Wartatrans.com, IRAN — Negara Iran menyatakan tidak akan ikut Turnamen Piala Dunia 2026. Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali. Dia menyatakan Team Melli tidak akan menginjakkan kaki di negara musuh dalam kondisi apa pun.
Donyamali khawatir dengan keamanan Team Melli. Itu karena seluruh pertandingan fase grup Iran yang tergabung dalam Grup G akan dimainkan di Amerika Serikat, yakni Los Angeles dan Seattle.

“Mereka (AS) telah memaksakan dua perang kepada kami dan telah membunuh ribuan rakyat. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat hadir (di Piala Dunia),” ujar Donyamali.
Keputusan tegas pemerintah Iran ini sekaligus menepis upaya diplomasi yang dibangun Presiden FIFA, Gianni Infantino. Sebelumnya, Federasi Sepak Bola AS juga menyambut baik jika Timnas Iran tetap datang untuk berkompetisi.

Namun, Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, merasa janji keamanan tersebut terdengar tidak masuk akal, mengingat eskalasi yang terus meningkat. “Siapa orang waras yang akan mengirim tim nasional mereka ke tempat seperti itu?” sentil Mehdi Taj.
Taj menganggap tidak masuk akal Piala Dunia 2026 digelar di tengah konflik. Dia juga menyoroti sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sudah mencampuri kedaulatan negara lain.
Salah satunya adalah ketika Trump mendesak Australia memberikan suaka kepada para pemain Timnas Putri Iran yang dicap pengkhianat usai tak menyanyikan lagu kebangsaan.
Di pihak lain, Trump menyatakan masa bodoh dengan situasi yang dihadapi Iran. Dia tak peduli jika Iran mundur atau main di Piala Dunia 2026.
“Saya benar-benar tidak peduli. Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga,” kata Trump dikutip dari BBC. *** (Slamet Widodo)





























