Wartatrans.com, BANDA ACEH – Semangat literasi yang menguat pasca Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh pada 22-28 Juni terus bergema. Hal itu menjadi pembahasan dalam podcast SagoeTV yang dipandu Mukhlisudin Ilyas dengan menghadirkan sastrawan dan penulis novel sejarah Putra Gara serta penyair Salman Yoga sebagai narasumber, Senin (29/6/2026).
Podcast tersebut mengangkat tema konsistensi literasi dengan menyoroti pentingnya membangun budaya baca, tulis, dan berkarya yang berakar pada kearifan lokal, kejayaan peradaban Aceh di masa silam, serta dinamika gerakan sastra masa kini.

Putra Gara menegaskan bahwa literasi harus menjadi media untuk merawat sejarah dan memperkuat identitas budaya Aceh.
“Kekayaan sejarah dan warisan intelektual Aceh perlu terus dihidupkan melalui karya sastra agar menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang,” ungkap Gara penulis novel Samudra Pasai.
Sementara itu, Salman Yoga S menilai penyelenggaraan PPN XIV Aceh telah membuktikan bahwa Aceh masih menjadi ruang penting bagi perkembangan sastra Nusantara.
“Momentum tersebut harus dijaga melalui gerakan literasi yang konsisten, tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk diskusi, penulisan, penerbitan karya, dan penguatan komunitas sastra,” ungkap Salman.
Dipandu Mukhlisudin Ilyas, diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sastrawan, komunitas, akademisi, media, dan pemerintah untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Ketiganya sepakat, sastra dan literasi merupakan fondasi penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus membangun peradaban Aceh di masa depan.*** (Jasa)






























