Wartatrans.com, JAKARTA — Semangat literasi Islam kembali digaungkan melalui kegiatan “Sastra Islam Goes to Campus” yang digelar Bidang Sastra Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) bekerja sama dengan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (20/5/2026).
Mengangkat tema “Meneladani Jejak Pemikiran dan Karya Buya Hamka,” kegiatan ini menghadirkan ruang dialog budaya yang mempertemukan dunia sastra, pemikiran Islam, dan generasi muda kampus dalam satu suasana yang hangat dan reflektif.

Acara yang berlangsung di Aula Latief, Gedung Dewi Sartika Lantai 2 Kampus A UNJ itu menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya sastrawan nasional Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum., Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Pusat Dr. H. Erick Yusuf S.Sy., M.Pd., serta Director of Buya Hamka Center Abdul Hadi Hamka, M.B.A., M.Ag.
Ketua Bidang Sastra HSBI, Helvy Tiana Rosa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun kembali tradisi literasi yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebudayaan.
Menurut Helvy, sosok Buya Hamka tidak hanya penting dalam sejarah Islam Indonesia, tetapi juga dalam perkembangan sastra dan pemikiran bangsa.
“Buya Hamka bukan hanya ulama besar, tetapi juga sastrawan dan pemikir bangsa yang mampu menjadikan tulisan sebagai cahaya peradaban. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kembali semangat literasi yang mencerahkan, khususnya di lingkungan kampus,” ujar Helvy kepada peserta kegiatan.
Penulis novel Ketika Mas Gagah Pergi itu menilai generasi muda perlu lebih dekat dengan karya-karya Buya Hamka yang sarat nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan.
Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, kata Helvy, sastra tetap memiliki peran penting sebagai ruang pembentukan karakter dan kedalaman berpikir.
“Kampus harus menjadi tempat bertumbuhnya gagasan dan kebudayaan. Sastra tidak hanya bicara keindahan bahasa, tetapi juga membangun nurani dan peradaban,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut terbuka secara gratis untuk masyarakat umum sebagai bentuk komitmen HSBI memperluas akses literasi.
“Kami ingin kegiatan ini bisa diikuti mahasiswa, pelajar, pegiat literasi, dan masyarakat luas. Karena semangat membaca dan berdiskusi harus terus dihidupkan,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mengikuti diskusi inspiratif mengenai jejak pemikiran Buya Hamka, tetapi juga dapat mengakses koleksi buku karya ulama besar tersebut. Panitia turut menyediakan diskon khusus pembelian buku-buku Buya Hamka dari Penerbit Gema Insani.
Bagi HSBI, kegiatan ini bukan sekadar forum akademik, melainkan upaya menghadirkan kembali warisan intelektual Islam ke tengah generasi muda. Sosok Buya Hamka dipandang sebagai teladan yang berhasil memadukan agama, sastra, dan kebangsaan dalam satu jalan perjuangan yang utuh.
Melalui kegiatan ini, HSBI berharap semangat literasi Islam terus tumbuh di lingkungan kampus dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan budaya.*** (PG)

























