Menu ✖

Mode Gelap
Mari Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan Cari Inspirasi Liburan Akhir Pekan? Ini 10 Stasiun KAI dengan Pertumbuhan Pelanggan Tertinggi KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor pada Senin 19 Oktober Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh AHY Run Jawa Tengah 2026 dapat Apresiasi Baik dari Menko IPK, Gubernur Jateng, dan Masyarakat

OLAH RAGA

Belum Pulih dari Bencana, Rencana Pacuan Kuda di Takengon Diprotes

badge-check


 Belum Pulih dari Bencana, Rencana Pacuan Kuda di Takengon Diprotes Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Rencana pelaksanaan event pacuan kuda yang akan digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menjelang Idul Adha 1447 Hijriah menuai protes dari sejumlah kalangan masyarakat.

Penolakan tersebut muncul karena kondisi sebagian warga dinilai belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana yang terjadi pada November 2025 lalu.

Masyarakat terdampak menilai, pelaksanaan kegiatan budaya saat ini belum menjadi prioritas utama.

Salah seorang warga terdampak di wilayah Linge, Junaifi, menyampaikan kekecewaannya terhadap rencana tersebut. Ia juga mempertanyakan langkah pemerintah daerah yang menggagas public hearing terkait pelaksanaan pacuan kuda.

“Masih banyak hal mendesak pascabencana yang harus segera dibenahi oleh pemerintah,” ujar Junaifi.

Menurutnya, wacana public hearing justru berpotensi menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat yang saat ini membutuhkan ketenangan dan kepastian pemulihan.

“Jangan sampai masyarakat justru dibenturkan antara yang pro dan kontra,” katanya.

Ia menegaskan, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah percepatan perbaikan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan yang masih mengalami kerusakan.

Beberapa akses penting, seperti ruas jalan Takengon–Bintang dan Seule–Simpil, disebut masih membutuhkan penanganan serius agar aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.

Selain itu, akses menuju sentra produksi masyarakat juga dinilai belum sepenuhnya tersentuh perbaikan.

“Yang kami butuhkan bukan hiburan, tapi perbaikan jalan dan jembatan agar ekonomi bisa kembali bergerak,” tegasnya.

Sebagai perwakilan pemuda dari Kampung Bintang, Junaifi menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan pacuan kuda dalam waktu dekat hingga kondisi akses lintasan dinilai aman dilalui.

“Kami menolak pacuan kuda digelar sebelum jalan Takengon–Bintang dan Bintang–Serule benar-benar aman. Utamakan keselamatan sebelum healing,” pungkasnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AHY Run Jawa Tengah 2026 dapat Apresiasi Baik dari Menko IPK, Gubernur Jateng, dan Masyarakat

18 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Pimpin PABERSI Sulteng, Farid Podungge Bidik Prestasi Atlet di PON 2028

17 Oktober 2026 - 20:13 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Suasana Tegang Menyelimuti Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 di Kantor Gubernur Jateng

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Timnas Juara FIFA ASEAN Cup, Presiden Siapkan Bonus Ekstra

6 Oktober 2026 - 07:54 WIB

AFC Dorong Asian Nations League, Beban Biaya Perjalanan jadi Sorotan

5 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Indonesia 9-2 Bangladesh, FIFA ASEAN Cup Turut Dorong Ekonomi Bandung

2 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Indonesia-Malaysia Imbang 0-0 di Laga Kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

29 September 2026 - 07:21 WIB

Trending di OLAH RAGA