Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Tinjau Lokasi Kebakaran Muara Angke, Pastikan Penanganan dan Bantuan Tepat Sasaran Cegah Penyalahgunaan Disduk Capil Garut Musnahkan Blanko KTP-el Yang Rusak  KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026 PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

SENI BUDAYA

Chairil Gibran Ramadhan: “Si Pitung” Sastra Betawi

badge-check


 Chairil Gibran Ramadhan: “Si Pitung” Sastra Betawi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Tulisan ini ngebahas perjalanan Sastra Betawi dari masa Batavia sampai era sekarang, dengan gaya khas Betawi yang santai.

Intinya, Sastra Betawi punya akar panjang dari bahasa Melayu pasar—bahasa rakyat yang egaliter, tanpa kasta. Dari situ lahir karya-karya awal seperti Siti Akbari dan Njai Dasima, yang jadi fondasi budaya Betawi modern.

Masuk abad 20, muncul tokoh ikonik lewat Si Doel Anak Betawi karya Aman Datuk Madjoindo, yang kemudian makin populer lewat adaptasi Rano Karno.

Sastra Betawi juga dibesarkan oleh para jawara seperti:

Firman Muntaco (penghidup roh Betawi dalam cerita rakyat), S. M. Ardan (realisme kehidupan Jakarta), dan Mahbub Djunaidi (satir cerdas dan jenaka).

Di era modern, muncul Chairil Gibran Ramadhan (CGR), yang disebut “Si Pitung Sastra Betawi”. Dia konsisten nulis, menerbitkan karya lewat Penerbit Padasan, dan mengangkat marwah budaya Betawi lewat sastra yang membumi.

Meski dipuji akademisi dunia seperti Benedict Anderson, Sastra Betawi masih kurang mendapat tempat di kampus (belum jadi program studi khusus). Namun, harapan tetap ada karena muncul generasi baru penulis Betawi.

Walau belum sepenuhnya diakui secara akademis, Sastra Betawi tetap hidup lewat karya dan komunitas. Tugas menjaganya ada di tangan penulis dan masyarakat sendiri—biar budaya Betawi nggak cuma jadi kenangan.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman

27 Agustus 2026 - 11:16 WIB

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Guruh Sukarno Putra Galang Dana untuk Anak Penyintas Kanker Lewat “Untuk Indonesia”

22 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah

21 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bumi Atsanti, Ruang Harmoni dan Kearifan Lokal Tumbuh di Tengah Sawah Borobudur

21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Trending di RAGAM