Menu

Mode Gelap
Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun, Kebijakan Prabowo Mulai Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja Bertekat Benahi MBG, Kepala BGN Perketat Pengawasan MBG, 1.999 Dapur SPPG Dihentikan Sementara Presiden Prabowo Memuji SBY dan Berterima Kasih Atas Pidato ‘Kritik Tajam’ AHY Jakarta Turunkan 6.500 Km Kabel, Babak Baru Ketahanan Infrastruktur Pasar Tablet Indonesia Tumbuh, TECNO Tambah Varian Antonio Randazzo Perkuat Mercedes-Benz di Segmen Heavy-Duty Indonesia

EKOBIS

Gelar NAFEF 2026, AirNav Dorong Efisiensi Bahan Bakar Penerbangan

badge-check


 Gelar NAFEF 2026, AirNav Dorong Efisiensi Bahan Bakar Penerbangan Perbesar

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan efisiensi operasional penerbangan melalui penyelenggaraan National Aviation Fuel Efficiency Forum (NAFEF) 2026 di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Rabu (15/7/2206).

Forum yang diinisiasi Ikatan Pilot Indonesia (IPI) ini mempertemukan regulator, maskapai penerbangan, penyedia layanan navigasi, penyedia energi aviasi, manufaktur pesawat, akademisi, pengamat penerbangan, dan profesi pilot untuk merumuskan strategi efisiensi bahan bakar yang dapat diterapkan hingga tingkat operasional.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno mengatakan, pengalaman pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya membangun ketahanan industri melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, efisiensi bahan bakar kini menjadi isu strategis bagi industri penerbangan, seiring dinamika geopolitik, fluktuasi harga avtur, dan tuntutan pengurangan emisi karbon.

Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem penerbangan agar efisiensi tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga memperkuat keselamatan, daya saing, dan keberlanjutan industri.

“Efisiensi bahan bakar tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi regulator, penyedia layanan navigasi penerbangan, maskapai, produsen pesawat, penyedia energi, hingga profesi pilot. Melalui NAFEF 2026, kami ingin mendorong lahirnya langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan bersama untuk mewujudkan penerbangan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujar Capt. Avirianto.

Sebagai satu-satunya penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, dia menegaskan, AirNav terus melakukan transformasi operasional melalui Free Route Operations (FRTO), Continuous Climb Operations (CCO), Continuous Descent Operations (CDO), direct routing, serta pengelolaan lalu lintas udara yang lebih optimal untuk mengurangi waktu tunggu (holding) di udara.

Berbagai inovasi tersebut membantu maskapai menghemat konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi standar keselamatan penerbangan.

AirNav juga tengah mempercepat implementasi Flight and Flow Information for a Collaborative Environment (FF-ICE) sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan navigasi penerbangan.

Sistem ini akan mengintegrasikan data operasional penerbangan sehingga pengelolaan arus lalu lintas udara menjadi lebih kolaboratif, prediktif, dan efisien.

Forum ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan, Pertamina Aviation, Boeing, Airbus, Ikatan Pilot Indonesia, serta pengamat penerbangan Alvin Lie.

Diskusi juga mengangkat pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Capt. Muammar Reza Nugraha mengatakan, NAFEF menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat operasional.

“Forum ini menjadi wadah bagi seluruh stakeholder untuk mengambil peran dan tanggung jawab dalam mewujudkan efisiensi bahan bakar. Kolaborasi yang dibangun diharapkan menghasilkan penerbangan yang semakin aman, nyaman, efisien, dan terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie yang menjadi moderator dalam forum tersebut, menilai NAFEF 2026 menjadi forum yang tepat karena mempertemukan seluruh pihak yang berperan dalam efisiensi bahan bakar, mulai dari regulator, penyedia layanan navigasi, maskapai, produsen pesawat, hingga pilot.

“Diskusi seperti ini penting karena solusi efisiensi harus lahir dari pemahaman bersama seluruh pelaku industri. Pembahasan mengenai Sustainable Aviation Fuel juga menjadi langkah positif dalam mendukung keberlanjutan penerbangan di masa depan,” kata Alvin Lie.

Melalui NAFEF 2026, AirNav menegaskan perannya sebagai katalis kolaborasi industri untuk mendorong inovasi dan efisiensi operasional guna mewujudkan sistem penerbangan Indonesia yang semakin aman, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun, Kebijakan Prabowo Mulai Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja

10 September 2026 - 19:42 WIB

Pasar Tablet Indonesia Tumbuh, TECNO Tambah Varian

10 September 2026 - 17:42 WIB

AirNav Paparkan Materi Kesetaraan Gender di Forum DGCA/61

10 September 2026 - 15:56 WIB

IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 - 15:03 WIB

Citilink-Tzu Chi Teken Kesepakatan Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Tanggap Darurat

10 September 2026 - 12:46 WIB

InJourney Tegaskan Komitmen Optimalisasi Layanan Kesiapsiagaan di Seluruh Bandara InJourney Airports

10 September 2026 - 10:11 WIB

Penutupan Bandara Wunopito NTT Diperpanjang hingga Besok Pukul 07.00 WITA

10 September 2026 - 09:54 WIB

AirNav Indonesia Sabet TOP GRC Awards 2026 #5 Star

10 September 2026 - 08:24 WIB

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 683.214 Ton, Tumbuh 91,77 Persen hingga Agustus 2026

9 September 2026 - 23:10 WIB

APPSI Dorong Pasar Rakyat Berinovasi, dari Pusat Kuliner hingga Pemasok MBG

9 September 2026 - 21:02 WIB

Trending di EKOBIS