Menu

Mode Gelap
Ketika Puisi Menjadi Langit dan Bumi Tani Merdeka Aceh Tengah Apresiasi Bantuan Traktor Roda 4 untuk Petani Klarifikasi Dinas Pendidikan Dayah Aceh: Bedah Tuntas Pengadaan Kitab Rp50 Miliar, “Apple-to-Apple” Jadi Kunci Jawaban Sorotan Harga Ini Imbauan KSOP Tanjung Wangi di Pelabuhan Ketapang Kemenhub Urai Kepadatan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub: Operasional Bandara Normal

PERON

Balai Yasa Cirebon Prujakan Rawat 51 Mesin Perawatan Rel untuk Dukung Keselamatan KA di Jawa

badge-check


 Balai Yasa Cirebon Prujakan Rawat 51 Mesin Perawatan Rel untuk Dukung Keselamatan KA di Jawa Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Suara mesin bubut, aktivitas pengelasan, pemeriksaan sistem hidraulis, hingga pengujian komponen menjadi bagian dari keseharian para pekerja di Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan. Di fasilitas tersebut, beragam mesin perawatan jalan rel diperiksa dan dirawat sebelum kembali digunakan di wilayah operasi KAI di seluruh Pulau Jawa.

Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan merupakan fasilitas perawatan utama milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berlokasi di Jalan Kesambi Nomor 2, Kota Cirebon, Jawa Barat. Letaknya berdekatan dengan Stasiun Cirebon Prujakan.

Fasilitas ini menangani perawatan berkala, perawatan berat, perbaikan, pengujian fungsi, serta penyesuaian kemampuan teknis Mesin Perawatan Jalan Rel. Dalam pencatatan aset teknis KAI, mesin tersebut juga dikenal sebagai Kereta Perawatan Jalan Rel atau (KPJR).

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pekerjaan di Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan memiliki hubungan erat dengan kesiapan jalur dan keselamatan perjalanan kereta api.

“Perjalanan kereta api yang aman memerlukan kondisi rel yang stabil dan sesuai standar teknis. Mesin perawatan jalan rel membantu menjaga kondisi tersebut. Karena itu, setiap mesin perlu dipastikan andal sebelum kembali digunakan di lintas,” kata Anne.

Mesin perawatan jalan rel membantu pekerjaan pengangkatan dan pelurusan jalur, pengaturan ketinggian rel, pemadatan batu balas, pembentukan profil batu balas, hingga stabilisasi jalur setelah proses perawatan.

Batu balas merupakan susunan batu pecah yang berada di bawah dan sekitar bantalan rel. Material tersebut membantu menopang bantalan, membagi beban perjalanan kereta api, menjaga kestabilan jalur, dan memperlancar aliran air di sekitar rel.

Apabila posisi rel atau kepadatan batu balas berubah akibat beban perjalanan dan kondisi lingkungan, mesin perawatan digunakan untuk membantu mengembalikan geometri jalur sesuai kebutuhan teknis. Geometri jalan rel meliputi kelurusan, ketinggian, jarak antarrelnya, serta kemiringan jalur.

Pada 2026, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan memiliki program perawatan terhadap 51 unit mesin perawatan jalan rel. Per 17 Juli 2026, sebanyak 22 unit atau 43,1 persen telah selesai menjalani perawatan dan tujuh unit sedang dalam proses. Sebanyak 22 unit lainnya berada dalam jadwal perawatan tahap berikutnya.

Secara umum, MTT atau Multiple Tie Tamper digunakan untuk mengangkat, meluruskan, dan memadatkan jalan rel. PBR atau Plasser Ballast Regulator digunakan untuk menata serta membentuk profil batu balas di sekitar bantalan.

Wesel merupakan konstruksi jalan rel yang memungkinkan kereta api berpindah dari satu jalur ke jalur lainnya. Ketepatan posisi komponen wesel perlu dijaga karena berhubungan dengan pengaturan arah perjalanan kereta api.

“Setiap mesin mempunyai fungsi yang berbeda. Ada mesin yang mengoreksi posisi rel, memadatkan batu balas, menata material di sekitar bantalan, dan membantu pekerjaan pada wesel. Seluruh fungsi tersebut saling mendukung agar jalur tetap aman dilewati kereta api,” ujar Anne.

Mesin yang dirawat di Cirebon Prujakan digunakan untuk mendukung kebutuhan Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, dan Daop 9 Jember.

Cakupan tersebut menjadikan Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan sebagai salah satu pendukung utama pemeliharaan prasarana KAI di seluruh wilayah Jawa. Setelah proses perawatan dan pengujian selesai, mesin dapat kembali digunakan sesuai kebutuhan masing-masing daerah operasi.

Berdasarkan data kinerja, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan menyelesaikan 50 pekerjaan perawatan mesin pada 2024 dan 53 pekerjaan pada 2025. Hingga 17 Juli 2026, sebanyak 22 pekerjaan telah selesai. Secara keseluruhan, terdapat 125 penyelesaian pekerjaan perawatan sejak 2024 hingga pertengahan Juli 2026.

Pekerjaan tersebut menggunakan pola perawatan P12, P24, dan P48 beserta variasi tahapannya. P12 merupakan perawatan dengan siklus 12 bulan, P24 dilakukan setiap dua tahun, sedangkan P48 dilaksanakan setiap empat tahun dengan lingkup pemeriksaan yang lebih luas.

Proses perawatan mencakup pemeriksaan sistem mekanis, hidraulis, kelistrikan, pengereman, penggerak, dan perangkat kerja mesin. Lingkup pekerjaan ditentukan berdasarkan tipe, usia, jam kerja, kondisi komponen, serta riwayat gangguan masing-masing mesin.

Mesin yang dirawat memiliki rentang tahun produksi dari 1984 hingga 2024. Sebanyak 23 unit berasal dari periode 1984–1994, delapan unit dari periode 2013–2015, dan 20 unit dari periode 2020–2024.

Keberagaman usia dan teknologi tersebut membutuhkan pekerja yang memahami sistem mekanis dari berbagai generasi. Mesin yang lebih lama memerlukan ketelitian dalam pemeriksaan komponen dan penyesuaian suku cadang, sedangkan mesin generasi baru dilengkapi sistem kontrol dan perangkat elektronik yang lebih kompleks.

Per 1 Mei 2026, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan didukung oleh 48 pekerja yang terdiri atas 21 pegawai organik, 20 petugas alih daya perawatan, tiga tenaga kebersihan, dan empat tenaga pengamanan.

Para pekerja menangani pekerjaan mulai dari perencanaan program perawatan, pembongkaran komponen, pemeriksaan kerusakan, perbaikan, pemasangan kembali, pengujian fungsi, hingga pengendalian kualitas hasil pekerjaan.

Penilaian Service Level Agreement terhadap 20 petugas alih daya perawatan pada April 2026 mencatat nilai rata-rata 96,6. Nilai tersebut mencerminkan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kualitas, kedisiplinan, keselamatan, dan pemenuhan target yang telah ditetapkan.

Kompetensi pekerja diperkuat melalui sertifikasi dan pelatihan di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 umum, K3 kimia, pertolongan pertama pada kecelakaan, pemadaman kebakaran, pengelolaan air limbah, serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.

Balai yasa juga memiliki pekerja dengan kompetensi pengoperasian overhead crane, forklift, dan lifting jack, serta teknisi pesawat angkat dan angkut maupun pesawat tenaga dan produksi.

“Keandalan mesin sangat bergantung pada ketelitian dan kompetensi pekerja. Setiap tahapan harus dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan awal, perbaikan komponen, pemasangan, hingga pengujian sebelum mesin dinyatakan siap digunakan,” kata Anne.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan dilengkapi overhead crane, mesin bubut, mesin milling, forklift, mesin potong, hydraulic press, lifting jack, hand lift, genset, mesin pengisian nitrogen accumulator, scissor lift, serta high-pressure washer.

Peralatan tersebut membantu pekerja mengangkat komponen berukuran besar, membentuk material, memperbaiki komponen, membersihkan perangkat mesin, dan melakukan pekerjaan pada bagian atas maupun bawah sarana.

Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015. Pengelolaan lingkungan dilakukan melalui instalasi pengolahan air limbah, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun, penanaman pohon, revitalisasi taman, serta hidroponik.

Data norma kendali hingga April 2026 mencatat nol kecelakaan kerja, nol pencemaran lingkungan, dan nol keterlambatan proses perawatan.

“Keselamatan perjalanan dibangun dari banyak pekerjaan yang berlangsung di belakang layar. Kesiapan rel di lapangan, keandalan mesin perawatan, kompetensi pekerja, serta disiplin dalam setiap proses menjadi bagian yang saling terhubung untuk menjaga perjalanan kereta api di seluruh Jawa,” tutup Anne.

Baca Lainnya

21.911 Wisman Naik Kereta di Sumatra hingga Agustus 2026, Medan Jadi yang Terbanyak

5 September 2026 - 18:16 WIB

KAI Perkuat Integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru, Siapkan Travelator dan Fasilitas Akses

5 September 2026 - 17:12 WIB

498.232 Turis Mancanegara Naik Kereta Api hingga Agustus 2026, Yogyakarta Jadi Favorit

5 September 2026 - 12:13 WIB

Hari Pelanggan Nasional, KAI Services Turun Langsung Sapa Pengguna di 11 Regional

5 September 2026 - 04:25 WIB

KAI Services Bawa Pengalaman Kereta ke Tengah KAI Expo 2026, Hadirkan Produk dan Layanannya!

4 September 2026 - 23:10 WIB

KAI Wisata Tebar Promo Premium dan Paket Wisata di KAI Expo 2026

4 September 2026 - 21:33 WIB

Tembus 351,6 Juta Pelanggan, KAI Group Catat Lonjakan Mobilitas Masyarakat hingga Agustus 2026

4 September 2026 - 21:13 WIB

KAI Tegaskan Stasiun Karet Tak Ditutup, Layanan KRL Diintegrasikan dengan BNI City

4 September 2026 - 20:43 WIB

KAI Expo 2026, KCIC Tebar Diskon 20 Persen untuk Group Reservation dan Edutrip Whoosh

4 September 2026 - 14:48 WIB

KAI Commuter Bagikan 2.500 Kopi dan 700 Suvenir di Hari Pelanggan Nasional 2026

4 September 2026 - 13:01 WIB

Trending di PERON