Menu

Mode Gelap
KAI Services Bawa Pengalaman Kereta ke Tengah KAI Expo 2026, Hadirkan Produk dan Layanannya! Hari Pelanggan Nasional 2026: IPC TPK Pontianak, Perkuat Sinergi Pengguna Jasa Demi Kelancaran Logistik Daerah Bandara AH Nasution: Desakan Terakhir Menghidupkan BUMD Menuju Epicentrum Peradaban di Antara Angkola dan Minang KAI Wisata Tebar Promo Premium dan Paket Wisata di KAI Expo 2026 Tembus 351,6 Juta Pelanggan, KAI Group Catat Lonjakan Mobilitas Masyarakat hingga Agustus 2026 Naroa Fest Mosiala Pale Award Dorong Warga Talise Peduli Kebersihan dan UMKM

PERON

Tembus 351,6 Juta Pelanggan, KAI Group Catat Lonjakan Mobilitas Masyarakat hingga Agustus 2026

badge-check


 Tembus 351,6 Juta Pelanggan, KAI Group Catat Lonjakan Mobilitas Masyarakat hingga Agustus 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KAI Group mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Dalam delapan bulan pertama tahun ini, KAI Group telah melayani 351.602.397 pelanggan, meningkat 7,09 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 328.311.868 pelanggan.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel, baik untuk mobilitas perkotaan, perjalanan antarkota, akses menuju bandara, maupun perjalanan wisata.

“Sebanyak 351,6 juta pelanggan telah menggunakan layanan KAI Group dalam delapan bulan pertama 2026. Pertumbuhan terjadi pada berbagai karakter perjalanan, mulai dari mobilitas harian di kawasan perkotaan, perjalanan antarkota, akses menuju bandara, hingga perjalanan wisata,” ujar Anne.

Secara keseluruhan, Anne menyebut pertumbuhan volume pelanggan KAI Group hingga Agustus 2026 berada di atas 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan juga terjadi di hampir seluruh segmen layanan yang dikelola KAI Group.

Pada layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI, jumlah pelanggan mencapai 40.379.062 orang, meningkat 8,69 persen dibandingkan 37.152.345 pelanggan pada periode yang sama 2025.

Sementara itu, KAI Commuter menjadi kontributor terbesar volume pelanggan KAI Group dengan 277.272.682 pelanggan, tumbuh 6,32 persen dari 260.797.109 pelanggan pada Januari-Agustus 2025.

Menurut Anne, angka pertumbuhan KAI Commuter menjadi penting karena layanan tersebut melayani jutaan perjalanan masyarakat setiap hari, khususnya untuk mobilitas perkotaan di Jabodetabek dan sejumlah wilayah di Jawa.

KAI Layani Lebih dari 350 Juta Pelanggan

Anne menjelaskan, dari total lebih dari 350 juta pelanggan yang dilayani KAI Group selama delapan bulan, sekitar 90 persen merupakan pelanggan layanan bersubsidi.

Besarnya porsi tersebut terutama berasal dari layanan angkutan perkotaan yang mendapatkan dukungan subsidi pemerintah. Sementara pelanggan layanan komersial masih berada di bawah 10 persen dari keseluruhan pelanggan KAI Group.

“90 persen dari total yang kita layani secara KAI Group adalah untuk angkutan perkotaan, yang nota bene ini memang disubsidi oleh pemerintah. Jadi untuk komersialnya, itu masih di bawah 10 persen,” kata Anne.

Menurut dia, komposisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan KAI dalam mengembangkan sumber-sumber pendapatan lainnya, termasuk dari bisnis komersial dan optimalisasi aset.

Kereta Wisata Tumbuh Hampir 50 Persen

Dari berbagai segmen layanan, KAI Wisata mencatat pertumbuhan pelanggan paling tinggi.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, KAI Wisata melayani 216.980 pelanggan, meningkat 49,09 persen dibandingkan 145.537 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Anne menyebut pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin berkembangnya minat masyarakat menggunakan layanan kereta api untuk kebutuhan wisata dan perjalanan dengan pengalaman premium.

Segmen tersebut mencakup layanan seperti Kereta Panoramic, Priority, dan charter.

“Yang paling tinggi pada saat ini adalah kereta wisata. Seperti Panoramic, Priority, charter, itu meningkat drastis hampir 50 persen pencapaiannya dibandingkan dengan tahun 2025,” ujarnya.

Pertumbuhan juga terjadi pada LRT Jabodebek yang melayani 21.809.797 pelanggan sepanjang Januari-Agustus 2026, naik 19,05 persen dibandingkan 18.320.640 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian KA Makassar-Parepare mencatat pertumbuhan 13,13 persen, dari 204.856 pelanggan menjadi 231.764 pelanggan.

Sementara Whoosh melayani 4.078.168 pelanggan atau tumbuh 0,68 persen. KAI Bandara mencatat 4.647.947 pelanggan atau tumbuh 0,19 persen.

Adapun LRT Sumsel melayani 2.965.997 pelanggan sepanjang Januari-Agustus 2026.

Pelanggan KAI Commuter Naik, Kapasitas Terus Diperbesar

Anne juga menyoroti tren pertumbuhan pengguna KAI Commuter dalam satu dekade terakhir. Menurutnya, jumlah pengguna commuter terus meningkat dan dalam 10 tahun telah bertambah lebih dari 140 juta pelanggan.
Pada 2025, KAI bahkan mencatat rekor dengan jumlah pelanggan KAI Group yang menembus lebih dari 500 juta dalam setahun.

Pertumbuhan tersebut kemudian diikuti dengan peningkatan kapasitas angkut. Anne mengatakan pengembangan kapasitas tidak hanya dilakukan dengan memperpendek headway atau menambah frekuensi perjalanan kereta, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dalam satu rangkaian.

“Jadi peningkatan kapasitas itu tidak hanya masalah headway, banyaknya kereta yang jalan. Tetapi juga kapasitas angkut dalam satu trainset,” katanya.

Menurut Anne, rangkaian KRL yang sebelumnya menggunakan empat kereta kemudian berkembang menjadi delapan dan 10 kereta. Kini, investasi KAI untuk kereta baru diarahkan menggunakan 12 kereta dalam satu trainset.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KAI mengantisipasi pertumbuhan pelanggan commuter, termasuk di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas seperti Green Line.

Integrasi Antarlayanan Terus Dikembangkan

Pertumbuhan pelanggan juga mendorong KAI memperkuat integrasi antarjenis layanan. Anne mengatakan sejumlah stasiun terus dikembangkan agar dapat menghubungkan perjalanan commuter dengan kereta jarak jauh maupun moda transportasi lainnya.

Integrasi tersebut mencakup koneksi dengan LRT Jabodebek, MRT Jakarta, TransJakarta, Whoosh, KAI Bandara, serta layanan transportasi lanjutan lainnya.

Salah satu kawasan integrasi berada di Halim, yang menghubungkan LRT Jabodebek dengan Whoosh. Sementara di kawasan Dukuh Atas, sejumlah layanan seperti Commuter Line, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, KAI Bandara, dan TransJakarta saling terkoneksi.

“Setiap layanan mempunyai fungsi yang saling melengkapi. Kereta antarkota menghubungkan wilayah, commuter dan LRT melayani mobilitas perkotaan, kereta bandara menghubungkan perjalanan dengan transportasi udara, sedangkan Whoosh memperkuat perjalanan antarkawasan metropolitan,” ujar Anne.

Menurut Anne, pengembangan integrasi tersebut juga berkaitan dengan berbagai perubahan yang dilakukan KAI dalam kerangka rencana jangka panjang perusahaan, termasuk penataan fungsi sejumlah stasiun besar seperti Gambir dan Manggarai.

Tingkat Ketepatan Waktu di Atas 90 Persen

Di tengah peningkatan volume pelanggan, KAI juga berupaya mempertahankan kualitas operasional. Anne mengatakan on-time performance (OTP) KAI masih dapat dipertahankan di atas 90 persen.

Untuk kedatangan kereta, tingkat ketepatan waktu berada di sekitar 95 persen.

“Di dalam perbaikan demi perbaikan setelah kita melakukan evaluasi, untuk on-time performance kita masih bisa mempertahankan di atas 90 persen. Tetapi memang lebih kecil kedatangannya, itu sekitar 95 persen,” ujarnya.

Dari sisi kepuasan pelanggan, KAI sebelumnya mencatat Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 4,53 dari skala 1 sampai 5.

Namun, Anne mengatakan KAI tetap menerima berbagai kritik dan masukan dari masyarakat, terutama terkait layanan ticketing, akses, tarif, dan aspek pelayanan lainnya.

“Kritik dan saran terhadap ticketing kita, akses baik itu tarif dan yang lain, ini terus kami terima. Sehingga ini akan mempengaruhi strategi-strategi kami di dalam peningkatan pelayanan di KAI Group,” kata Anne.

Angkutan Barang Capai 44,9 Juta Ton

Tidak hanya melayani penumpang, KAI Group juga mencatat kinerja positif dalam angkutan barang.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, KAI mengangkut 36.854.758 ton batu bara dan 8.051.205 ton angkutan nonbatu bara.

Angkutan nonbatu bara tersebut mencakup peti kemas, semen, BBM, pulp, produk perkebunan, hingga barang retail.

Dengan demikian, total angkutan barang yang dilayani mencapai sekitar 44,9 juta ton selama delapan bulan pertama 2026.

Anne mengatakan layanan angkutan barang berbasis rel menjadi bagian penting dalam mendukung rantai logistik nasional, khususnya untuk menghubungkan sentra produksi dengan kawasan industri maupun titik distribusi.

“KAI Group akan terus meningkatkan keselamatan, keandalan, kapasitas, dan integrasi layanan. Pertumbuhan pelanggan menjadi dorongan bagi kami untuk memastikan jaringan perkeretaapian memberikan manfaat yang semakin besar bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian nasional,” tutup Anne.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Services Bawa Pengalaman Kereta ke Tengah KAI Expo 2026, Hadirkan Produk dan Layanannya!

4 September 2026 - 23:10 WIB

KAI Wisata Tebar Promo Premium dan Paket Wisata di KAI Expo 2026

4 September 2026 - 21:33 WIB

KAI Tegaskan Stasiun Karet Tak Ditutup, Layanan KRL Diintegrasikan dengan BNI City

4 September 2026 - 20:43 WIB

KAI Expo 2026, KCIC Tebar Diskon 20 Persen untuk Group Reservation dan Edutrip Whoosh

4 September 2026 - 14:48 WIB

KAI Commuter Bagikan 2.500 Kopi dan 700 Suvenir di Hari Pelanggan Nasional 2026

4 September 2026 - 13:01 WIB

KRL Anjlok di Stasiun Jakarta Kota, Sejumlah KA Jarak Jauh Berpotensi Terlambat

4 September 2026 - 10:29 WIB

KAI Services Hadir di Mini Soccer U-17, Dorong Generasi Muda Tumbuh Lewat Olahraga

4 September 2026 - 05:12 WIB

Lowongan KAI Group 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga D4/S1 Berpeluang Bergabung

3 September 2026 - 20:47 WIB

KAI Group Layani 351,6 Juta Pelanggan hingga Agustus 2026, Tumbuh 7,09 Persen

3 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Buka Rekrutmen 2026, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

3 September 2026 - 16:11 WIB

Trending di PERON