Menu

Mode Gelap
Betawi Academia Diharapkan Dukung Penerbitan Edisi Kedua Kembang Goyang Partisipasi Warga Capai 90 Persen, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih Pimpin RW 18 Duta Mekar Asri Pemegang Rekor MURI Muda Balia Tampil di Sophie’s Sunset Library 2.0 Temu Seniman: Sebuah Cerita Berontak Sejenak Catatan LK Ara, Saat Menerima Anugrah Adiluhung HPI 2026 Penyair Gayo LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026

SENI BUDAYA

Betawi Academia Diharapkan Dukung Penerbitan Edisi Kedua Kembang Goyang

badge-check


 Betawi Academia Diharapkan Dukung Penerbitan Edisi Kedua Kembang Goyang Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Betawi Academia diharapkan memberikan dukungan terhadap rencana penerbitan edisi kedua buku Kembang Goyang: Orang Betawi Menulis Kampungnya ~ Sketsa, Puisi & Prosa ~ 1900-2000, yang dijadwalkan terbit pada Juni 2027 bertepatan dengan momentum menyambut hari jadi ke-500 Kota Jakarta.

Buku yang pertama kali diterbitkan pada Oktober 2011 oleh Penerbit Padasan dengan dukungan Betawi Center Foundation (BCF) itu mendapat perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari wartawan, seniman, budayawan, ahli bahasa, akademisi, sejarawan, hingga peminat sastra Indonesia.

Pakar Bahasa dan Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Dr. Ibnu Wahyudi, menilai antologi tersebut memiliki nilai penting dari sisi historisitas karena merekam sebagian dimensi kebetawian yang berkembang selama kurang lebih satu abad.

“Antologi ini mempunyai nilai lebih pada sisi historisitasnya sebab sebagian dimensi kebetawian yang pernah ada sepanjang kira-kira satu abad, terpampang di sini. Ini suatu komitmen dan langkah intelektual yang nyata,” ujar Ibnu Wahyudi.

Kembang Goyang memuat sketsa, puisi, dan prosa karya sejumlah penulis berdarah Betawi, di antaranya M. Balfas, Firman Muntaco, S.M. Ardan, N. Susy Aminah Aziz, Aba Mardani, dan sejumlah penulis lainnya.

Buku tersebut juga menjadi salah satu referensi untuk melihat perkembangan ragam ejaan dan bahasa yang pernah digunakan di Indonesia, pilihan tema dalam karya sastra, sejarah sosial Batavia-Jakarta, serta jejak para sastrawan berdarah Betawi.

Penggagas sekaligus periset tunggal buku tersebut, Chairil Gibran Ramadhan (CGR), menyebut para penulis yang dihimpun dalam buku itu sebagai “Sastrawan Betawi Zaman Rada Kemaren.” Istilah tersebut kemudian menjadi tema roadshow Ngobrol Saptu yang digelar pada Januari 2016 di sejumlah tempat, antara lain Perpustakaan Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta; Sanggar Betawi Firman Muntaco, Condet; serta Rumah Seni Asnur, Depok.

Kegiatan tersebut dijalankan Betawi Center Foundation dengan dukungan para pemilik tempat dan pembiayaan secara swadaya dari para pecinta sejarah dan budaya Betawi.

Untuk edisi kedua yang direncanakan terbit pada Juni 2027, Penerbit Padasan akan menghadirkan Kembang Goyang dalam format baru. Jika edisi pertama menggunakan hardcover berukuran 15 x 23 sentimeter, edisi mendatang direncanakan menggunakan hardcover berukuran 14 x 21 sentimeter.

Dukungan penerbitan diharapkan dapat datang dari Betawi Academia, sebuah forum silaturahmi para guru besar, profesor, dan cendekiawan berdarah Betawi yang dideklarasikan pada 20 Mei 2025.

Betawi Academia berawal dari inisiatif Betawi’s Professor Club yang memiliki perhatian terhadap kemajuan masyarakat Betawi di bidang pendidikan, sosial, dan kebudayaan. Pada Juli 2025, Betawi Academia meluncurkan buku Betawi Academia yang mendokumentasikan biografi 33 guru besar yang dinilai melanjutkan cita-cita tokoh pejuang Betawi, M. Husni Thamrin.

Forum tersebut juga aktif membangun sinergi dengan berbagai institusi, termasuk melalui kegiatan di Institut STIAMI dan Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, untuk memetakan arah kemajuan masyarakat Betawi di era modern.

Sejumlah tokoh yang tercatat dalam Betawi Academia antara lain Prof. Dr. Dailami Firdaus, Prof. Dr. Sylviana Murni, Prof. Dr. Bahrullah Akbar, Prof. Dr. Edi Sukardi, Prof. Dr. Agus Suradika, Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany, Prof. Dr. Siti Nurbaya Bakar, Prof. Dr. Yasmine Zaki Shahab, Dr. Fauzi Bowo, Dr. Tadjuddin Noer, dan sejumlah tokoh lainnya.

Penerbitan edisi kedua Kembang Goyang sendiri masih membutuhkan dukungan pendanaan. Karena itu, keputusan untuk memberikan dukungan berada di tangan para anggota Betawi Academia.

Dukungan tersebut dinilai penting agar gerakan intelektual masyarakat Betawi tidak hanya berorientasi pada kegiatan hiburan dan pertunjukan, tetapi juga mampu melahirkan karya-karya intelektual yang meninggalkan jejak dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Karya buku dipandang memiliki kelebihan dalam menguasai ruang dan waktu. Sebagaimana pepatah Latin kuno, Scripta manent, verba volant, yang berarti kata-kata yang diucapkan akan terbang, sementara kata-kata yang tertulis akan tetap tinggal.

Karena itu, Betawi Academia diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpulnya para intelektual dan tokoh dengan berbagai gelar akademik, tetapi juga mengambil peran nyata dalam melahirkan dan menjaga warisan intelektual kebudayaan Betawi.

Dukungan terhadap penerbitan Kembang Goyang edisi kedua diharapkan menjadi salah satu bentuk konkret keberpihakan kaum intelektual Betawi terhadap dokumentasi sejarah, sastra, dan kebudayaan masyarakat Betawi.

Buku tersebut nantinya bukan sekadar kumpulan karya sastra, melainkan juga sebuah arsip kebudayaan yang merekam perjalanan sosial dan intelektual masyarakat Betawi dalam lintasan sejarah Batavia hingga Jakarta.*** (Dulloh)

Baca Lainnya

Pemegang Rekor MURI Muda Balia Tampil di Sophie’s Sunset Library 2.0

27 Juli 2026 - 05:42 WIB

Temu Seniman: Sebuah Cerita Berontak Sejenak

27 Juli 2026 - 05:37 WIB

Catatan LK Ara, Saat Menerima Anugrah Adiluhung HPI 2026

26 Juli 2026 - 21:18 WIB

Penyair Gayo LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026

26 Juli 2026 - 19:46 WIB

Harry De Fretes Hidupkan Semangat Persahabatan dan Musik Betawi Lewat Single “I Love You, Bestie”

26 Juli 2026 - 13:19 WIB

Unjuk Rasa, Unjuk Karya: Seniman Perjuangkan TIM sebagai Ruang Sejarah dan Peradaban

26 Juli 2026 - 10:09 WIB

Semarak Show Art Melukis di Atas Kaos Meriahkan Peunayong, Sempat Padatkan Jalan Khairil Anwar

25 Juli 2026 - 22:35 WIB

“Bang Ali, Mungkin Kini Saatnya Aku Memenuhi Permintaanmu”

25 Juli 2026 - 22:10 WIB

Murtala sukses membawa Ratoh Duek Aceh, bersama Lyn Williams & Gondwana Choir Keliling dunia 

25 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jelang HUT ke-36, SCTV Andalkan Dua Sinetron Baru Bertema Cinta Remaja dan Drama Balas Dendam

25 Juli 2026 - 13:59 WIB

Trending di SENI BUDAYA