Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Kota (PEMKOT) Bekasi resmi menyerahkan manajemen operasional Stadion Patriot Candrabhaga, kepada pihak ketiga, PT Garuda Gema Nusantara. Langkah strategis yang diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Senin (15/9/2025), diambil demi menghentikan ketergantungan perawatan fasilitas olahraga dari anggaran daerah sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi kota melalui skema sport tourism.
Stadion yang berlokasi strategis di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan ini awalnya dibangun pada 1980. Demi menaikkan kelasnya, pemerintah melakukan revitalisasi total pada 2011 hingga diresmikan kembali pada 2014. Proyek pembangunan ulang tersebut menelan anggaran jumbo hingga Rp450 miliar yang bersumber dari perpaduan APBD Kota Bekasi dan dana bantuan Provinsi Jawa Barat.

Kini, pengalihan pengelolaan ke pihak swasta diambil guna memotong beban APBD pasca-pembangunan. Sebagai pembanding, pengelolaan stadion serupa di Indonesia, seperti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), menyedot biaya perawatan rutin sedikitnya Rp4 miliar per tahun. Melalui skema baru ini, Pemkot Bekasi diproyeksikan mampu menghemat anggaran pemeliharaan harian, perawatan rumput standar FIFA, hingga beban listrik di kisaran Rp10 miliar hingga Rp15 miliar per tahun.
Transformasi ini turut mengoptimalkan fungsi komersial kawasan menjadi pusat gaya hidup 24 jam. Pihak mitra berkewajiban menyetor dana segar setiap tahunnya ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui skema bagi hasil (profit sharing) dari pengelolaan tiket, parkir digital, serta sewa area retail, kuliner, dan ruang kerja bersama.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam wawancara khusus pada Senin (20/7/2026), menjelaskan keterlibatan pihak ketiga menjadi solusi atas keterbatasan manajemen pemerintah. “Pemerintah tidak memiliki kemampuan bisnis yang cukup. Makanya kita kerja samakan dengan swasta untuk pengelolaan profesional sehingga mendatangkan nilai tambah,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, ia menambahkan stadion dipersiapkan menarik konser internasional guna memperpanjang durasi tinggal wisatawan di Bekasi yang saat ini rata-rata hanya 1,5 hari.
Aksesibilitas menjadi keunggulan utama stadion ini karena diapit oleh Tol Jakarta-Cikampek (Gerbang Tol Bekasi Barat) dan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu). Kawasan ini juga terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Bekasi Barat, kereta komuter, jaringan Transjabodabek, serta jalur bus Trans Patriot (Trans Beken) yang berjarak beberapa langkah usai turun di halte depan kompleks olahraga, sehingga sangat mempermudah mobilitas publik sekaligus meminimalkan potensi kemacetan saat ada acara besar.
Langkah Bekasi ini sejalan dengan tren nasional. Dalam catatan analisis kebijakan pada Juni 2026, Peneliti Senior Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Herman Suparman, menilai model konsesi jangka panjang merupakan opsi paling rasional bagi pemerintah daerah agar infrastruktur megah tidak terbengkalai menjadi “proyek menara gading”. Proyeksi pembangunan fasilitas penunjang standar internasional ditargetkan tuntas akhir 2026. Sementara itu, fase aktivasi komersial penuh diproyeksikan beroperasi total pada 2027, meletakkan fondasi kemandirian finansial daerah yang manfaat ekonominya bergulir jangka panjang hingga 30 tahun ke depan.*** (Artha Tidar)






























