Wartatrans.con, TANJUNG PANDAN -– PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Tanjung Pandan mencatat peningkatan kinerja operasional hingga April 2026. Pelabuhan yang menjadi salah satu simpul logistik utama di Kepulauan Bangka Belitung itu berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang antarwilayah kepulauan.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Pandan, Asep Mardiyana, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas operasional untuk mendukung kebutuhan logistik pelanggan serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami terus berupaya meningkatkan kinerja operasional serta kualitas layanan guna mendukung kebutuhan logistik pelanggan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Asep dalam keterangan tertulis, Juni 2026.
Menurut Asep, Pelabuhan Tanjung Pandan melayani berbagai komoditas dengan dominasi general cargo seperti besi, tiang listrik, tiang pancang, keramik, dan kaolin dalam kemasan bag cargo. Selain itu, pelabuhan juga menangani komoditas curah kering seperti cangkang sawit, split, dan biji sawit.
Hingga April 2026, produktivitas bongkar muat untuk kemasan general cargo mencapai 2.511 ton per kapal per hari (T/S/D). Angka ini melampaui target sebesar 25 persen dari target 2.008 T/S/D dan meningkat 68,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat 1.494 T/S/D.
Sementara itu, produktivitas pada kemasan bag cargo mencapai 752 T/S/D atau 24,1 persen di atas target 606 T/S/D. Capaian tersebut juga meningkat 56 persen dibanding realisasi hingga April 2025 yang mencapai 482 T/S/D.
PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Pandan juga mencatat throughput sebesar 168,06 ribu ton. Kemasan bag cargo menjadi kontributor terbesar dengan volume 152,3 ribu ton. Adapun volume general cargo tumbuh 12,6 persen menjadi 12,9 ribu ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 10,2 ribu ton.
Asep menilai peningkatan produktivitas tersebut didorong oleh bertambahnya aktivitas bongkar muat serta penerapan standar operasional yang lebih baik dan digitalisasi layanan melalui platform PTOS-M.
“Kinerja ini merupakan hasil dari komitmen seluruh tim dalam menjaga produktivitas serta memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” ujarnya.
Untuk menunjang operasional, Pelabuhan Tanjung Pandan memiliki sembilan area dermaga fungsional yang melayani kapal general cargo dan curah. Selain itu tersedia lapangan penumpukan terbuka, gudang penyimpanan, serta peralatan bongkar muat yang terdiri atas satu unit chassis, satu unit head truck, satu unit forklift 5 ton, dan satu unit forklift 10 ton.
Menurut perusahaan, ketersediaan infrastruktur dan peralatan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi layanan dan kelancaran arus barang di wilayah kepulauan.
Ke depan, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Pandan berencana terus meningkatkan kapasitas layanan dan kualitas operasional guna memperkuat perannya sebagai simpul logistik strategis di Kepulauan Bangka Belitung serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.*** (





























