Menu

Mode Gelap
Ketua ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta untuk Pemekaran Provinsi di Aceh ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta, Satukan Dukungan Pemekaran untuk Pemerataan Pembangunan KAI Services Perkuat Kompetensi Frontliner untuk Jaga Kualitas Pelayanan 2 Isu Mengemuka Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Apa Saja? KAI Commuter Kembali Operasikan KRL CLI 225 di Lintas Bogor HUT ke-81, KAI Dorong Transformasi Transportasi Berkelanjutan

RAGAM

ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta, Satukan Dukungan Pemekaran untuk Pemerataan Pembangunan

badge-check


 ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta, Satukan Dukungan Pemekaran untuk Pemerataan Pembangunan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sejumlah tokoh dan pengurus perjuangan pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS) memperkuat komunikasi dan silaturahmi di Jakarta, Rabu (21/09/2026).

“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam mengawal aspirasi pemekaran daerah secara damai, demokratis dan konstitusional,” ungkap Prof. Rahmat Salam – Ketua KP3ALA dalam pengantar pertemuan.

Lebih jauh Rahmat Salam menambahkan, silaturahmi tersebut berlangsung di tengah kembali menguatnya konsolidasi kedua kelompok perjuangan pemekaran di Aceh. Pertemuan juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai masa depan pembangunan kawasan tengah, tenggara, timur, serta pantai barat dan selatan Aceh.

Dari unsur ALA selain yang hadir Prof. Rahmat Salam, ada juga Miko Salman Hayo, Putra Gara, Aminudin, Dr. Fadjri Ali, Hermanto, Jaya, serta sejumlah perwakilan pemuda dan mahasiswa.

Dalam pertemuan tersebut jajaran pejuang ALA menjelaskan pentingnya saling dukung antara ALA dan ABAS demi tercapainya pemerataan  pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan penanganan kebencanaan, serta kebutuhan menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Sementara para jajaran ABAS menjelaskan terkait diperkuatnya konsolidasi organisasi di tingkat daerah maupun pusat, dimana pada musyawarah yang berlangsung di Universitas Teuku Umar, Meulaboh, 17 Juni 2026, H. Kamaruddin, SE ditetapkan sebagai Ketua KP3 ABAS. Drs. Meurah Ali dipercaya sebagai Sekretaris, sedangkan Rizman Razali, SE sebagai Bendahara. T. Sukandi tercatat sebagai Ketua Dewan Pengarah.

Konsolidasi ABAS berlanjut pada September 2026. Pada 20 September, pengurus pusat KP3 ABAS melakukan audiensi di Banda Aceh dan menyerahkan dokumen kelembagaan kepada Kepala BIN Daerah Aceh.

“Setelah agenda di Banda Aceh, pengurus ABAS dijadwalkan melanjutkan komunikasi di Jakarta untuk menyampaikan dan mengawal aspirasi pemekaran pada tingkat pusat,” terang H. Kamaruddin.

Wilayah yang diperjuangkan ABAS meliputi enam kabupaten, yakni Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Simeulue.

“Pertemuan ALA dan ABAS di Jakarta ini memperlihatkan adanya ruang komunikasi di antara kita terkait aspirasi pemekaran yang berkembang di Aceh,” kata H. Kamaruddin lagi.

Meskipun wilayah dan basis perjuangannya berbeda, keduanya sama-sama mengangkat isu pemerataan pembangunan, kedekatan pelayanan pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi ALA, pemekaran dipandang sebagai salah satu jalan untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di kawasan yang selama ini memiliki tantangan geografis dan karakter wilayah yang luas.

Silaturahmi pejuang ALA dan ABAS di Jakarta

Sementara bagi ABAS, pemekaran dikaitkan dengan penguatan pengelolaan potensi ekonomi kawasan pantai barat dan selatan Aceh serta percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

“Silaturahmi di Jakarta ini tidak semata menjadi pertemuan antartokoh, tetapi juga ruang membangun komunikasi dan saling mendukung dalam mengawal aspirasi masyarakat guna tercapainya provinsi ALA dan ABAS,” timpal Rahmat Salam.

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 18.00 itu kedua kelompok sepakat untuk dapat memperkuat komunikasi tanpa harus menghilangkan karakter dan agenda masing-masing. Dukungan tersebut tetap berada dalam koridor hukum, mekanisme ketatanegaraan dan ketentuan mengenai pembentukan daerah otonom baru.

Pada akhirnya, isu pemekaran bukan hanya mengenai pembentukan struktur pemerintahan baru. Bagi masyarakat di wilayah ALA maupun ABAS, isu tersebut berkaitan dengan harapan terhadap pembangunan yang lebih merata, pelayanan publik yang lebih dekat, pengelolaan potensi daerah yang lebih optimal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dari Jakarta, komunikasi ALA dan ABAS kembali dibangun. Aspirasi pemekaran kini tidak hanya dikonsolidasikan di daerah, tetapi juga terus dibawa ke ruang komunikasi tingkat nasional dengan satu orientasi: memperjuangkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh kedepan.*** (PG)

Baca Lainnya

Ketua ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta untuk Pemekaran Provinsi di Aceh

23 September 2026 - 22:34 WIB

Trafik Pelabuhan Regional 2 Meningkat, Pelindo Catat Pertumbuhan Arus Petikemas dan Barang hingga Agustus 2026

23 September 2026 - 17:32 WIB

Mempawah Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 6 Oktober

23 September 2026 - 17:23 WIB

Silaturahmi BRSN DPP ke DPW PKS DKI Jakarta, Perkuat Konsolidasi Relawan dan Saksi Menuju 2029

23 September 2026 - 16:59 WIB

Kabut Asap Karhutla di Fakfak: Kesiapsiagaan Kesehatan Menjadi Prioritas Bersama.

23 September 2026 - 16:50 WIB

HUT ke 477 Kabupaten Kudus Diwarnai Ziarah, Ada Rencana Tanggal Lahir Diganti

23 September 2026 - 16:37 WIB

Lebih dari 170.000 Warga Rasakan Manfaat Kontribusi Publik FIFGROUP

23 September 2026 - 15:20 WIB

Infotainment Awards 2026: Ketika Popularitas, Fandom dan Media Sosial Menentukan Siapa yang Jadi Bintang

23 September 2026 - 13:44 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi melalui Sharing with Stakeholder

23 September 2026 - 12:18 WIB

KAI-KCIC Ajak 607 Anak Panti Asuhan Menjajal Kereta Cepat Whoosh

23 September 2026 - 10:34 WIB

Trending di PERON