Menu

Mode Gelap
Laba KAI Group Naik jadi Rp2,28 Triliun pada 2025, Ditopang Efisiensi dan Kinerja Operasional KAI Hadirkan Rail Clinic di Garut, Subang, dan Bandar Lampung, Perluas Akses Layanan Kesehatan Warga Catatan Iwan Piliang: Ketika Portugal dan Spanyol Mengajarkan Arti Sepak Bola Eksodus 11 Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia Picu Perdebatan soal Kualitas Timnas Banjir Limbah 57.000 Ton Baterai Bekas: Hantu Pasar Gelap dan Ancaman bagi Industri Nikel Indonesia KAI Catat KA Makassar-Parepare Layani Lebih dari 1 Juta Penumpang Sejak Beroperasi, Semester I 2026 Meningkat 15,44 Persen

OLAH RAGA

Belum Pulih dari Bencana, Rencana Pacuan Kuda di Takengon Diprotes

badge-check


 Belum Pulih dari Bencana, Rencana Pacuan Kuda di Takengon Diprotes Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Rencana pelaksanaan event pacuan kuda yang akan digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menjelang Idul Adha 1447 Hijriah menuai protes dari sejumlah kalangan masyarakat.

Penolakan tersebut muncul karena kondisi sebagian warga dinilai belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana yang terjadi pada November 2025 lalu.

Masyarakat terdampak menilai, pelaksanaan kegiatan budaya saat ini belum menjadi prioritas utama.

Salah seorang warga terdampak di wilayah Linge, Junaifi, menyampaikan kekecewaannya terhadap rencana tersebut. Ia juga mempertanyakan langkah pemerintah daerah yang menggagas public hearing terkait pelaksanaan pacuan kuda.

“Masih banyak hal mendesak pascabencana yang harus segera dibenahi oleh pemerintah,” ujar Junaifi.

Menurutnya, wacana public hearing justru berpotensi menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat yang saat ini membutuhkan ketenangan dan kepastian pemulihan.

“Jangan sampai masyarakat justru dibenturkan antara yang pro dan kontra,” katanya.

Ia menegaskan, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah percepatan perbaikan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan yang masih mengalami kerusakan.

Beberapa akses penting, seperti ruas jalan Takengon–Bintang dan Seule–Simpil, disebut masih membutuhkan penanganan serius agar aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.

Selain itu, akses menuju sentra produksi masyarakat juga dinilai belum sepenuhnya tersentuh perbaikan.

“Yang kami butuhkan bukan hiburan, tapi perbaikan jalan dan jembatan agar ekonomi bisa kembali bergerak,” tegasnya.

Sebagai perwakilan pemuda dari Kampung Bintang, Junaifi menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan pacuan kuda dalam waktu dekat hingga kondisi akses lintasan dinilai aman dilalui.

“Kami menolak pacuan kuda digelar sebelum jalan Takengon–Bintang dan Bintang–Serule benar-benar aman. Utamakan keselamatan sebelum healing,” pungkasnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Ketika Portugal dan Spanyol Mengajarkan Arti Sepak Bola

7 Juli 2026 - 09:34 WIB

Eksodus 11 Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia Picu Perdebatan soal Kualitas Timnas

7 Juli 2026 - 08:43 WIB

Lewat Car Free Day, FIFGROUP Gaungkan Kampanye “Perempuan Berperan” untuk Mendorong Kesetaraan Gender

5 Juli 2026 - 10:45 WIB

Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030

4 Juli 2026 - 15:19 WIB

Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking

4 Juli 2026 - 06:35 WIB

Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub

3 Juli 2026 - 17:24 WIB

Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

2 Juli 2026 - 21:37 WIB

Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence

1 Juli 2026 - 07:43 WIB

Karena MBG Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Club 2026.

29 Juni 2026 - 15:55 WIB

Pemanfaatan Aset DAMRI Hadirkan Fasilitas Olahraga Baru di Kawasan Wisata Yogyakarta

25 Juni 2026 - 09:11 WIB

Trending di NASIONAL