Wartatrans.com, JAKARTA – Piala AFF 2026 menjadi titik awal perubahan model distribusi hak siar olahraga di Indonesia. Selain ditayangkan melalui RCTI, turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara itu juga akan disiarkan secara resmi melalui kanal YouTube YB milik Reza Arap yang ditunjuk sebagai Official Broadcast Partner.
Kolaborasi tersebut diumumkan MNC Group bersama Sportfive, selaku pemegang hak komersial ASEAN Championship, pada Kamis (16/7/2026). Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 dengan tayangan yang tersedia di televisi maupun platform digital.

Director of Programming and Acquisition MNC Media Dini Putri mengatakan kerja sama tersebut menjadi yang pertama di Indonesia karena melibatkan kreator YouTube sebagai bagian dari penyelenggaraan dan penayangan resmi turnamen sepak bola internasional. Menurut dia, langkah itu diambil untuk mengikuti perubahan perilaku masyarakat yang semakin banyak mengonsumsi siaran olahraga melalui platform digital.
“Hari ini kami bersama Reza Arap sudah melakukan sebuah keputusan berkolaborasi. Ini sesuatu yang baru dilakukan pertama kali di Indonesia, di mana seorang YouTuber akan menjadi bagian dari penyelenggaraan dan penayangan sebuah event yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu AFF Hyundai Cup 2026,” ujar Dini.
Reza Arap mengaku terkejut sekaligus bangga dipercaya menjadi mitra resmi penyiaran Piala AFF 2026. Ia menjelaskan pengalaman yang dihadirkan berbeda dari konten watch along karena siaran dilakukan menggunakan lisensi resmi sehingga dapat menampilkan pertandingan beserta berbagai program pendukung yang tidak dapat dilakukan dalam siaran reaksi biasa.
Di balik kolaborasi tersebut, MNC Group mulai mengadopsi model distribusi hak siar yang berkembang di industri olahraga global. Televisi tetap menjadi kanal utama untuk menjangkau audiens massal, sementara kreator digital dimanfaatkan sebagai mitra distribusi resmi guna memperluas jangkauan penonton, terutama generasi muda yang lebih banyak mengakses konten melalui YouTube dan perangkat seluler.
Model serupa lebih dahulu diterapkan di Brasil melalui CazéTV milik Casimiro Miguel. Kanal YouTube tersebut memperoleh hak menayangkan sebagian pertandingan Piala Dunia FIFA 2022, kemudian kembali dipercaya menyiarkan Piala Dunia Wanita 2023 dan Olimpiade Paris 2024 sebagai pelengkap siaran televisi.
Keberhasilan model tersebut menunjukkan distribusi melalui kreator digital mampu memperluas audiens sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru dari iklan digital, sponsor, dan monetisasi platform. Pada salah satu laga Brasil di Piala Dunia 2026, CazéTV bahkan mencatat sekitar 21,3 juta perangkat yang menonton secara bersamaan, memperlihatkan besarnya potensi ekonomi distribusi lintas platform.
Pengamat media sekaligus dosen komunikasi digital Universitas Multimedia Nusantara, Agus Sudibyo, menilai konvergensi media membuat batas antara televisi, layanan streaming, dan platform digital semakin tipis. Menurut dia, distribusi konten tidak lagi bergantung pada satu saluran, melainkan menggabungkan televisi, platform digital, dan komunitas kreator untuk memperluas jangkauan audiens sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sebuah tayangan.
Pandangan tersebut sejalan dengan laporan 2025 Sports Industry Outlook yang diterbitkan Deloitte. Laporan itu menyebut pemegang hak siar olahraga global semakin mengandalkan distribusi digital dan kolaborasi dengan kreator konten untuk menjangkau generasi muda, sementara sponsor kini tidak hanya membeli eksposur di televisi, tetapi juga mempertimbangkan watch time, tingkat interaksi, dan jangkauan lintas platform sebagai dasar penilaian investasi.
Sementara itu, S&P Global memperkirakan nilai pasar hak siar olahraga dunia melampaui US$67 miliar pada 2026, menunjukkan bahwa pertumbuhan industri semakin ditopang oleh ekosistem digital dan distribusi multi-platform.
Bagi MNC Group dan Sportfive, strategi tersebut berpotensi meningkatkan nilai komersial ASEAN Championship melalui tambahan inventori iklan digital, paket sponsor lintas platform, serta monetisasi berbasis YouTube.
Jika mampu meningkatkan jumlah penonton, durasi menonton, dan interaksi selama turnamen, kolaborasi dengan Reza Arap bukan hanya menjadi inovasi penyiaran, melainkan juga dapat menjadi tonggak transformasi bisnis hak siar olahraga di Indonesia, menuju ekosistem yang mengintegrasikan televisi, platform digital, kreator konten, sponsor, dan pemegang hak komersial.*** (Artha Tidar)






























