Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

OLAH RAGA

52 Gol dari Bangku Cadangan, Era Super-sub Ubah Wajah Piala Dunia 2026

badge-check


 52 Gol dari Bangku Cadangan, Era Super-sub Ubah Wajah Piala Dunia 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemain pengganti kini menjadi salah satu faktor pembeda di Piala Dunia 2026. Perubahan itu tidak hanya terlihat dari banyaknya gol yang lahir pada babak kedua, tetapi juga tercermin dalam data statistik yang menunjukkan semakin besarnya pengaruh bangku cadangan terhadap hasil pertandingan.

Data tersebut dihimpun oleh Opta, perusahaan penyedia statistik olahraga yang menjadi rujukan klub, federasi, pelatih, penyiar, dan media internasional dalam menganalisis performa pertandingan. Melalui pencatatan berbasis peristiwa (event data), Opta merekam setiap aksi pemain selama pertandingan sehingga mampu menghasilkan analisis yang rinci mengenai efektivitas individu maupun tim.

Berdasarkan data Opta, 52 dari total 280 gol atau 18,6 persen sepanjang Piala Dunia 2026 dicetak oleh pemain yang masuk dari bangku cadangan. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi kedua dalam sejarah Piala Dunia sejak pencatatan statistik modern, hanya terpaut tipis dari Brasil 2014 yang mencapai 18,7 persen. Statistik itu menunjukkan pertandingan kini semakin ditentukan oleh kualitas pergantian pemain, bukan semata sebelas pemain yang tampil sejak menit pertama.

Fenomena itu terlihat pada keberhasilan Argentina menembus final setelah Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan atas Inggris pada semifinal, Rabu (15/7/2026). Gol tersebut memperkuat status Lautaro sebagai supersub paling efektif Argentina sekaligus mengantarkannya menjadi pencetak gol terbanyak kedua Albiceleste sepanjang turnamen.

Masih pada fase gugur, Spanyol juga memperoleh keuntungan melalui Mikel Merino. Gelandang Arsenal itu menjadi pahlawan saat mencetak gol kemenangan pada menit ke-88 yang membawa La Roja mengalahkan Belgia 2-1 di perempat final. Sebelumnya, Merino juga masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol pada masa injury time yang memastikan kemenangan 1-0 atas Portugal di babak 16 besar. Dua gol krusial tersebut mengukuhkan perannya sebagai supersub andalan Spanyol dalam perjalanan menuju final Piala Dunia 2026.

Efektivitas pemain pengganti semakin terlihat dari performa Romelu Lukaku. Penyerang Belgia itu mencetak empat gol sebagai pemain pengganti, menjadikannya pemain pertama yang membukukan gol dari bangku cadangan dalam empat pertandingan berbeda pada satu edisi Piala Dunia. Sumbangannya mencapai sekitar 7,7 persen dari total gol supersub sepanjang turnamen.

Jerman turut menunjukkan efektivitas serupa melalui Deniz Undav. Penyerang VfB Stuttgart itu membukukan tiga gol dan dua assist hanya dalam 56 menit bermain pada dua laga awal turnamen. Lima keterlibatan gol tersebut menjadi rekor kontribusi terbanyak oleh pemain pengganti dalam satu edisi Piala Dunia dengan rata-rata satu keterlibatan gol setiap 11,2 menit bermain. Jika digabungkan, Lukaku dan Undav menyumbang sekitar 13,5 persen dari seluruh gol pemain pengganti sepanjang turnamen.

Analisis yang dipublikasikan media statistik olahraga The Analyst, yang menggunakan basis data Opta, menempatkan meningkatnya kontribusi pemain pengganti sebagai salah satu tren utama Piala Dunia 2026. Selain lonjakan gol dari bangku cadangan, turnamen juga diwarnai bertambahnya gol pada masa injury time dan semakin banyak pertandingan yang ditentukan pada menit-menit akhir. Tren ini tidak lepas dari penerapan aturan lima pergantian pemain yang memberi pelatih keleluasaan menjaga intensitas permainan sekaligus mengubah strategi pada babak kedua.

Pengamat sepak bola nasional, Abdul Haris mengatakan, pada Kamis (16/7/2026), bangkitnya peran supersub menunjukkan perubahan strategi sepak bola modern. Menurutnya, pertandingan kini lebih sering ditentukan pada 20 hingga 30 menit terakhir sehingga kedalaman skuad menjadi keunggulan kompetitif. Keberhasilan Romelu Lukaku, Deniz Undav, Lautaro Martinez, dan Mikel Merino menjadi bukti bahwa Piala Dunia 2026 telah memasuki era baru, ketika pemain pengganti memiliki pengaruh yang sama besar dengan pemain inti dalam menentukan hasil pertandingan.*** (Artha Tidar)

Baca Lainnya

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Suasana Tegang Menyelimuti Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 di Kantor Gubernur Jateng

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Timnas Juara FIFA ASEAN Cup, Presiden Siapkan Bonus Ekstra

6 Oktober 2026 - 07:54 WIB

AFC Dorong Asian Nations League, Beban Biaya Perjalanan jadi Sorotan

5 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Indonesia 9-2 Bangladesh, FIFA ASEAN Cup Turut Dorong Ekonomi Bandung

2 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Indonesia-Malaysia Imbang 0-0 di Laga Kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

29 September 2026 - 07:21 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

Gasak Singapura 2-0, Indonesia Full Skuad 10 Starter Naturalisasi

26 September 2026 - 07:07 WIB

Trending di OLAH RAGA