Menu

Mode Gelap
Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen Ramainya WNA Naik Whoosh Sepanjang 2026, Malaysia Jadi Penumpang Terbanyak HUT ke-23, KAI Services Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan dan Keamanan Pangan Lewat Sertifikasi ISO 22000 Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub

SENI BUDAYA

Dica Melo Sukses Sebagai Brand Ambassador, Kembali Dikontrak Meinl.

badge-check


 Dica Melo Sukses Sebagai Brand Ambassador, Kembali Dikontrak Meinl. Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA —-  Siapa bilang hanya drumer kondang bisa mempengaruhi calon konsumen, buktinya Dica Melo drummer belia berbakat. Sejak dikontrak menjadi brand ambassador stick drumer produk global Meinl dari Jerman dua tahun lalu, penjualan produk meningkat tajam.

“Kehadiran Dica jadi brand ambassador produk kami, pengaruh penjualan meningkat tajam. Ini yang menjadi alasan kami untuk kembali mengontrak untuk setahun kedepan,” ujar Hendra SK

Head of Marketing Communication Trimusika Grup di Lippo Mall Nusantara Jakarta. Jumat (15/4/2026)

Hendra mengakui dqqi tengah persaingan industri musik yang semakin ketat, pendekatan pemasaran pun ikut berevolusi. Tak lagi hanya mengandalkan musisi senior, sejumlah brand global kini mulai melirik talenta muda sebagai ujung tombak baru—sebuah langkah yang terbukti efektif dalam menjangkau generasi berikutnya

Langkah konkret terlihat dari keputusan memperpanjang kontrak endorsement drummer muda, Dica, oleh brand alat musik global Meinl.

Hendra menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan hasil evaluasi menyeluruh.

“Hari ini kita melakukan signing kontrak perpanjangan dari Camelo untuk endorse stick, brush, dan perkusi dari Meinl,” ujarnya.

Menurut Hendra, faktor seperti karakter, performa, hingga kedekatan dengan audiens menjadi pertimbangan utama. Sosok Dica dinilai mampu merepresentasikan generasi muda, khususnya Gen Alpha, yang kini mulai mendominasi pasar.

Perubahan strategi ini bukan tanpa alasan. Selama ini, dominasi musisi senior dinilai membatasi jangkauan pasar.

“Kalau hanya menyasar senior, yang kenal hanya generasi itu saja. Kita ingin menjangkau yang lebih muda,” jelas Hendra.

Menariknya, keputusan ini terbukti berdampak langsung pada penjualan. Kolaborasi sebelumnya dengan Dica disebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan sales—indikasi kuat bahwa pendekatan berbasis generasi muda semakin relevan di era digital.

Dalam industri yang kompetitif, memilih talent bukan sekadar popularitas. Hendra menekankan pentingnya “value” dan diferensiasi.

Salah satu strategi unik adalah menghadirkan drummer perempuan muda—segmen yang masih relatif jarang di industri musik.

“Drummer wanita itu masih sedikit, dan itu jadi nilai lebih. Kita cari yang benar-benar muda, energik, dan punya karakter kuat,” ungkapnya.

Pendekatan ini bukan hanya soal representasi, tetapi juga menciptakan identitas brand yang lebih inklusif dan segar.

Kerja sama ini juga membuka peluang jangka panjang bagi talent. Jika menunjukkan konsistensi, seorang endorser berpotensi naik ke lini produk lain dari Meinl, seperti cymbal hingga berbagai instrumen profesional lainnya.

Hal ini menjadi semacam “jalur karier” dalam dunia endorsement—di mana performa dan dedikasi dapat membuka peluang lebih besar.

Sebagai brand global, Meinl dikenal luas lewat berbagai lini produknya, antara lain:

Cymbal (simbal): Produk unggulan yang sudah menjadi top of mind di kalangan drummer

Stick drum: Dirancang dengan berbagai jenis kayu dan finishing untuk kenyamanan maksimal

Perkusi dunia: Mulai dari Latin, Afrika, hingga India

Meinl Sonic Energy: Instrumen meditasi dan sound healing seperti gong dan alat frekuensi

Menariknya, lini Sonic Energy kini menjadi sorotan. Tren sound healing yang berkembang di Indonesia membuka peluang pasar baru.

“Sonic Energy ini berkaitan dengan frekuensi, pengaruhnya ke otak, dan kesehatan. Sekarang sedang tren,” jelas Hendra.

Fenomena ini menunjukkan bahwa industri musik tidak lagi terbatas pada hiburan, tetapi juga merambah ke ranah wellness dan gaya hidup.

Di balik strategi besar ini, ada sosok Dica drummer muda yang perjalanannya terbilang singkat namun impresif.

Baru sekitar lima tahun belajar drum, Dica kini telah menjalin kerja sama hampir tiga tahun dengan brand besar.

“Perasaan aku senang banget. Aku memang sudah nyaman banget pakai stiknya,” ungkapnya.

Kesempatan ini menjadi motivasi besar baginya untuk terus berkembang.

“Aku nggak mau cepat puas. Aku akan terus latihan supaya bisa jadi drummer yang lebih baik.”

Dalam perjalanan bermusiknya, Dica mengaku terinspirasi oleh Gilang Ramadhan—salah satu drummer legendaris Indonesia.

Dari sisi teknis, ia menyoroti kenyamanan sebagai alasan utama menggunakan produk icj Meinl.

“Dulu tangan aku sering luka. Tapi sejak pakai ini, jadi lebih aman dan nyaman,” jelasnya, terutama karena kondisi tangannya yang sensitif.

Kolaborasi antara brand global dan talenta muda seperti Dica menjadi cerminan perubahan arah industri musik.

Dengan strategi yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan terhadap tren seperti Gen Alpha hingga sound healing, masa depan industri ini tampak semakin dinamis.

Satu hal yang jelas: di era sekarang, bukan hanya soal siapa yang paling lama berkarya—tetapi siapa yang paling mampu terhubung dengan generasi berikutnya.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Trending di SENI BUDAYA