Wartatrans.com, BOGOR – Upaya meningkatkan literasi di kalangan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) terus didorong Pemerintah Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui pelatihan bagi guru Bahasa Indonesia agar mampu mengembangkan keterampilan menulis puisi dan cerita pendek.
Dinas Arsip dan Perpustakaan (DAP) Kabupaten Bogor menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Puisi dan Cerita Pendek di Studio Lantai 4 Gedung Perpustakaan Daerah, Cibinong, Kamis, 16 April 2026.

Kepala Bidang Perpustakaan DAP Kabupaten Bogor, Rahmat Kurnia, mengatakan tingkat kunjungan pelajar SMA ke perpustakaan daerah masih relatif rendah dibandingkan siswa SD dan SMP. “Kami berharap para guru dapat mengajak siswa lebih sering datang ke perpustakaan,” ujarnya saat membuka acara.
Menurut Rahmat, fasilitas perpustakaan saat ini semakin memadai, baik dari sisi kenyamanan ruang baca maupun koleksi buku. Selain itu, tersedia ruang ekspresi berupa studio yang didesain menyerupai panggung teater untuk mendukung kegiatan kreatif.

Sihar Ramses Simatupang dan penyair Frans Ekodhanto sebagai narasumber.
Ruang tersebut, kata dia, baru pertama kali digunakan setelah renovasi. “Memang masih tercium bau cat, karena ini perdana dipakai kembali,” ujarnya.
Workshop diikuti 30 guru Bahasa Indonesia SMA se-Kabupaten Bogor. Ketua panitia Diah Rodiah mengatakan kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia, Bank BJB, dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Nuroji.
Ketua MGMP Kabupaten Bogor, Edyar Rahayu Malik, menilai pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi guru. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.
Sementara itu, Ketua Rumah Aksara Khatulistiwa, Romauli Lubis, menyebut kemampuan menulis tidak hanya penting bagi siswa, tetapi juga guru. “Guru perlu terus mengembangkan kapasitasnya agar mampu menularkan semangat literasi,” ujarnya.
Workshop menghadirkan penulis cerpen Sihar Ramses Simatupang dan penyair Frans Ekodhanto sebagai narasumber. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diminta menulis karya yang kemudian dipilih untuk dipentaskan.
Dua karya terbaik—masing-masing cerpen dan puisi—ditampilkan dalam sesi pertunjukan. Pementasan cerpen didampingi Agus Firmansyah, sedangkan pementasan puisi disutradarai Bambang Wahyudin.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pegiat literasi, di antaranya pengurus Yayasan Hari Puisi Indonesia Herman Syahara dan relawan Relima Perpusnas RI, Julia Basri.*** (MY)

























