Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

badge-check


 Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Semangat literasi yang menguat pasca Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh pada 22-28 Juni terus bergema. Hal itu menjadi pembahasan dalam podcast SagoeTV yang dipandu Mukhlisudin Ilyas dengan menghadirkan sastrawan dan penulis novel sejarah Putra Gara serta penyair Salman Yoga sebagai narasumber, Senin (29/6/2026).

Podcast tersebut mengangkat tema konsistensi literasi dengan menyoroti pentingnya membangun budaya baca, tulis, dan berkarya yang berakar pada kearifan lokal, kejayaan peradaban Aceh di masa silam, serta dinamika gerakan sastra masa kini.

Putra Gara menegaskan bahwa literasi harus menjadi media untuk merawat sejarah dan memperkuat identitas budaya Aceh.

“Kekayaan sejarah dan warisan intelektual Aceh perlu terus dihidupkan melalui karya sastra agar menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang,” ungkap Gara penulis novel Samudra Pasai.

Sementara itu, Salman Yoga S menilai penyelenggaraan PPN XIV Aceh telah membuktikan bahwa Aceh masih menjadi ruang penting bagi perkembangan sastra Nusantara.

“Momentum tersebut harus dijaga melalui gerakan literasi yang konsisten, tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk diskusi, penulisan, penerbitan karya, dan penguatan komunitas sastra,” ungkap Salman.

Dipandu Mukhlisudin Ilyas, diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sastrawan, komunitas, akademisi, media, dan pemerintah untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Ketiganya sepakat, sastra dan literasi merupakan fondasi penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus membangun peradaban Aceh di masa depan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA