Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada Dirantai Digelang Rindu Dipopulerkan Exists Band Legendaris Malaysia, Kini Diremake Indra Adhari Cut Tari Bikin Konflik Makin Panas, Rahasia Masa Lalu Terkuak di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026

BANDARA

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub: Operasional Bandara Normal

badge-check


 Bandara Soetta Perbesar

Bandara Soetta

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menerima informasi awal melalui laporan Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau Sabtu (5/9/2026) pagi.

Berdasarkan ASHTAM Nomor VAWR3739 yang diterbitkan pada pukul 09.10 WIB, tercatat jarak sebaran abu vulkanik terhadap sejumlah bandar udara sebagai berikut:
1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sekitar 31,4 km;
2. Bandar Udara Pondok Cabe sekitar 18,5 km; dan
3. Bandar Udara Halim Perdanakusuma sekitar 31,4 km.

“Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pengamatan menggunakan paper test VA telah dilakukan dan
hingga saat ini tidak terdeteksi adanya abu vulkanik,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa.

Untuknya, Operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, normal, dan lancar.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan guna memastikan keselamatan dan kelanjutan operasional penerbangan khususnya pasa bandar udara terdampak abu vulkanik.

Menurutnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga mengimbau seluruh maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan penerbangan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dan perkembangan terbaru.

“Melalui NOTAM/ASHTAM terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik,” tutupnya. (omy)

Baca Lainnya

AirNav Bersama Malaysia Perkuat Koordinasi Pelayanan Navigasi Penerbangan

23 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Indonesia AirAsia Dukung Kebijakan Pemerintah, Libur Nataru Harga Tiket Domestik Turun Mulai dari 12%

23 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Asap Karhutla Meluas hingga NTT, Pengguna Jasa Agar Cek Status Penerbangan

23 Oktober 2026 - 08:03 WIB

TNI AU Uji Pendaratan Pesawat Tempur di Tol Paspro

23 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Kemenpar: Penerbangan Shenzhen–Jakarta Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Tiongkok

22 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Kemenhub dan TNI AD Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara di Bandara Kalimarau

21 Oktober 2026 - 18:20 WIB

AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

20 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dampak Karhutla Ganggu 2.604 Penerbangan, Kemenhub Perkuat Mitigasi dan Pengawasan Keselamatan

20 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

17 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Trending di EKOBIS