Wartatrans.com, JAKARTA – FIFA ASEAN Cup 2026 hadir sebagai kompetisi baru FIFA yang mempertemukan 14 negara, terdiri atas 11 anggota ASEAN dan tiga tim undangan.
Turnamen perdana berlangsung 24 September hingga 5 Oktober 2026 di Indonesia dan Hong Kong China.
Di balik format baru tersebut, nilai hadiah dan prospek bisnis menjadi dua isu yang mengiringi peluncurannya.
FIFA pada Rabu (23/9/2026) membantah belum mengumumkan nominal hadiah resmi FIFA ASEAN Cup 2026.
“Kami hanya bisa mengonfirmasi bahwa kami tidak mengumumkan nominal apapun terkait hadiah FIFA ASEAN Cup 2026.”
Klarifikasi itu berhadapan dengan pernyataan sebelumnya mengenai hadiah US$1 juta. Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana pada Selasa (22/9/2026) juga mempertanyakan urgensi turnamen.
“Saya merasa ini (turnamen FIFA ASEAN Cup 2026) mengada-ada ya. Kita tahu level ASEAN seperti apa.”
Justin menilai FIFA seharusnya mengakuisisi Piala AFF, bukan membuat turnamen baru.
Erick Thohir pada Jumat (31/7/2026) sebelumnya menyebut hadiah juara Division 1 mencapai US$1 juta.
“Juaranya aja 1 juta dolar AS. Itu buat yang Divisi 1,” kata Erick.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu rujukan munculnya angka US$1 juta dalam pembahasan hadiah turnamen.
Di sisi lain, FIFA sejak awal menyiapkan sisi komersial turnamen. IMG (International Management Group), perusahaan global bidang olahraga, media, hiburan dan pemasaran, ditunjuk sebagai mitra strategis untuk memimpin komersialisasi global, penjualan hak media dan sponsorship, serta produksi siaran FIFA ASEAN Cup.
Adolfo Bara, SVP dan Managing Director Football IMG, pada Senin (14/9/2026) mengatakan, “Kami bersemangat bekerja sama dengan turnamen dan para pemangku kepentingannya untuk membangun kompetisi berkualitas tinggi dan berkelanjutan secara komersial.”
Secara konsep, pembagian dua divisi mengingatkan pada model UEFA Nations League, meski edisi 2026 tidak menerapkan promosi-degradasi.
Division 1 terdiri atas delapan tim dalam dua grup, sedangkan Division 2 enam tim dalam dua grup. Setiap grup menggunakan sistem satu putaran. Juara grup melaju ke final, sementara runner-up Division 1 memainkan perebutan tempat ketiga.
Tiga tim undangan adalah Bangladesh, Pakistan dan Hong Kong China. Bangladesh menggantikan India yang mundur dari turnamen.
Akmal Marhali pada Rabu (2/9/2026) menyoroti perkembangan peringkat Indonesia.
“Ini adalah cermin dari konsistensi prestasi dan kualitas pertandingan yang kita jalani. Dari 149 ke 118 adalah kemajuan, tetapi pekerjaan rumah kita masih besar karena target berikutnya adalah masuk 100 besar dunia.”
Dengan hadiah yang belum diumumkan resmi, kritik terhadap urgensi kompetisi, dan strategi komersialisasi melalui IMG, FIFA ASEAN Cup 2026 memasuki edisi perdana dengan pertanyaan bukan hanya tentang siapa juara, tetapi juga seberapa besar nilai yang dapat dibangun dari turnamen baru tersebut. (Artha Tidar)




























