Menu

Mode Gelap
Petugas Logistik KAI Services Pastikan Ketersediaan Konsumsi Penumpang Kereta Api Akses Transportas Nyamani, Bekasi Bidik Efisiensi APBD Puluhan Miliar via Swastanisasi Stadion Industri CCTV Diproyeksikan Tumbuh Dua Digit, Impor Masih Mendominasi Waspada Lowongan Kerja Palsu! KAI Services Tegaskan Rekrutmen Hanya Lewat Kanal Resmi Tebar Kebahagiaan, Pelindo Regional 4 Santuni 100 Anak Yatim  KKP dan Otoritas Tiongkok Lakukan Inspeksi Bersama, Jaga Akses Ekspor Produk Perikanan Indonesia

BANDARA

AirNav Gandeng Badan Informasi Geospasial, Perkuat Sistem Navigasi Berbasis Satelit

badge-check


 Kerja sama Ainav dan BIG Perbesar

Kerja sama Ainav dan BIG

Wartatrans.com, TANGERANG – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) gandeng Badan Informasi Geospasial (BIG), memperkuat pemanfaatan informasi geospasial dalam mendukung layanan navigasi penerbangan yang semakin aman, akurat, efisien, dan berstandar
internasional.

Teken Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Sistem Navigasi Penerbangan Berbasis Satelit bersama dilaksanakan di Kantor
Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Senin (20/7/2026).

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani Direktur Utama AirNav Indonesia Avirianto
Suratno, dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Informasi Geospasial Mohamad Arief Syafi’i.

Avirianto mengatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen AirNav untuk terus meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan melalui pemanfaatan teknologi dan data yang akurat.

“Ini menjadi landasan bagi kedua institusi dalam mengembangkan
kolaborasi di bidang pemanfaatan informasi geospasial,” ujarnya.

Termasuk data koreksi Global Navigation Satellite System (GNSS) secara real-time, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, riset, pengembangan teknologi, serta berbagai bentuk kerja sama lain yang akan dituangkan lebih lanjut melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Nota Kesepahaman ini sendiri berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani.

“Dalam beberapa waktu terakhir, isu gangguan GNSS menjadi perhatian global bagi industri
penerbangan. Melalui kolaborasi ini, AirNav memperkuat pemanfaatan teknologi, pengolahan data yang semakin presisi, serta sinergi dengan Badan Informasi Geospasial guna meningkatkan keandalan sistem navigasi penerbangan sekaligus menjaga keselamatan,
keamanan, dan efisiensi layanan,” urai Avirianto.

Sementara itu, Plt. Kepala BIG Arief menegaskan, informasi geospasial memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung berbagai
sektor strategis nasional, termasuk transportasi udara.

“Kolaborasi antara BIG dan AirNav merupakan wujud transformasi dalam penyediaan informasi geospasial yang lebih cepat, akurat, dan evidence-based. BIG siap menjadi mitra strategis AirNav Indonesia melalui penyediaan data geospasial, pemantauan sinyal GNSS, serta
pengembangan riset dan teknologi untuk memperkuat keselamatan dan keandalan navigasi
penerbangan nasional,” kata Arief.

Direktur Teknik AirNav Indonesia Zainal Arifin Harahap menambahkan, AirNav saat ini tengah mengembangkan GNSS Monitoring System untuk memantau kualitas
sinyal GNSS secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan Badan Informasi Geospasial, AirNav akan memanfaatkan data geospasial dan data koreksi GNSS secara real-time guna mengidentifikasi wilayah, yang mengalami indikasi gangguan maupun yang memiliki kualitas sinyal yang baik.

‘Langkah ini
akan semakin meningkatkan keandalan layanan navigasi penerbangan,” ujar Zainal.

Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat pemanfaatan informasi geospasial sebagai salah
satu fondasi penting dalam mendukung layanan navigasi penerbangan berbasis teknologi satelit.

Dengan dukungan data yang semakin akurat dan kolaborasi yang berkelanjutan, AirNav  terus memperkuat kesiapan menghadirkan layanan navigasi penerbangan yang aman,
efisien, dan selaras dengan perkembangan teknologi serta standar penerbangan internasional. (omy)

 

Baca Lainnya

KKP dan Otoritas Tiongkok Lakukan Inspeksi Bersama, Jaga Akses Ekspor Produk Perikanan Indonesia

21 Juli 2026 - 05:40 WIB

PELNI Perkuat Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia

20 Juli 2026 - 17:49 WIB

FIFpreneur 2026 Hadirkan Kisah Purnabakti Bangun Usaha Indekos

20 Juli 2026 - 14:14 WIB

Didukung Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban, Rebana Tawarkan Peluang Investasi Besar

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

ASDP Operasikan Kembali Layanan Perintis di NTT Mulai Hari ini

20 Juli 2026 - 07:24 WIB

Presiden Tinjau Hilirisasi Bioetanol di PTPN I Malang

19 Juli 2026 - 17:16 WIB

ASDP Sebut Sterilisasi Pelabuhan Perkuat Keselamatan dan Modernisasi Layanan Penyeberangan

19 Juli 2026 - 15:55 WIB

TOD Rp2,7 Triliun: Mampukah Redam Krisis Hunian Perkotaan di JABODETABEK ?

19 Juli 2026 - 09:45 WIB

Survei Deloitte: 42% Konsumen Indonesia Minati Mobil Listrik, Penjualannya Malah Jalan di Tempat

18 Juli 2026 - 22:53 WIB

Era Cashless Datang, Anak SD Lebih Cepat Kenal QRIS Dibanding Literasi Keuangan 

18 Juli 2026 - 22:40 WIB

Trending di EKOBIS