Menu ✖

Mode Gelap
Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026 Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026 ASDP: Kebakaran KMP Batumandi di Sekitar Pulau Merak Besar, Penumpang Selamat ACCADEMI dan Kemenko Polkam Samakan Perspektif Komunikasi Publik di Era Tsunami Informasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta

PERON

KAI Tegaskan Stasiun Karet Tak Ditutup, Layanan KRL Diintegrasikan dengan BNI City

badge-check


 KAI Tegaskan Stasiun Karet Tak Ditutup, Layanan KRL Diintegrasikan dengan BNI City Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan Stasiun Karet tidak ditutup secara permanen. Stasiun yang berada di kawasan Jakarta Pusat tersebut justru tengah ditata dan diintegrasikan dengan Stasiun Sudirman Baru atau yang selama ini dikenal sebagai Stasiun BNI City untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna KRL.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penggunaan istilah “Stasiun Karet ditutup” dinilai kurang tepat. Menurutnya, KAI tidak menutup stasiun, tetapi mengintegrasikan layanan naik dan turun penumpang KRL dari Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City.

“81 tahun KAI belum pernah yang namanya menutup stasiun. Jadi saya sangat menolak diksi bahwa Karet ditutup,” kata Anne.

Anne menjelaskan, Stasiun Karet tetap memiliki fungsi dalam operasional perjalanan kereta. Namun, layanan naik-turun penumpang KRL di peron Stasiun Karet akan diintegrasikan dengan Stasiun Sudirman Baru/BNI City.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya volume pelanggan KRL. Kondisi peron Stasiun Karet yang relatif pendek dan berada dekat dengan perlintasan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan integrasi tersebut.

“Karet itu peronnya pendek, dekat dengan perlintasan. Investasi kita mulai dari dua tahun yang lalu sampai nanti untuk KRL itu semuanya sudah SF 12. Sehingga prasarana dan infrastrukturnya harus kita siapkan dari sekarang,” ujarnya.

Anne mengatakan, peningkatan kapasitas layanan KRL harus diikuti dengan kesiapan prasarana. Selain integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru, KAI juga melakukan berbagai pengembangan infrastruktur, termasuk peningkatan kapasitas listrik untuk mendukung operasional KRL.

Dia menambahkan, jumlah pelanggan yang menggunakan Stasiun Karet dan sejumlah stasiun lainnya terus mengalami peningkatan setiap tahun. Karena itu, integrasi kedua stasiun menjadi bagian dari tahapan pengembangan angkutan urban KAI.

Siapkan Travelator hingga Eskalator

Dalam proses integrasi tersebut, KAI juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk memudahkan perpindahan pelanggan dari Stasiun Karet menuju Stasiun Sudirman Baru/BNI City.

Anne mengatakan, KAI akan menyediakan travelator datar dan travelator menuju area yang lebih tinggi untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan yang berjalan kaki dari arah Stasiun Karet.

Sementara dari sisi Kendal, KAI menyiapkan fasilitas pedestrian, kanopi atau selasar, serta eskalator sebagai akses menuju kawasan stasiun.

“Walaupun kita jalan kaki dari arah Karet menuju stasiun ini, kita bisa tetap memberi kenyamanan kepada pelanggan-pelanggan kita,” katanya.

KAI juga akan menata kawasan Stasiun Karet untuk mendukung integrasi antarmoda. Salah satunya dengan menyediakan area drop zone dan fasilitas bagi layanan ojek agar aktivitas naik-turun penumpang tidak menimbulkan kemacetan.

“Nanti di Karet itu akan kita siapkan untuk yang namanya angkutan ojek dan juga terintegrasi dengan antarmodanya, tanpa kita memicu kemacetan,” ujar Anne.

Menurut Anne, konsep tersebut mengacu pada praktik integrasi antarmoda di berbagai tempat di dunia yang umumnya memiliki jarak sekitar 500 hingga 900 meter.

Stasiun Karet Tetap Menjadi Pintu Akses

Anne menegaskan, meskipun layanan naik-turun KRL dipusatkan melalui integrasi dengan Stasiun Sudirman Baru/BNI City, Stasiun Karet tetap memiliki peran sebagai akses bagi pelanggan.

“Stasiun Karet ini tetap aktif di dalam akses pelanggan, tetap aktif melayani jalur KRL,” tegasnya.

KAI juga membuka kemungkinan Stasiun Karet nantinya menjadi salah satu pintu akses bagi pengguna transportasi komuter lainnya, termasuk penumpang kereta bandara.

Saat ini, area Stasiun Karet masih ditutup sementara karena pekerjaan penataan dan pengembangan fasilitas. Anne menyebut pembukaan fasilitas akan dilakukan secara bertahap setelah pekerjaan selesai.

“Ketika sudah selesai pasti dibuka secara bertahap, diselesaikan dalam bertahap, satu sampai tujuh bulan ke depan sehingga nanti kita bisa menggunakan fasilitas layanan terhubungnya Karet ke BNI City,” katanya.

Dengan integrasi tersebut, KAI berharap perpindahan pelanggan antara kawasan Karet dan Sudirman Baru/BNI City dapat berlangsung lebih aman dan nyaman sekaligus mendukung integrasi transportasi publik di kawasan tersebut.

“Kalau di dalam grafik perjalanan kereta, Karet tetap di dalam pelayanan KRL, hanya naik-turun pelanggannya, peronnya disatukan dengan BNI City,” tutur Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026

20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta

20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen

20 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor

20 Oktober 2026 - 10:36 WIB

KAI Catat Jutaan Perjalanan Antarkota, Rute Gambir-Yogyakarta Tembus 1 Juta

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu pada 2026

19 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Tiga Kereta Api Andalan Priangan Makin Diminati, Layani 1,1 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Warteg on Train Hadir di KA Batavia, Penumpang Kini Bisa Pilih Lauk Favorit di Kereta

19 Oktober 2026 - 15:21 WIB

KAI Hubungkan Kota-Kota Kuliner Nusantara, Tiga KA Catat 2,11 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan

19 Oktober 2026 - 04:15 WIB

Trending di PERON