Menu

Mode Gelap
KAI Tingkatkan Efisiensi Energi, Konsumsi Turun 15,39 Persen di Tengah Lonjakan Pelanggan Unjuk Rasa, Unjuk Karya: Seniman Perjuangkan TIM sebagai Ruang Sejarah dan Peradaban YPAI dan SKN Gelar Deklarasi Perdamaian Pemuda Lintas Agama di Lenteng Agung Semarak Show Art Melukis di Atas Kaos Meriahkan Peunayong, Sempat Padatkan Jalan Khairil Anwar KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang, Ingatkan Pengendara Jangan Terobos Rel Puluhan Rumah di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi Ludes Terbakar, 70 KK Terdampak

Uncategorized

Jalan Enang-Enang Kembali Dibuka, Hasil Gotong Royong Warga dan Swadaya Masyarakat

badge-check


 Jalan Enang-Enang Kembali Dibuka, Hasil Gotong Royong Warga dan Swadaya Masyarakat Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH – Jalan Nasional Takengon–Bireuen melalui Jalur Enang-Enang yang sempat terputus selama lebih dari enam bulan akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025, kini kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pembukaan kembali jalur yang menjadi salah satu akses vital bagi masyarakat Gayo tersebut merupakan hasil gotong royong dan swadaya masyarakat, sebelum akhirnya mendapat dukungan dari pemerintah dalam proses perbaikannya.

Salah satu tokoh yang berperan besar dalam upaya pembukaan jalur tersebut adalah Syahrial, mantan Mukim Kecamatan Pintu Rime Gayo. Demi mempercepat pekerjaan perbaikan dan pembersihan jalan, Syahrial bahkan rela menjual sebagian kebunnya untuk membiayai penyewaan alat berat.

Tindakan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Warga menilai pengorbanan yang dilakukan Syahrial menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang selama berbulan-bulan mengalami kesulitan akibat terputusnya akses transportasi.

Salah seorang warga Bener Meriah, Qadri, mengaku bersyukur karena Jalur Enang-Enang kini kembali dapat digunakan setelah sekian lama masyarakat harus bergantung pada jalur alternatif melalui Kampung Wih Porak.

“Alhamdulillah, jalan ini sudah bisa dilalui kendaraan. Dengan terbukanya kembali akses Enang-Enang, kemacetan di jalur alternatif dapat berkurang dan masyarakat memiliki pilihan jalan yang lebih dekat,” ujar Qadri, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, Jalur Enang-Enang memiliki jarak tempuh yang lebih singkat dibandingkan rute alternatif yang selama ini digunakan masyarakat untuk bepergian dari Bener Meriah menuju Bireuen maupun sebaliknya.

Qadri juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam proses perbaikan jalan tersebut. Ia menyebut, setelah berbagai upaya dilakukan secara swadaya, pemerintah kini mulai turut memberikan dukungan terhadap proses pemulihan akses tersebut.

“Alhamdulillah, perbaikan jalan ini berjalan dengan baik. Banyak dukungan dari masyarakat dan sekarang pemerintah juga sudah ikut membantu proses perbaikannya,” katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan masyarakat dapat terus dijaga demi mempercepat pemulihan daerah pascabencana.

“Sudah saatnya kita bergandeng tangan membangun daerah ini kembali. Jangan lagi mencari kesalahan karena itu bukan solusi. Mari bersama-sama memperbaiki apa yang rusak dan melengkapi apa yang masih kurang,” tuturnya.

Bagi masyarakat Gayo, Jalur Enang-Enang bukan sekadar akses transportasi, melainkan salah satu urat nadi perekonomian yang memiliki peran strategis sejak puluhan tahun lalu.

Secara historis, jalur tersebut menjadi penghubung penting antara wilayah dataran tinggi Gayo dan kawasan pesisir Aceh. Berbagai hasil pertanian, seperti kopi, sayur-mayur, dan komoditas lainnya, selama ini diangkut melalui jalur tersebut menuju pusat-pusat perdagangan.

Karena itu, terbukanya kembali akses Enang-Enang disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus menghidupkan kembali aktivitas sosial yang sempat terganggu akibat bencana.

Keberhasilan membuka kembali Jalur Enang-Enang menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan besar masyarakat Aceh dalam menghadapi berbagai tantangan dan mempercepat pemulihan pascabencana.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Unjuk Rasa, Unjuk Karya: Seniman Perjuangkan TIM sebagai Ruang Sejarah dan Peradaban

26 Juli 2026 - 10:09 WIB

YPAI dan SKN Gelar Deklarasi Perdamaian Pemuda Lintas Agama di Lenteng Agung

25 Juli 2026 - 23:54 WIB

Puluhan Rumah di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi Ludes Terbakar, 70 KK Terdampak

25 Juli 2026 - 22:31 WIB

Bukan Soal Bendera atau Agama, NU Peduli Tegaskan Kemanusiaan Tanpa Sekat Hadapi Bencana

25 Juli 2026 - 22:23 WIB

MK Larang Kuota Data Selular Hangus

25 Juli 2026 - 18:40 WIB

Ketika Dua Tokoh Pembangun Jembatan Gayo Bertemu

25 Juli 2026 - 17:26 WIB

Santuni 20 Anak Yatim dan Sedekah Al-Quran, Program Jumat Berkah Wartawan Kunjungi Yayasan Rumah Ceria di Kota Serang Banten

25 Juli 2026 - 16:53 WIB

IDSurvey Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Pendidikan Anak Lewat Program “Berdaya Bersama, Melayani dengan Hati”

25 Juli 2026 - 14:27 WIB

Petugas SPBU Cot Geulungku Diduga Langgar Aturan Keselamatan dengan Merokok dan Bermain HP

25 Juli 2026 - 14:09 WIB

KKP Gerak Cepat Tangani Lumba-Lumba Terdampar di Kutai Kartanegara

25 Juli 2026 - 09:42 WIB

Trending di RAGAM