Menu

Mode Gelap
Semarak Hari Kartini, Klinik SMM BKKP Beri Layanan Kesehatan Spesial Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Integritas Melalui TWG Bertema ISO 37001 Command Center Diakhiri, ⁠Tanpa Kemacetan dan Overcapacity, Arus Logistik di Tanjung Priok Terkendali Pasca Lebaran Semarak Hari Kartini, Ratusan Petugas Whoosh Berkebaya Bagikan Hadiah kepada Penumpang KAI Dorong Lompatan Logistik Nasional, Perkuat Integrasi Rel melalui Dryport KEK Industropolis Batang Menjadi Kartini Masa Kini: Keseimbangan antara Kekuatan dan Kelembutan

RAGAM

Relawan Soroti Lambannya Penanganan Bencana di Wilayah Tengah Aceh, Desak Percepatan dan Transparansi

badge-check


 Relawan Soroti Lambannya Penanganan Bencana di Wilayah Tengah Aceh, Desak Percepatan dan Transparansi Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Aliansi Relawan Wilayah Tengah Aceh (ARA) menggelar kegiatan silaturahmi yang dibalut diskusi bertajuk “Mupakat Rakyat: Percepatan Penanganan Bencana Aceh” di Gedung Galeri Gayo Hatta Kalanami Usman Nuzuly, Lukup Badak. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus evaluasi terhadap penanganan bencana di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Puluhan relawan dari berbagai simpul yang telah bergerak sejak 27 November 2025 hadir dalam forum tersebut. Hingga kini, upaya penanganan telah memasuki kurang lebih 137 hari pasca bencana. Diskusi berlangsung secara terbuka dan demokratis, di mana peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman lapangan, masukan, serta alternatif solusi.

Sejumlah tokoh relawan hadir sebagai pemantik diskusi, di antaranya Wahyu dari IHCP, Yunadi HR selaku Koordinator ARA, serta Yan Budiyanto dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Dalam forum itu, mayoritas peserta menyuarakan harapan agar proses percepatan penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan transparan.

Yan Budiyanto secara terbuka mengungkapkan ketidakjelasan arah kebijakan pemerintah dalam penanganan bencana. “Kami di lapangan belum melihat adanya grand design yang jelas untuk pemulihan jangka panjang,” ujarnya.

Selain itu, para relawan menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur, khususnya akses transportasi utama seperti jembatan dan jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten. Mereka mendesak agar pembangunan dilakukan secara permanen guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa bencana susulan masih terus terjadi. Banjir kembali melanda sejumlah di wilayah Tengah Aceh, menyebabkan beberapa kampung terisolasi setelah jembatan darurat kembali putus. Akses melalui jalur Weh Porak menuju Bireuen juga dilaporkan lumpuh akibat hujan selama dua hari berturut-turut.

Tak hanya itu, jembatan darurat di Burlah, Kecamatan Ketol, kembali terputus diterjang banjir, mengakibatkan akses menuju empat desa terhenti total. Warga pun berharap adanya pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.

Para relawan menilai, bencana yang berulang sejak akhir 2025 hingga awal 2026 seharusnya menjadi momentum untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat, bukan sekadar memperbaiki kerusakan yang sama secara berulang.

Minimnya perencanaan besar atau grand design pasca bencana pun memunculkan pertanyaan kritis terhadap keseriusan pemerintah dalam membangun pemulihan berkelanjutan. Jika kondisi ini terus berlanjut, para relawan mengingatkan bahwa yang terjadi bukan hanya bencana alam, melainkan kegagalan tata kelola.

“Yang paling dirasakan masyarakat saat ini bukan hanya dampak banjir atau longsor, tetapi ketidakpastian,” menjadi salah satu benang merah dalam diskusi tersebut.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan halal bihalal, memperkuat solidaritas antarrelawan yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan bencana di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.*** (Jasa/Irwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak Hari Kartini, Klinik SMM BKKP Beri Layanan Kesehatan Spesial

21 April 2026 - 14:48 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Integritas Melalui TWG Bertema ISO 37001

21 April 2026 - 13:46 WIB

Command Center Diakhiri, ⁠Tanpa Kemacetan dan Overcapacity, Arus Logistik di Tanjung Priok Terkendali Pasca Lebaran

21 April 2026 - 13:38 WIB

Menjadi Kartini Masa Kini: Keseimbangan antara Kekuatan dan Kelembutan

21 April 2026 - 13:04 WIB

Sahabat Safar bersama Kidzsmile Foundation Gelar Pelatihan Psikodrama di SMK 1 Takengon

21 April 2026 - 11:30 WIB

Catatan Halimah Munawir: Catatan Kartini

21 April 2026 - 07:34 WIB

GPAB Pertanyakan Status Bencana Aceh, Soroti Pemulihan Hingga Tiga Tahun

21 April 2026 - 06:14 WIB

FORWAN 12 Tahun, Bertahan di Tengah Ujian dan Tantangan Regenerasi

21 April 2026 - 05:52 WIB

Mendagri Dorong Percepatan Rehabilitasi di Aceh Tengah dan Bener Meriah

21 April 2026 - 05:43 WIB

Tubuh Alam yang Diam-Diam Terluka

20 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di RAGAM