Menu

Mode Gelap
360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026 Ciptakan Petugas Andal, KAI Daop 7 Madiun Selenggarakan Diklat Refreshing PPKA KAI Group Perkuat Integrasi Antarmoda, Jumlah Penumpang LRT Jabodebek hingga Whoosh Meningkat pada Triwulan I 2026 Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik Belum Pulih dari Bencana, Rencana Pacuan Kuda di Takengon Diprotes Helikopter Jatuh di Sanggau Kalimantan Barat, Delapan Orang Tewas

OLAH RAGA

Belum Pulih dari Bencana, Rencana Pacuan Kuda di Takengon Diprotes

badge-check


 Belum Pulih dari Bencana, Rencana Pacuan Kuda di Takengon Diprotes Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Rencana pelaksanaan event pacuan kuda yang akan digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menjelang Idul Adha 1447 Hijriah menuai protes dari sejumlah kalangan masyarakat.

Penolakan tersebut muncul karena kondisi sebagian warga dinilai belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana yang terjadi pada November 2025 lalu.

Masyarakat terdampak menilai, pelaksanaan kegiatan budaya saat ini belum menjadi prioritas utama.

Salah seorang warga terdampak di wilayah Linge, Junaifi, menyampaikan kekecewaannya terhadap rencana tersebut. Ia juga mempertanyakan langkah pemerintah daerah yang menggagas public hearing terkait pelaksanaan pacuan kuda.

“Masih banyak hal mendesak pascabencana yang harus segera dibenahi oleh pemerintah,” ujar Junaifi.

Menurutnya, wacana public hearing justru berpotensi menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat yang saat ini membutuhkan ketenangan dan kepastian pemulihan.

“Jangan sampai masyarakat justru dibenturkan antara yang pro dan kontra,” katanya.

Ia menegaskan, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah percepatan perbaikan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan yang masih mengalami kerusakan.

Beberapa akses penting, seperti ruas jalan Takengon–Bintang dan Seule–Simpil, disebut masih membutuhkan penanganan serius agar aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.

Selain itu, akses menuju sentra produksi masyarakat juga dinilai belum sepenuhnya tersentuh perbaikan.

“Yang kami butuhkan bukan hiburan, tapi perbaikan jalan dan jembatan agar ekonomi bisa kembali bergerak,” tegasnya.

Sebagai perwakilan pemuda dari Kampung Bintang, Junaifi menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan pacuan kuda dalam waktu dekat hingga kondisi akses lintasan dinilai aman dilalui.

“Kami menolak pacuan kuda digelar sebelum jalan Takengon–Bintang dan Bintang–Serule benar-benar aman. Utamakan keselamatan sebelum healing,” pungkasnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Final Four Proliga 2026 Semarang, Jadi Ajang Akhir Menuju Grand Final

16 April 2026 - 05:28 WIB

Polrestabes Semarang Mengadakan E-Sport Cup 2026, Sebuah Inovasi Pembinaan Generasi Muda

13 April 2026 - 09:24 WIB

Final Four Proliga 2026 Belum Usai Tapi Tim Ini Sudah Mendapat Tiket Grand Final 

13 April 2026 - 09:18 WIB

Pertamina Menikung di Saat Akhir, Jadi Juara Putaran Pertama Final Four Proliga 2026

11 April 2026 - 06:03 WIB

LavAni Menyudahi ‘Perang’ Amerika Versus Iran di Final Four Proliga 2026 Solo

10 April 2026 - 20:26 WIB

‘Perang’ Amerika VS Iran terjadi di Final Four Proliga 2026 Solo

9 April 2026 - 10:14 WIB

PTP Nonpetikemas Jambi Perkuat Peran Strategis, Dorong Efisiensi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

8 April 2026 - 16:40 WIB

Final Four Sekaligus Grand Final Proliga 2026 Berlangsung April, Berikut Ini Format Baru dan Jadwalnya. 

31 Maret 2026 - 13:50 WIB

Final Four Proliga 2026 Digelar April, Menjadikannya Arena ‘Perang’ 8 Tim Elite Voli Indonesia 

31 Maret 2026 - 07:42 WIB

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 Amerika, Donald Trump Masa Bodoh

12 Maret 2026 - 05:30 WIB

Trending di OLAH RAGA