Menu

Mode Gelap
Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026 Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

SENI BUDAYA

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

badge-check


 Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026 Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG BARAT – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Yuli Riban Art Class kembali menggelar pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya perupa disabilitas. Pameran akan berlangsung pada 18–30 Juli 2026 di Galeri Panyawangan, Kota Baru Parahyangan (KBP), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Pameran ini menjadi ruang apresiasi sekaligus perayaan kreativitas tanpa batas bagi para penyandang disabilitas. Sebanyak 40 hingga 50 karya seni rupa hasil ciptaan 20 perupa disabilitas akan dipamerkan. Para peserta terdiri atas siswa binaan Yuli Riban Art Class dan sejumlah perupa undangan yang telah melalui proses kurasi.

Pendiri Yuli Riban Art Class, Tri Yuli Prasetyo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menghadirkan ruang berkesenian yang inklusif. Melalui pendekatan pembelajaran secara personal (one-on-one/private class), seni tidak hanya menjadi media berekspresi, tetapi juga sarana terapi, membangun kepercayaan diri, memperluas interaksi sosial, hingga menjadi bekal kemandirian ekonomi bagi anak-anak disabilitas.

Program pembelajaran Yuli Riban Art Class dilaksanakan di studio rumah peserta maupun di Studio-Cafe Ruang Darmin dengan durasi pelatihan sekitar dua hingga tiga jam setiap pekan. Setiap metode pembelajaran disesuaikan dengan karakter dan potensi masing-masing peserta sehingga mampu menghasilkan karya yang autentik dan bernilai artistik.

Tak berhenti pada proses berkarya, hasil karya para peserta juga dikembangkan menjadi berbagai produk kriya seperti kaus, tote bag, mug, hingga tumbler. Langkah ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi karya seni agar memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas para perupa disabilitas.

Komitmen Yuli Riban Art Class dalam mengembangkan seni inklusi mendapat perhatian berbagai kalangan. Pada pameran tahun 2024 yang melibatkan 75 galeri, pembukaan dilakukan oleh Anung Pramono. Sementara pada tahun 2025, pameran dibuka langsung oleh Giring Ganesha.

Keberhasilan program ini juga didukung kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, komunitas seni, galeri, hingga organisasi sosial, di antaranya Prodi Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sejumlah SLB di DKI Jakarta, Prana Satya Learning Center (PSLC), Indo Care, Galeri Panyawangan, Galeri Dago Thee Huis, Ruang Darmin, serta berbagai komunitas seni nasional.

Melalui pameran ini, masyarakat, kolektor, pemerhati seni, akademisi, dan komunitas sosial diundang untuk menyaksikan secara langsung karya-karya yang lahir dari semangat, ketekunan, dan kreativitas para perupa disabilitas. Pameran diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkarya, berekspresi, dan memperoleh ruang apresiasi di dunia seni.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Yatti Surachman Tagih Janji Pembeli Rumah, Sisa Pelunasan Rp45 Juta Belum Dibayar

28 Juni 2026 - 14:29 WIB

Syuting “Lautan Cinta” di Yogyakarta, Abidzar Al-Ghifari Nikmati Kebersamaan dengan Para Pemain

28 Juni 2026 - 14:22 WIB

Trending di SENI BUDAYA