Wartatrans.com, BENER MERIAH – Ketika perbaikan Jalan Enang-Enang belum juga terealisasi melalui program pemerintah, masyarakat memilih bergerak sendiri. Dipelopori tokoh masyarakat Aceh Tengah, Syahrial, pembangunan jalan tersebut akan segera dimulai menggunakan dana donasi yang telah terkumpul sekitar Rp150 juta.
Keputusan memulai pembangunan diambil setelah panitia bersama tim teknis melakukan perhitungan kebutuhan anggaran. Berdasarkan hasil perencanaan, pembangunan jalan dengan spesifikasi aspal lapen sepanjang 165 meter dan lebar 6 meter membutuhkan biaya sekitar Rp300 juta.

Karena dana yang tersedia baru mencapai setengah dari kebutuhan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Panitia menilai akses jalan tersebut sudah terlalu lama dinantikan masyarakat sehingga pengerjaan tidak perlu ditunda.
“Dana yang ada akan kami manfaatkan semaksimal mungkin. Yang terpenting jalan ini bisa segera digunakan masyarakat,” kata salah seorang panitia, Jumat, 5 Juni 2026.

Donasi warga untuk bangun jalan Enang-Enang.
Dari total dana yang terkumpul, sekitar Rp10 juta akan disisihkan sebagai dana cadangan. Sisanya, sekitar Rp140 juta, diserahkan kepada pelaksana pekerjaan, Iskandar, untuk memulai pembangunan.
Keterbatasan anggaran membuat pekerjaan tahap awal difokuskan pada pembangunan jalan dengan lebar 4 meter dan panjang 165 meter. Adapun target akhir sesuai rencana awal, yakni lebar 6 meter, akan dilanjutkan apabila tersedia tambahan dukungan dana dari masyarakat maupun donatur.
Langkah swadaya ini kembali menunjukkan kuatnya tradisi gotong royong masyarakat di kawasan Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sebelumnya, warga juga melakukan perbaikan darurat untuk membuka kembali akses Jalan Enang-Enang yang sempat rusak dan sulit dilalui akibat bencana.
Bagi warga, Jalan Enang-Enang memiliki peran penting sebagai jalur transportasi yang menghubungkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Selain digunakan untuk mobilitas harian, jalan tersebut menjadi akses distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga setempat.
Di tengah keterbatasan anggaran dan belum adanya penanganan permanen, masyarakat memilih mengandalkan kekuatan swadaya. Panitia berharap dukungan dari para donatur terus mengalir agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai spesifikasi yang telah direncanakan.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan para donatur yang telah ikut berkontribusi. Semoga menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar panitia.
Hingga pembangunan dimulai, panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat dan para dermawan untuk berpartisipasi membantu penyelesaian proyek tersebut.*** (Kamaruzzaman)




























