Menu

Mode Gelap
Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan InJourney Airports Siapkan Bandara Husein jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional Siapkah Penerbangan Indonesia Terapkan Konsep Bagasi Berbasis Jumlah Koper? Laba KAI Group Naik jadi Rp2,28 Triliun pada 2025, Ditopang Efisiensi dan Kinerja Operasional KAI Hadirkan Rail Clinic di Garut, Subang, dan Bandar Lampung, Perluas Akses Layanan Kesehatan Warga Catatan Iwan Piliang: Ketika Portugal dan Spanyol Mengajarkan Arti Sepak Bola

OLAH RAGA

Final Four Proliga 2026 Digelar April, Menjadikannya Arena ‘Perang’ 8 Tim Elite Voli Indonesia 

badge-check


 Final Four Proliga 2026 Digelar April, Menjadikannya Arena ‘Perang’ 8 Tim Elite Voli Indonesia  Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Final Four Proliga 2026 akan digelar tanggal 2 sampai 26 April 2026. Laga dijadwalkan berlangsung di empat kota penyelenggara, yakni Surabaya, Solo, Semarang, dan Yogyakarta.

Ini arena ‘perang’ bagi delapan tim elite voli Indonesia pada sektor putra dan putri. Mereka akan bertempur di atas lapangan untuk memperebutkan status juara liga.

Di sektor putri, Phonska Plus (Gresik) bersaing dengan Pertamina Enduro (Jakarta). Tidak mau kalah adalah Electric PLN Mobile (Jakarta) serta Popsivo Polwan (Jakarta). Sebelumnya, mereka menyingkirkan BJB Tandamata (Bandung) dan Livin Mandiri (Jakarta) di babak penyisihan.

Tumbangnya dua tim unggulan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi tahun ini sangat seru dan tidak mudah menebak hasilnya.

Phonska Plus Pupuk Indonesia masuk Final Four sebagai pemuncak klasemen reguler. Pelatih Alessandro Lodi, menjadikan tim voli asal Gresik ini selalu bermain kolektif. Antara serangan dan pertahanan berjalan seimbang.

Pesaing terdekat adalah Pertamina Enduro. Sang juara bertahan Proliga 2025 memiliki mentalitas dan karakter serangan yang kuat. Megawati Hangestri menjadi senjata utamanya. Ia memiliki smash keras dan konsisten dalam bertanding.

Electric PLN Mobile tampil sebagai kuda hitam. Mereka impresif di laga fase akhir reguler. Dalam pertandingan hidup mati, Neriman Ozsoy dan kawan kawannya menang telak 3-0 atas Livin Mandiri. Hasil ini membuat mereka yang meraih tiket Final Four.

Di pihak lain, Popsivo Polwan mengandalkan pengalaman dan mental bertanding. Tampil buruk di awal musim, mereka bangkit di babak reguler dan bahkan menjuarai putaran kedua.

Dengan melihat peta kekuatan tersebut, banyak prediksi menyebut Phonska Plus dan Pertamina Enduro yang maju ke partai final. Keduanya memiliki peluang sama yaitu 35 persen.

Di sektor putra, tim kuat dialamatkan ke LavAni Livin Transmedia (Jakarta) dan Bhayangkara Presisi (Jakarta). Samator (Surabaya) serta Garuda Jaya (Jakarta) menjadi ‘kuda hitam’.

Keempatnya memiliki kedalaman pasukan menyerang dan bertahan yang solid serta sudah berpengalaman dalam bertanding.

LavAni, klub voli milik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diunggulkan 35 persen masuk grand final. Materi pemain yang semuanya grade A menjadikannya konsisten menang dan favorit jadi finalis.

Bhayangkara Presisi diprediksi 25 persen masuk final. Tim ini memiliki fisik prima dan permainan yang fleksibel. Di sisi lain, Samator yang berniat mengembalikan dominasi mereka di kancah voli nasional, berprediksi 20 persen masuk final. Presentasi sama untuk Garuda Jaya yang tampil mengejutkan di babak reguler

Namun dalam olahraga, yang terjadi di atas kertas dan di atas lapangan sering berbanding terbalik. Tim yang tidak diunggulkan bisa membalikkan ramalan.

Di Final Four semua tim akan saling tempur untuk meraih poin secara home and away. Dua tim teratas di klasemen akhir akan kembali bertanding memperebutkan juara pertama, yang kalah jadi runner up.

Aturan baru Proliga 2026, mengamanatkan pertandingan partai final memakai format Best of Three. Untuk jadi juara, finalis harus menang dua kali, dengan skor 2 – 0 atau 1 – 3. Tim dengan kedalaman skuad, stamina terbaik, dan mental juara akan lebih diuntungkan.

Dengan segala dinamikanya, dan bertambahnya pemain top dari luar negeri yang ikut, maka semua pertandingan dijamin berlangsung seru. Tidak salah pula, bila mayoritas pengamat dan penikmat voli menyebut Final Four sebagai arena ‘perang’ bagi delapan tim elite voli Indonesia.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Ketika Portugal dan Spanyol Mengajarkan Arti Sepak Bola

7 Juli 2026 - 09:34 WIB

Eksodus 11 Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia Picu Perdebatan soal Kualitas Timnas

7 Juli 2026 - 08:43 WIB

Lewat Car Free Day, FIFGROUP Gaungkan Kampanye “Perempuan Berperan” untuk Mendorong Kesetaraan Gender

5 Juli 2026 - 10:45 WIB

Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030

4 Juli 2026 - 15:19 WIB

Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking

4 Juli 2026 - 06:35 WIB

Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub

3 Juli 2026 - 17:24 WIB

Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

2 Juli 2026 - 21:37 WIB

Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence

1 Juli 2026 - 07:43 WIB

Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Belum Berpihak pada Transportasi Massal

30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Karena MBG Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Club 2026.

29 Juni 2026 - 15:55 WIB

Trending di OLAH RAGA