Wartatrans.com, BANDUNG BARAT – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Yuli Riban Art Class kembali menggelar pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya perupa disabilitas. Pameran akan berlangsung pada 18–30 Juli 2026 di Galeri Panyawangan, Kota Baru Parahyangan (KBP), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Pameran ini menjadi ruang apresiasi sekaligus perayaan kreativitas tanpa batas bagi para penyandang disabilitas. Sebanyak 40 hingga 50 karya seni rupa hasil ciptaan 20 perupa disabilitas akan dipamerkan. Para peserta terdiri atas siswa binaan Yuli Riban Art Class dan sejumlah perupa undangan yang telah melalui proses kurasi.

Pendiri Yuli Riban Art Class, Tri Yuli Prasetyo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menghadirkan ruang berkesenian yang inklusif. Melalui pendekatan pembelajaran secara personal (one-on-one/private class), seni tidak hanya menjadi media berekspresi, tetapi juga sarana terapi, membangun kepercayaan diri, memperluas interaksi sosial, hingga menjadi bekal kemandirian ekonomi bagi anak-anak disabilitas.
Program pembelajaran Yuli Riban Art Class dilaksanakan di studio rumah peserta maupun di Studio-Cafe Ruang Darmin dengan durasi pelatihan sekitar dua hingga tiga jam setiap pekan. Setiap metode pembelajaran disesuaikan dengan karakter dan potensi masing-masing peserta sehingga mampu menghasilkan karya yang autentik dan bernilai artistik.
Tak berhenti pada proses berkarya, hasil karya para peserta juga dikembangkan menjadi berbagai produk kriya seperti kaus, tote bag, mug, hingga tumbler. Langkah ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi karya seni agar memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas para perupa disabilitas.
Komitmen Yuli Riban Art Class dalam mengembangkan seni inklusi mendapat perhatian berbagai kalangan. Pada pameran tahun 2024 yang melibatkan 75 galeri, pembukaan dilakukan oleh Anung Pramono. Sementara pada tahun 2025, pameran dibuka langsung oleh Giring Ganesha.
Keberhasilan program ini juga didukung kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, komunitas seni, galeri, hingga organisasi sosial, di antaranya Prodi Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sejumlah SLB di DKI Jakarta, Prana Satya Learning Center (PSLC), Indo Care, Galeri Panyawangan, Galeri Dago Thee Huis, Ruang Darmin, serta berbagai komunitas seni nasional.
Melalui pameran ini, masyarakat, kolektor, pemerhati seni, akademisi, dan komunitas sosial diundang untuk menyaksikan secara langsung karya-karya yang lahir dari semangat, ketekunan, dan kreativitas para perupa disabilitas. Pameran diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkarya, berekspresi, dan memperoleh ruang apresiasi di dunia seni.*** (Septiadi)



