Wartatrans.com, MALANG – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 30 hingga 50 pabrik etanol baru guna mendukung pengembangan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin yang dicampur 20 persen bioetanol atau E20 di Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya serentak bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Menurut Prabowo, Indonesia saat ini telah bergerak menuju implementasi E10 dan memiliki potensi besar untuk mengembangkan E20. Namun, kapasitas produksi etanol nasional dinilai masih terbatas sehingga diperlukan pembangunan pabrik baru.
“Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol, kalau perlu sampai 50 pabrik,” katanya.
Prabowo mencontohkan sejumlah negara yang telah lebih dahulu menerapkan penggunaan bioetanol sebagai campuran bahan bakar. India, kata dia, telah mengimplementasikan E20, sementara Brasil bahkan sudah menggunakan E100.
“Masa Indonesia enggak bisa? Indonesia bisa kan? Bisa? Bisa, bisa. Bisa!” ujarnya.
Selain pengembangan bioetanol, Prabowo juga menyinggung sejumlah capaian di sektor energi nasional. Ia menyebut Indonesia telah memulai pembangunan proyek gas Abadi Masela yang sempat tertunda selama 28 tahun.
Presiden juga menegaskan Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan biodiesel B50.
“Kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit. Jadi dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri,” katanya.
Prabowo optimistis masa depan Indonesia akan semakin baik seiring berbagai program penguatan ketahanan energi dan pangan yang tengah dijalankan pemerintah.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyentil pihak-pihak yang pesimistis terhadap kondisi Indonesia dan kerap membangun narasi mengenai masa depan Indonesia yang suram.
“Yang enggak mau, enggak apa-apa, duduk saja menonton. Tapi jangan membebek kepada kekuatan asing terus, Indonesia jelek, Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap, ya gelap terus. Tiap bulan Indonesia akan kolaps. Juni kolaps. Ini sudah Juli. Juli kolaps. Kolaps terus, mikirnya mikir kolaps. Biar aja itu,” katanya.(fahmi)




























