Menu ✖

Mode Gelap
Satresnarkoba Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Narkotika, Sita Sabu Seberat 10,18 Gram di Darul Makmur Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat

RAGAM

Meneladani Cahaya Buya Hamka, HSBI Gelar Bincang Sastra Islam di UNJ

badge-check


 Meneladani Cahaya Buya Hamka, HSBI Gelar Bincang Sastra Islam di UNJ Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Semangat literasi Islam kembali digaungkan melalui kegiatan “Sastra Islam Goes to Campus” yang digelar Bidang Sastra Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) bekerja sama dengan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (20/5/2026).

Mengangkat tema “Meneladani Jejak Pemikiran dan Karya Buya Hamka,” kegiatan ini menghadirkan ruang dialog budaya yang mempertemukan dunia sastra, pemikiran Islam, dan generasi muda kampus dalam satu suasana yang hangat dan reflektif.

Acara yang berlangsung di Aula Latief, Gedung Dewi Sartika Lantai 2 Kampus A UNJ itu menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya sastrawan nasional Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum., Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Pusat Dr. H. Erick Yusuf S.Sy., M.Pd., serta Director of Buya Hamka Center Abdul Hadi Hamka, M.B.A., M.Ag.

Ketua Bidang Sastra HSBI, Helvy Tiana Rosa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun kembali tradisi literasi yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebudayaan.

Menurut Helvy, sosok Buya Hamka tidak hanya penting dalam sejarah Islam Indonesia, tetapi juga dalam perkembangan sastra dan pemikiran bangsa.

“Buya Hamka bukan hanya ulama besar, tetapi juga sastrawan dan pemikir bangsa yang mampu menjadikan tulisan sebagai cahaya peradaban. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kembali semangat literasi yang mencerahkan, khususnya di lingkungan kampus,” ujar Helvy kepada peserta kegiatan.

Penulis novel Ketika Mas Gagah Pergi itu menilai generasi muda perlu lebih dekat dengan karya-karya Buya Hamka yang sarat nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan.

Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, kata Helvy, sastra tetap memiliki peran penting sebagai ruang pembentukan karakter dan kedalaman berpikir.

“Kampus harus menjadi tempat bertumbuhnya gagasan dan kebudayaan. Sastra tidak hanya bicara keindahan bahasa, tetapi juga membangun nurani dan peradaban,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut terbuka secara gratis untuk masyarakat umum sebagai bentuk komitmen HSBI memperluas akses literasi.

“Kami ingin kegiatan ini bisa diikuti mahasiswa, pelajar, pegiat literasi, dan masyarakat luas. Karena semangat membaca dan berdiskusi harus terus dihidupkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mengikuti diskusi inspiratif mengenai jejak pemikiran Buya Hamka, tetapi juga dapat mengakses koleksi buku karya ulama besar tersebut. Panitia turut menyediakan diskon khusus pembelian buku-buku Buya Hamka dari Penerbit Gema Insani.

Bagi HSBI, kegiatan ini bukan sekadar forum akademik, melainkan upaya menghadirkan kembali warisan intelektual Islam ke tengah generasi muda. Sosok Buya Hamka dipandang sebagai teladan yang berhasil memadukan agama, sastra, dan kebangsaan dalam satu jalan perjuangan yang utuh.

Melalui kegiatan ini, HSBI berharap semangat literasi Islam terus tumbuh di lingkungan kampus dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan budaya.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satresnarkoba Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Narkotika, Sita Sabu Seberat 10,18 Gram di Darul Makmur

17 Oktober 2026 - 04:50 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

APPSI Kalbar Didorong Turun ke Pasar, Lindungi Pedagang dari Premanisme dan Beban Usaha

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Konsolidasi ke Jawa Tengah, BRSN DPP PKS Perkuat Koordinasi Program Join PKS

16 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Trending di SENI BUDAYA