Menu

Mode Gelap
KAI Ingatkan Masyarakat Waspada di Perlintasan Sebidang Saat Liburan, 370 Orang Meninggal dalam Tiga Tahun Terakhir KAI Permudah Akses Investor ke Aset Strategis Lewat Platform Digital Space by KAI Hadapi Libur Sekolah, Kemenhub Uji Petik Kapal di Pelabuhan Ternate PNM Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Penanaman 27 Ribu Pohon dan Program Sosial untuk Masyarakat Perkuat Tata Kelola dan Keunggulan Operasional, PELNI Terima 7 Sertifikat ISO BPSDMP Gelar Global Vocational Sinergy di Poltekpel Surabaya

PERON

KAI Ingatkan Masyarakat Waspada di Perlintasan Sebidang Saat Liburan, 370 Orang Meninggal dalam Tiga Tahun Terakhir

badge-check


 KAI Ingatkan Masyarakat Waspada di Perlintasan Sebidang Saat Liburan, 370 Orang Meninggal dalam Tiga Tahun Terakhir Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api selama periode liburan.

KAI menegaskan langkah sederhana seperti berhenti sejenak, menengok kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas dapat mencegah terjadinya kecelakaan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat selama masa liburan biasanya diikuti dengan kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan, termasuk di kawasan perlintasan sebidang.

“Saat liburan, mobilitas masyarakat meningkat dan kondisi jalan raya cenderung lebih padat. Karena itu kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri sebelum melintas. Keselamatan selalu menjadi prioritas dalam setiap perjalanan,” ujar Anne pada Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan data KAI, sepanjang 2023 hingga 24 Mei 2026 terjadi 1.074 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan total 964 korban. Dari jumlah tersebut, 370 orang meninggal dunia, 247 orang mengalami luka berat, dan 347 orang luka ringan.

KAI mencatat sekitar 80 persen kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak dijaga. Sementara itu, 88 persen insiden dipicu oleh perilaku pengguna jalan yang menerobos saat kereta api akan melintas.

Untuk menekan angka kecelakaan, KAI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanganan perlintasan sebidang di seluruh wilayah operasional. Dari total 3.674 perlintasan sebidang yang ada, sebanyak 1.810 merupakan perlintasan tidak dijaga yang menjadi fokus peningkatan keselamatan.

Program tersebut mencakup penutupan perlintasan berisiko tinggi serta peningkatan standar keselamatan pada lokasi yang masih diperlukan untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Hingga 4 Juni 2026, program penutupan perlintasan sebidang prioritas telah mencapai progres 69 persen. Dari target nasional sebanyak 172 lokasi, sebanyak 118 lokasi telah berhasil ditutup, sementara 54 lokasi lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Capaian tersebut tersebar di sejumlah wilayah operasional KAI. Divre I Sumatera Utara telah menyelesaikan seluruh target penutupan sebanyak 39 lokasi. Daop 4 Semarang menutup 11 lokasi, Divre III Palembang enam lokasi, sedangkan Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 6 Yogyakarta, dan Daop 7 Madiun juga telah menuntaskan seluruh target prioritas di wilayah masing-masing.

Anne menegaskan program penutupan perlintasan sebidang merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi potensi kecelakaan antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

“Setiap perlintasan yang berhasil ditutup berarti mengurangi satu titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian, serta para pemangku kepentingan untuk mempercepat program ini,” katanya.

Selain mengingatkan pengguna jalan, KAI juga mengimbau pelanggan kereta api agar mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih baik selama masa liburan. Kepadatan lalu lintas yang meningkat berpotensi memengaruhi waktu tempuh menuju stasiun keberangkatan.

“Kami mengimbau pelanggan untuk memperkirakan waktu perjalanan dengan lebih cermat dan datang lebih awal ke stasiun. Dengan demikian pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk proses boarding dan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman tanpa terburu-buru,” ujar Anne.

KAI menegaskan bahwa pengguna jalan tetap wajib berhenti dan memastikan kondisi lintasan aman sebelum melintas, baik di perlintasan yang dilengkapi palang pintu maupun yang tidak dijaga.

“Kereta api memiliki jalur dan prioritas perjalanan yang harus diutamakan. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, lalu melintas dengan aman,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Permudah Akses Investor ke Aset Strategis Lewat Platform Digital Space by KAI

5 Juni 2026 - 17:54 WIB

KAI Berikan Diskon 30 Persen untuk Kereta Ekonomi Komersial Selama Libur Sekolah

5 Juni 2026 - 14:42 WIB

Penumpang Kereta Api. (Dok.KAI)

Mau Liburan Naik Kereta? KAI Beri Diskon Tarif Ekonomi Komersial 30 Persen

5 Juni 2026 - 09:16 WIB

Menhub Dudy Pastikan Penyerapan Anggaran 2026  Tepat Sasaran dan Efektif

5 Juni 2026 - 07:49 WIB

KAI Services Resmi Kelola Dining Car Whoosh, Penumpang Kini Bisa Nikmati Kuliner Selama Perjalanan

5 Juni 2026 - 07:28 WIB

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Cikuray Mulai 10 Juni 2026

4 Juni 2026 - 21:01 WIB

Viral Keributan di Gerbong Wanita KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Penumpang Sampai Diinjak hingga Dijambak

4 Juni 2026 - 20:23 WIB

KAI Tambah 11 Gardu Traksi untuk Dukung Peningkatan Layanan Commuter Line Rangkasbitung

4 Juni 2026 - 20:07 WIB

KAI Services Hadirkan Dining Car di Kereta Whoosh, Nikmati Kuliner di Perjalanan Singkat

4 Juni 2026 - 10:02 WIB

KAI Tutup 116 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi, Capai 67 Persen dari Target Nasional

4 Juni 2026 - 09:53 WIB

Trending di PERON