Menu

Mode Gelap
Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen Ramainya WNA Naik Whoosh Sepanjang 2026, Malaysia Jadi Penumpang Terbanyak HUT ke-23, KAI Services Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan dan Keamanan Pangan Lewat Sertifikasi ISO 22000 Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub

SENI BUDAYA

Dari Sakit ke Karya: Dudin Lahirkan Lagu Religi dari Perenungan

badge-check


 Dari Sakit ke Karya: Dudin Lahirkan Lagu Religi dari Perenungan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Rasa sakit tak selalu berujung pada keterpurukan. Bagi Dudin, justru dari titik itulah proses kreatifnya menemukan arah. Melalui perenungan mendalam, ia menyalurkan pengalaman batinnya menjadi karya musik religi yang sarat makna spiritual.

Dudin mengaku, masa-masa sulit yang dialaminya menjadi ruang untuk lebih dekat dengan diri sendiri sekaligus dengan Sang Pencipta. Dalam keheningan, ia merangkai kegelisahan menjadi lirik, dan mengubahnya menjadi lagu-lagu yang menyentuh.

“Ketika sakit datang, saya tidak ingin larut. Saya memilih merenung, mencoba memahami apa yang sebenarnya ingin diajarkan dari semua ini,” ujar Dudin saat ditemui, belum lama ini.

Dari proses tersebut, lahirlah sejumlah lagu religi, di antaranya “Bersabar dalam Ketaatan” dan “Doa Hamba”. Kedua karya itu, menurutnya, merupakan refleksi perjalanan spiritual yang ia jalani—tentang kesabaran, keikhlasan, dan penyerahan diri kepada Tuhan.

“Lagu-lagu ini bukan sekadar karya, tapi bagian dari perjalanan saya. Ada doa, ada harapan, dan ada upaya untuk tetap kuat dalam ketaatan,” katanya.

Dudin berharap, karya-karya tersebut dapat menjadi penguat bagi pendengarnya, terutama mereka yang tengah menghadapi ujian hidup. Baginya, musik bukan hanya hiburan, tetapi juga medium penyembuhan dan pengingat akan makna kehidupan.

“Kalau lagu ini bisa menemani orang lain melewati masa sulitnya, itu sudah lebih dari cukup bagi saya,” ucapnya.*** (Daus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Trending di SENI BUDAYA