Kecamatan Borobudur, Wadah Kebudayaan yang Merajut Keutuhan dalam Kebersamaan BUMD Dituntut Ubah Model Bisnis saat Modernisasi 16 Ribu Pasar Rakyat Penerbangan Pelita Air Hadirkan Produk UMKM Binaan Pertamina Betawi Academia Diharapkan Dukung Penerbitan Edisi Kedua Kembang Goyang Partisipasi Warga Capai 90 Persen, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih Pimpin RW 18 Duta Mekar Asri Pemegang Rekor MURI Muda Balia Tampil di Sophie’s Sunset Library 2.0

Uncategorized

Catatan Iwan Piliang: Aura Bangsa yang Terkikis oleh Korupsi

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Aura Bangsa yang Terkikis oleh Korupsi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Betapa busuknya aroma kehidupan berbangsa ketika setiap hari masyarakat disuguhi berita tentang korupsi dan para koruptor. Kasus demi kasus muncul silih berganti, melibatkan berbagai kalangan, dari pejabat publik hingga pihak-pihak yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

Korupsi bukan sekadar kejahatan ekonomi. Ia adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Uang yang seharusnya digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, jalan, dan berbagai kebutuhan masyarakat justru masuk ke kantong pribadi. Akibatnya, rakyat yang menanggung kerugian, sementara pembangunan tersendat dan kepercayaan terhadap negara semakin menurun.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: mengapa seseorang yang tampak terhormat, berpendidikan, dan memiliki kedudukan tinggi masih tega melakukan korupsi? Secara fisik mereka mungkin terlihat bersih dan rapi, tetapi keserakahan telah mengalahkan nurani. Ketika kekuasaan dan kesempatan bertemu dengan lemahnya integritas, korupsi menjadi jalan yang dipilih.

Korupsi pada akhirnya menggerogoti moral bangsa. Ia menciptakan budaya permisif terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan menjadikan ketidakjujuran sebagai sesuatu yang dianggap biasa. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bangsa akan semakin terpuruk dalam krisis kepercayaan dan kehilangan arah moral.

Karena itu, diperlukan langkah yang benar-benar tegas dan memberikan efek jera. Sebagian kalangan berpendapat bahwa hukuman mati bagi koruptor dapat menjadi solusi untuk menekan kejahatan luar biasa ini. Pandangan tersebut muncul dari kekecewaan masyarakat yang melihat hukuman yang ada belum mampu menghentikan praktik korupsi secara signifikan.

Namun, di samping perdebatan mengenai bentuk hukuman, yang tidak kalah penting adalah membangun sistem yang transparan, memperkuat pengawasan, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak dini. Pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga pencegahan yang berkelanjutan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga kehormatan dan integritasnya. Sudah selayaknya Indonesia memiliki aura yang harum karena prestasi, kejujuran, dan kerja keras rakyatnya, bukan karena terus-menerus dibayangi oleh bau busuk korupsi.

Harapan itu masih ada. Selama masyarakat tetap bersuara, hukum ditegakkan dengan adil, dan para pemimpin menunjukkan keteladanan, Indonesia dapat keluar dari kubangan korupsi menuju masa depan yang lebih bermartabat.***

Jakarta – 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kirab Budaya Saparan: Kecamatan Borobudur, Wadah Kebudayaan yang Merajut Keutuhan dalam Kebersamaan

27 Juli 2026 - 11:09 WIB

Partisipasi Warga Capai 90 Persen, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih Pimpin RW 18 Duta Mekar Asri

27 Juli 2026 - 05:46 WIB

ASDP Kembali Gelar Journalism Award 2026

26 Juli 2026 - 12:59 WIB

Unjuk Rasa, Unjuk Karya: Seniman Perjuangkan TIM sebagai Ruang Sejarah dan Peradaban

26 Juli 2026 - 10:09 WIB

YPAI dan SKN Gelar Deklarasi Perdamaian Pemuda Lintas Agama di Lenteng Agung

25 Juli 2026 - 23:54 WIB

Puluhan Rumah di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi Ludes Terbakar, 70 KK Terdampak

25 Juli 2026 - 22:31 WIB

Bukan Soal Bendera atau Agama, NU Peduli Tegaskan Kemanusiaan Tanpa Sekat Hadapi Bencana

25 Juli 2026 - 22:23 WIB

MK Larang Kuota Data Selular Hangus

25 Juli 2026 - 18:40 WIB

Ketika Dua Tokoh Pembangun Jembatan Gayo Bertemu

25 Juli 2026 - 17:26 WIB

Santuni 20 Anak Yatim dan Sedekah Al-Quran, Program Jumat Berkah Wartawan Kunjungi Yayasan Rumah Ceria di Kota Serang Banten

25 Juli 2026 - 16:53 WIB

Trending di RAGAM