Menu

Mode Gelap
Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban  Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal  Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

SENI BUDAYA

“Dalam Sujudku”, Film Drama Spiritual Tentang Ujian Rumah Tangga Siap Tayang 16 April 2026

badge-check


 “Dalam Sujudku”, Film Drama Spiritual Tentang Ujian Rumah Tangga Siap Tayang 16 April 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Ditengah masyarakat dicekoki film horor dan komedi dalam kurun satu dekade lebih, sehingga penonton tidak ada pilihan untuk menonton film dengan tema religi keluarga. Menjawab kelangkaan film religi, rumah produksi Proj3cts 69 mencoba menawarkan film drama keluarga dengan nuansa religi yang kental.

Film Dalam Sujudku yang dibintang Vennisa Inez, Marcell Darwin dll ini dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026. Film ini menawarkan perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan, khususnya terkait dinamika rumah tangga serta pencarian makna di tengah berbagai ujian hidup.

Film Dalam Sujudku diangkat dari kisah nyata yang menyoroti perjalanan sebuah rumah tangga dalam menghadapi cobaan, sekaligus menggali makna spiritual yang lahir dari keikhlasan dan doa. Disutradarai Rico Michael serta diproduseri Donnie Syech, Dalam Sujudku menekankan pentingnya berserah diri kepada Tuhan dalam setiap fase kehidupan.

Sejumlah aktor dan aktris turut memperkuat cerita, di antaranya Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode, hingga Dominique Sanda. Penampilan mereka dinilai mampu menghadirkan emosi yang autentik sekaligus memperdalam pesan moral yang ingin disampaikan.

Rico Michael menegaskan bahwa film ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga sarat nilai reflektif. Ia berharap Dalam Sujudku dapat menjadi cermin bagi penonton yang tengah berada di titik terendah dalam hidupnya.

“Film ini kami hadirkan sebagai refleksi bahwa harapan selalu ada, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,” ujarnya.

Menurutnya, pesan utama film ini terletak pada kekuatan memaafkan dan ketulusan dalam berdoa. Ia menambahkan, ketika seseorang benar-benar berserah diri, di situlah makna doa yang sesungguhnya dapat dirasakan, meski jawaban Tuhan tidak selalu sesuai harapan.

Pengalaman berbeda dirasakan Denis Adhiswara yang memerankan sosok ustaz. Ia mengaku peran tersebut menjadi tantangan baru dalam karier aktingnya. “Saya harus bisa menyampaikan pesan sebagai ustaz, tidak hanya di layar, tapi juga agar bisa sampai ke penonton,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Vinessa Inez yang memerankan Aisyah. Ia mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari karakter yang dimainkan. “Aisyah mengajarkan saya untuk tetap berpikir positif dan percaya bahwa semua akan indah pada waktunya,” tuturnya.

Sementara itu, Naura Hakim yang berperan sebagai karakter pemicu konflik mencoba menghadirkan sisi manusiawi dari tokohnya. “Saya ingin karakter ini tidak hanya dipandang sebagai antagonis, tetapi juga memiliki kedalaman emosi,” jelasnya.

Film ini juga diperkuat dengan original soundtrack berjudul Titipan Ilahi yang dinyanyikan Evelyn Wijaya, juara Voice Hunt 2025. Lagu ciptaan Yusoff Al Aswad dan Amin Majid tersebut menjadi benang merah yang memperkuat nuansa spiritual dalam film. Selain itu, terdapat beberapa lagu lain seperti Tanpa Arah dan Menggoda karya Mamu Blak sweet, serta Cintaku Tak Ada yang Punya ciptaan Ferdy Tahier.

Evelyn mengaku bangga karena lagu tersebut menjadi debutnya sekaligus soundtrack film pertamanya. Ia menyebut proses produksi berlangsung cepat namun penuh tantangan.

Secara keseluruhan, Dalam Sujudku tidak hanya menyuguhkan drama yang menyentuh, tetapi juga menghadirkan pesan mendalam tentang kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan doa. Film ini diharapkan mampu menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

“Film Dalam Sujudku, cerita berbeda yang disuguhkan dan banyak terjadi di masyarakat. Sangat dekat dengan masyarakat, soal laku tidaknya. Tinggal sang produser mau tidak berpromosi secara besar-besaran. Agar masyarakat tahu ada film bagus dan menjadi alternatif tontonan buat penikmat film Indonesia,” ujar Buyil, wartawan peliput film senior ini.

Menurut Buyil, banyak produser film yang total dan bagus membuat film dengan biaya puluhan miliar. Tapi mengabaikan promosi, sehingga masyarakat tidak tahu ada film bagus. Akhirnya filmnya jeblok,” tandasnya.*** (Tebe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Trending di SENI BUDAYA