Menu ✖

Mode Gelap
The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen Pegiat Sosial Lhokseumawe Mutia Sari Terima Penghargaan Kehormatan dari Ketua FPTI Kota Batam Mantap, InJourney Airports Sabet Anugerah Reksa Bandha 2026 Hadir di Interferry Conference 2026, ASDP Beberkan Transformasi Penyeberangan Indonesia  AirNav Bersama FAA ATO Bahas Modernisasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Partai Demokrat Mengecam Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo

EKOBIS

Gelar NAFEF 2026, AirNav Dorong Efisiensi Bahan Bakar Penerbangan

badge-check


 Gelar NAFEF 2026, AirNav Dorong Efisiensi Bahan Bakar Penerbangan Perbesar

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan efisiensi operasional penerbangan melalui penyelenggaraan National Aviation Fuel Efficiency Forum (NAFEF) 2026 di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Rabu (15/7/2206).

Forum yang diinisiasi Ikatan Pilot Indonesia (IPI) ini mempertemukan regulator, maskapai penerbangan, penyedia layanan navigasi, penyedia energi aviasi, manufaktur pesawat, akademisi, pengamat penerbangan, dan profesi pilot untuk merumuskan strategi efisiensi bahan bakar yang dapat diterapkan hingga tingkat operasional.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno mengatakan, pengalaman pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya membangun ketahanan industri melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, efisiensi bahan bakar kini menjadi isu strategis bagi industri penerbangan, seiring dinamika geopolitik, fluktuasi harga avtur, dan tuntutan pengurangan emisi karbon.

Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem penerbangan agar efisiensi tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga memperkuat keselamatan, daya saing, dan keberlanjutan industri.

“Efisiensi bahan bakar tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi regulator, penyedia layanan navigasi penerbangan, maskapai, produsen pesawat, penyedia energi, hingga profesi pilot. Melalui NAFEF 2026, kami ingin mendorong lahirnya langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan bersama untuk mewujudkan penerbangan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujar Capt. Avirianto.

Sebagai satu-satunya penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, dia menegaskan, AirNav terus melakukan transformasi operasional melalui Free Route Operations (FRTO), Continuous Climb Operations (CCO), Continuous Descent Operations (CDO), direct routing, serta pengelolaan lalu lintas udara yang lebih optimal untuk mengurangi waktu tunggu (holding) di udara.

Berbagai inovasi tersebut membantu maskapai menghemat konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi standar keselamatan penerbangan.

AirNav juga tengah mempercepat implementasi Flight and Flow Information for a Collaborative Environment (FF-ICE) sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan navigasi penerbangan.

Sistem ini akan mengintegrasikan data operasional penerbangan sehingga pengelolaan arus lalu lintas udara menjadi lebih kolaboratif, prediktif, dan efisien.

Forum ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan, Pertamina Aviation, Boeing, Airbus, Ikatan Pilot Indonesia, serta pengamat penerbangan Alvin Lie.

Diskusi juga mengangkat pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Capt. Muammar Reza Nugraha mengatakan, NAFEF menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat operasional.

“Forum ini menjadi wadah bagi seluruh stakeholder untuk mengambil peran dan tanggung jawab dalam mewujudkan efisiensi bahan bakar. Kolaborasi yang dibangun diharapkan menghasilkan penerbangan yang semakin aman, nyaman, efisien, dan terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie yang menjadi moderator dalam forum tersebut, menilai NAFEF 2026 menjadi forum yang tepat karena mempertemukan seluruh pihak yang berperan dalam efisiensi bahan bakar, mulai dari regulator, penyedia layanan navigasi, maskapai, produsen pesawat, hingga pilot.

“Diskusi seperti ini penting karena solusi efisiensi harus lahir dari pemahaman bersama seluruh pelaku industri. Pembahasan mengenai Sustainable Aviation Fuel juga menjadi langkah positif dalam mendukung keberlanjutan penerbangan di masa depan,” kata Alvin Lie.

Melalui NAFEF 2026, AirNav menegaskan perannya sebagai katalis kolaborasi industri untuk mendorong inovasi dan efisiensi operasional guna mewujudkan sistem penerbangan Indonesia yang semakin aman, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mantap, InJourney Airports Sabet Anugerah Reksa Bandha 2026

5 November 2026 - 18:41 WIB

Hadir di Interferry Conference 2026, ASDP Beberkan Transformasi Penyeberangan Indonesia 

5 November 2026 - 16:56 WIB

AirNav Bersama FAA ATO Bahas Modernisasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara

5 November 2026 - 16:41 WIB

Tim AirNav Indonesia bersama Tim FAA ATO

Perkuat Rantai Pasokan Beras, PELNI Resmikan Program Desa Mandiri di Klaten

5 November 2026 - 15:34 WIB

Kemenhub Sampaikan Duka Cita Kecelakaan Helikopter Water Bombing di Kuala Pembuang Kalteng

5 November 2026 - 11:48 WIB

Borong Empat Penghargaan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial

4 November 2026 - 20:23 WIB

IPCC Tegaskan Komitmen Jaga Kinerja dan Perkuat Kepercayaan Investor Menuju 2027

4 November 2026 - 19:13 WIB

Siapkan Dashboard ACS, Pelindo Permudah Transaksi Kepelabuhanan

4 November 2026 - 15:33 WIB

ASDP Perkuat Safety Meeting dan Kesiapsiagaan Awak Kapal

4 November 2026 - 11:34 WIB

KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat Nias Selatan

4 November 2026 - 06:13 WIB

Trending di ANJUNGAN