BANDA ACEH – Suasana berbeda terlihat di kawasan Peunayong, Kota Banda Aceh, Sabtu malam (25/07/2026. Kegiatan Show Art Melukis di Atas Kaos yang digelar di pelataran trotoar berhasil menarik perhatian masyarakat.
Ratusan warga yang melintas berhenti untuk menyaksikan para seniman melukis secara langsung di atas media kaos.

Tiga seniman, Iswadi Basri, Olexs, dan Kamar Agam, menampilkan kemampuan mereka dengan mengubah kaos polos menjadi karya seni yang penuh warna.
Aksi mereka menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak pengunjung mengabadikan momen tersebut dengan telepon genggam.
Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat arus lalu lintas di Jalan Khairil Anwar, Peunayong, sempat melambat karena banyak pengguna jalan yang berhenti untuk menyaksikan pertunjukan seni tersebut.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pegiat seni, di antaranya Sarjef, Fauzan Santa, Bang Saud, Pak Yan Kande, Made in Made, serta Pak Udin, seorang maestro seni lukis dari Yogyakarta yang turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
Tidak hanya menampilkan seni lukis, pembukaan acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Zikra, penampilan Muhrain dan Mailida Sulaiman, serta pertunjukan tari bertema “Dataran Tinggi dan Pesisir” yang dibawakan oleh Nini Gondrong.
Tarian tersebut memadukan unsur tradisi dan kontemporer sebagai simbol persatuan budaya Aceh dari wilayah pegunungan hingga pesisir.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para seniman lintas disiplin sekaligus membuktikan bahwa seni dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dengan memilih trotoar sebagai ruang pamer, karya-karya lukis di atas kaos dapat dinikmati secara langsung oleh siapa saja yang melintas, menjadikan jalanan kota sebagai galeri seni terbuka.
Melalui kegiatan ini, para seniman berharap seni rupa semakin membumi, mudah diakses masyarakat, serta menjadi bagian dari denyut kehidupan Kota Banda Aceh.
Ajang ini juga menunjukkan bahwa media sederhana seperti kaos dapat menjadi kanvas kreatif yang mampu menyampaikan gagasan, budaya, dan semangat kebangkitan seni Aceh.*** (Kamaruzzaman)






























