Menu

Mode Gelap
Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur Penumpang Difabel Enggak Perlu Naik Turun Kursi Roda untuk Naik KRL, Perjalanan RS Jakarta-Stasiun Bogor jadi Lebih Mudah Karena MBG Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Club 2026. Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas Akhirnya Dunia Usaha Ekonomi Kreatif Cilacap Punya Payung Hukum

SENI BUDAYA

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

badge-check


 Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda Perbesar

Wartatranscom, BANDA ACEH – Diskusi mengenai rencana film Malahayati: Pasukan 1000 Janda menjadi salah satu pembahasan yang mengemuka disela kegiatan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV di Aceh. Sejumlah sastrawan dan budayawan, di antaranya Jose Rizal Manua, Salman Yoga, Din Saja, Putra Gara, Djamal Syarif, dan Jasa Purnama, membahas penggunaan judul film yang dinilai tidak merepresentasikan sosok Laksamana Malahayati secara utuh di kedai kupi dekat Goenungan, Ahad (28/06/2026).

Dalam diskusi tersebut, Jose Rizal Manua menyatakan dukungannya terhadap sikap para seniman Aceh dan Gayo yang menyampaikan keberatan atas penggunaan judul Pasukan 1000 Janda.

“Saya setuju dengan pernyataan para seniman Gayo dan Aceh yang keberatan dengan judul itu. Judul tersebut justru menjadikan film itu kecil dan kerdil,” kata Jose Rizal Manua yang juga dikenal sebagai penyair dan aktor teater dan film.

Menurut Jose, sosok Malahayati merupakan pahlawan besar yang memiliki nilai sejarah, kepemimpinan, dan perjuangan yang jauh lebih luas daripada sekadar istilah “Pasukan 1000 Janda”. Ia juga mengaku memahami kemarahan para seniman Aceh yang merasa identitas sejarah daerahnya tidak digambarkan secara proporsional.

“Saya memaklumi kemarahan para seniman Gayo dan Aceh. Mereka sedang menjaga marwah sejarah dan kebudayaan Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, sastrawan Putra Gara menilai judul sebuah film memiliki peran penting dalam membangun persepsi publik terhadap tokoh sejarah. Menurutnya, penggunaan istilah yang dianggap sensasional justru berpotensi mengaburkan kebesaran nama Malahayati.

“Malahayati adalah simbol keberanian perempuan Nusantara. Judul film semestinya mengangkat kebesaran nama beliau, bukan mengecilkannya dengan frasa yang dapat menimbulkan tafsir keliru. Kita ingin generasi muda mengenal Malahayati sebagai laksamana perempuan pertama yang memimpin armada laut Aceh dan menjadi kebanggaan bangsa,” kata Putra Gara.

Perdebatan mengenai judul film tersebut sebelumnya juga memicu berbagai tanggapan dari kalangan seniman dan budayawan Aceh. Mereka berharap rumah produksi dapat mempertimbangkan kembali judul film agar lebih menghormati nilai sejarah serta martabat Laksamana Malahayati sebagai pahlawan nasional yang dikenal atas kepemimpinan dan perjuangannya melawan kolonialisme.

Salman Yoga menambahkan, dalam diskusi yang berlangsung hangat dengan semangat menjaga warisan sejarah dan budaya Aceh, sekaligus mendorong agar karya perfilman yang mengangkat tokoh bangsa tetap berpijak pada penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah dan identitas budaya.

“Kami mendukung dibuatnya film Malahayati. Tapi kami menolak judul Pasukan 1000 Janda,” tegas Salman Yoga.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Yatti Surachman Tagih Janji Pembeli Rumah, Sisa Pelunasan Rp45 Juta Belum Dibayar

28 Juni 2026 - 14:29 WIB

Syuting “Lautan Cinta” di Yogyakarta, Abidzar Al-Ghifari Nikmati Kebersamaan dengan Para Pemain

28 Juni 2026 - 14:22 WIB

Kementerian Kebudayaan Resmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari di Banyumas

28 Juni 2026 - 13:23 WIB

Syech Mulyadi Abadikan Semangat PPN XIV Aceh Lewat Puisi “Dari Tanah Aceh, PPN Ku Kenal”

28 Juni 2026 - 01:58 WIB

Pameran Arsip dan Karya Oesman Effendi Hadirkan Jejak Kreatif Maestro Seni Rupa Indonesia

28 Juni 2026 - 01:46 WIB

Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda”

27 Juni 2026 - 23:40 WIB

Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh

27 Juni 2026 - 22:20 WIB

Trending di SENI BUDAYA