Menu

Mode Gelap
Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban  Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal  Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

SENI BUDAYA

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

badge-check


 Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Kabar duka menyelimuti dunia seni rupa Indonesia. Pelukis yang dikenal dengan gaya khas “Garis Liris”, Titis Djabarudin, meninggal dunia pada Jumat, 10 April 2026 pukul 21.15 WIB.

Kepergian almarhumah menjadi kehilangan besar, khususnya bagi kalangan perupa yang mengenal kedalaman rasa dan ketekunan estetik dalam karya-karyanya. Semasa hidupnya, Titis dikenal sebagai sosok yang menghadirkan garis bukan sekadar elemen visual, melainkan sebagai bahasa batin—lirih, reflektif, dan sarat makna.

Gaya “Garis Liris” yang melekat pada dirinya menjadi penanda kuat dalam perjalanan berkaryanya. Melalui goresan yang tampak sederhana, ia mampu menyampaikan emosi yang dalam—tentang alam, kehidupan, hingga pergulatan batin manusia. Karyanya kerap menghadirkan kesan hening, namun justru menyimpan resonansi yang panjang bagi penikmatnya.

Selain sebagai pelukis, Titis Djabarudin juga dikenal sebagai figur yang tekun dalam proses kreatif dan dekat dengan lingkungan komunitas seni. Ia menjadi inspirasi bagi banyak perupa muda, terutama dalam hal kesetiaan terhadap gaya personal dan keberanian menempuh jalur estetik yang tidak arus utama.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Para seniman, kurator, hingga penikmat seni mengenang almarhumah sebagai pribadi yang bersahaja, namun memiliki kedalaman visi artistik yang kuat.

Semoga Allah SWT merahmati almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Karya-karya dan jejak estetiknya akan tetap hidup, menjadi bagian penting dalam lanskap seni rupa Indonesia.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

13 Tahun, Mengabdi Direktur Ernawati Komit Bawa PT CMN Melayani Sepenuh Hati

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

Cost Sharing ala Carpooling: Solusi Atasi Kemacetan, Biaya Energi dan Emisi Karbon

3 Juli 2026 - 12:28 WIB

Trending di RAGAM