Menu ✖

Mode Gelap
Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan Prabowo Ganti Sejumlah Menteri dan Pejabat Negara, Ini Daftar Lengkapnya! Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Sejumlah Menteri Bergeser Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon

SENI BUDAYA

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

badge-check


 Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda Perbesar

Wartatranscom, BANDA ACEH – Diskusi mengenai rencana film Malahayati: Pasukan 1000 Janda menjadi salah satu pembahasan yang mengemuka disela kegiatan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV di Aceh. Sejumlah sastrawan dan budayawan, di antaranya Jose Rizal Manua, Salman Yoga, Din Saja, Putra Gara, Djamal Syarif, dan Jasa Purnama, membahas penggunaan judul film yang dinilai tidak merepresentasikan sosok Laksamana Malahayati secara utuh di kedai kupi dekat Goenungan, Ahad (28/06/2026).

Dalam diskusi tersebut, Jose Rizal Manua menyatakan dukungannya terhadap sikap para seniman Aceh dan Gayo yang menyampaikan keberatan atas penggunaan judul Pasukan 1000 Janda.

“Saya setuju dengan pernyataan para seniman Gayo dan Aceh yang keberatan dengan judul itu. Judul tersebut justru menjadikan film itu kecil dan kerdil,” kata Jose Rizal Manua yang juga dikenal sebagai penyair dan aktor teater dan film.

Menurut Jose, sosok Malahayati merupakan pahlawan besar yang memiliki nilai sejarah, kepemimpinan, dan perjuangan yang jauh lebih luas daripada sekadar istilah “Pasukan 1000 Janda”. Ia juga mengaku memahami kemarahan para seniman Aceh yang merasa identitas sejarah daerahnya tidak digambarkan secara proporsional.

“Saya memaklumi kemarahan para seniman Gayo dan Aceh. Mereka sedang menjaga marwah sejarah dan kebudayaan Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, sastrawan Putra Gara menilai judul sebuah film memiliki peran penting dalam membangun persepsi publik terhadap tokoh sejarah. Menurutnya, penggunaan istilah yang dianggap sensasional justru berpotensi mengaburkan kebesaran nama Malahayati.

“Malahayati adalah simbol keberanian perempuan Nusantara. Judul film semestinya mengangkat kebesaran nama beliau, bukan mengecilkannya dengan frasa yang dapat menimbulkan tafsir keliru. Kita ingin generasi muda mengenal Malahayati sebagai laksamana perempuan pertama yang memimpin armada laut Aceh dan menjadi kebanggaan bangsa,” kata Putra Gara.

Perdebatan mengenai judul film tersebut sebelumnya juga memicu berbagai tanggapan dari kalangan seniman dan budayawan Aceh. Mereka berharap rumah produksi dapat mempertimbangkan kembali judul film agar lebih menghormati nilai sejarah serta martabat Laksamana Malahayati sebagai pahlawan nasional yang dikenal atas kepemimpinan dan perjuangannya melawan kolonialisme.

Salman Yoga menambahkan, dalam diskusi yang berlangsung hangat dengan semangat menjaga warisan sejarah dan budaya Aceh, sekaligus mendorong agar karya perfilman yang mengangkat tokoh bangsa tetap berpijak pada penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah dan identitas budaya.

“Kami mendukung dibuatnya film Malahayati. Tapi kami menolak judul Pasukan 1000 Janda,” tegas Salman Yoga.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM