Menu ✖

Mode Gelap
Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan Prabowo Ganti Sejumlah Menteri dan Pejabat Negara, Ini Daftar Lengkapnya! Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Sejumlah Menteri Bergeser Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon

SENI BUDAYA

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

badge-check


 Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Semangat literasi yang menguat pasca Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh pada 22-28 Juni terus bergema. Hal itu menjadi pembahasan dalam podcast SagoeTV yang dipandu Mukhlisudin Ilyas dengan menghadirkan sastrawan dan penulis novel sejarah Putra Gara serta penyair Salman Yoga sebagai narasumber, Senin (29/6/2026).

Podcast tersebut mengangkat tema konsistensi literasi dengan menyoroti pentingnya membangun budaya baca, tulis, dan berkarya yang berakar pada kearifan lokal, kejayaan peradaban Aceh di masa silam, serta dinamika gerakan sastra masa kini.

Putra Gara menegaskan bahwa literasi harus menjadi media untuk merawat sejarah dan memperkuat identitas budaya Aceh.

“Kekayaan sejarah dan warisan intelektual Aceh perlu terus dihidupkan melalui karya sastra agar menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang,” ungkap Gara penulis novel Samudra Pasai.

Sementara itu, Salman Yoga S menilai penyelenggaraan PPN XIV Aceh telah membuktikan bahwa Aceh masih menjadi ruang penting bagi perkembangan sastra Nusantara.

“Momentum tersebut harus dijaga melalui gerakan literasi yang konsisten, tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk diskusi, penulisan, penerbitan karya, dan penguatan komunitas sastra,” ungkap Salman.

Dipandu Mukhlisudin Ilyas, diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sastrawan, komunitas, akademisi, media, dan pemerintah untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Ketiganya sepakat, sastra dan literasi merupakan fondasi penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus membangun peradaban Aceh di masa depan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM