Menu ✖

Mode Gelap
Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

KABIN

Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Mampu Dorong Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

badge-check


 Armada pesawat di Bandara Perbesar

Armada pesawat di Bandara

Wartatrans.com, JAKARTA – Rencana pemerintah membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tiket pesawat domestik mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Kebijakan ini dinilai berpotensi menurunkan harga tiket, meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi udara, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia.

Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, Indonesia sangat bergantung pada transportasi udara untuk menghubungkan berbagai daerah.

Karena itu, keterjangkauan harga tiket menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi aktivitas ekonomi, hingga pengembangan sektor pariwisata nasional.

Dengan berkurangnya beban biaya yang harus ditanggung penumpang, pembebasan PPN diyakini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk bepergian menggunakan pesawat.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh industri penerbangan, tetapi juga sektor-sektor pendukung seperti pariwisata, perhotelan, kuliner, logistik, hingga pelaku UMKM di berbagai daerah.

Pengamat aviasi Alvin Lie menilai pengenaan PPN pada tiket pesawat domestik selama ini merupakan kebijakan yang patut dievaluasi.

“Terdapat ketidaksesuaian perlakuan antara penerbangan domestik dan internasional,” ujarnya, ditulis Senin (15/6/2026).

“Harga tiket domestik dikenakan PPN ini anomali karena keluar negeri tidak dipungut PPN. Kenapa di dalam negeri dipungut PPN?”

Dia juga menyoroti bahwa moda transportasi publik lainnya tidak dikenakan PPN untuk layanan angkutan penumpang.

“Transportasi publik lainnya tidak dipungut PPN. Bahkan kereta yang paling mewah, bus yang paling mewah pun yang harga tiketnya mendekati harga tiket pesawat kelas ekonomi LCC juga tidak dipungut PPN. Jadi kenapa tiket pesawat dipungut PPN?” Tanyanya.

Pandangan tersebut memperkuat urgensi peninjauan kembali kebijakan perpajakan di sektor penerbangan agar tercipta iklim persaingan yang lebih adil dan setara dengan moda transportasi publik lainnya.

Dari sisi industri, harga tiket yang lebih kompetitif berpotensi meningkatkan jumlah penumpang dan tingkat keterisian penerbangan.

Kondisi ini akan membantu memperkuat keberlanjutan bisnis maskapai, membuka peluang pengembangan rute baru, serta memperluas akses konektivitas ke berbagai daerah yang selama ini sangat bergantung pada transportasi udara.

Peningkatan konektivitas diyakini mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.

Arus pergerakan manusia dan barang yang semakin lancar akan mendorong aktivitas perdagangan, investasi, pariwisata, serta mobilitas tenaga kerja yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Menurutnya, kebijakan fiskal dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor transportasi nasional.

“Yang dibutuhkan di sini adalah niat politik dari pemerintah, apakah mau mendorong agar industri transportasi Indonesia menjadi lebih efisien, lebih terjangkau, dan tentunya lebih berkembang,” ujarnya.

Dengan berbagai potensi manfaat yang ditawarkan, pembebasan PPN tiket pesawat domestik dinilai dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan daya saing industri penerbangan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan

6 Oktober 2026 - 04:54 WIB

GMF Teken Pengembangan Operasional MRO di Oman

5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

AirBorneo Buka Penerbangan Kuching-Jakarta

5 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi

4 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Trending di ANJUNGAN