Menu

Mode Gelap
ASDP Perkuat Kesiapsiagaan ABK Portlink II Hadapi Keadaan Darurat Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT FIFGROUP Raih Indonesia Best Multifinance Awards 2026 Pelindo Regional 2 Bersama BNN Jakarta Utara Dorong Pelajar SMAN 80 Jakarta Jadi Generasi Bersih Narkoba Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian Berhasil Pangkas Waktu Pergantian Kapal Menjadi 29 Menit Indonesia Luncurkan Logo Pencalonan Kembali sebagai Anggota Dewan ICAO

RAGAM

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

badge-check


 Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, PIDIE — Puluhan warga Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, nekat menyusuri kawasan hutan lindung Neubok Badeuk untuk mencari para pelaku tambang ilegal yang diduga menjadi penyebab utama banjir bandang yang kerap melanda wilayah mereka.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keputusasaan warga yang selama ini merasa kerusakan hutan di wilayah hulu terus dibiarkan, sementara dampaknya selalu dirasakan langsung oleh masyarakat di kawasan permukiman.

Sekitar 60 warga yang berasal dari Desa Pulo Mesjid dan Desa Neubok Badeuk memasuki kawasan pegunungan dengan tujuan menemukan alat berat jenis ekskavator serta mengungkap keberadaan mafia tambang ilegal yang diduga beroperasi secara tersembunyi di kawasan hutan lindung tersebut.

Warga menilai aktivitas tambang ilegal dan pembalakan liar telah merusak fungsi hutan sebagai daerah resapan air. Akibatnya, setiap kali hujan deras turun, air dari kawasan pegunungan langsung meluap ke permukiman warga dan memicu banjir bandang yang terus berulang.

“Kami sudah terlalu sering jadi korban. Hutan rusak, air langsung turun tanpa kendali,” ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pencarian tersebut.

Masyarakat Tangse mengaku lelah menghadapi bencana yang sama dari waktu ke waktu dan berharap langkah turun langsung ke hutan ini dapat menjadi upaya terakhir untuk menghentikan aktivitas perusakan lingkungan sekaligus mencegah banjir bandang kembali terjadi di wilayah mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keberadaan aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan Neubok Badeuk maupun langkah penindakan yang akan dilakukan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

31 Agustus 2026 - 17:48 WIB

FIFGROUP Raih Indonesia Best Multifinance Awards 2026

31 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Pelindo Regional 2 Bersama BNN Jakarta Utara Dorong Pelajar SMAN 80 Jakarta Jadi Generasi Bersih Narkoba

31 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian Berhasil Pangkas Waktu Pergantian Kapal Menjadi 29 Menit

31 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Gandeng Berbagai Pihak, PSM Dorong Pemulihan dan Kebangkitan Pascabencana NTT

31 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Program IPCC GEMBIRA Beri Dampak Nyata, IPCC Raih InvestorTrust CSR Awards 2026

31 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Meriahkan HUT RI, Pelindo Jasa Maritim Beri Penghargaan kepada Kelurahan Tabaringan

31 Agustus 2026 - 10:17 WIB

PNJ Bekali Pelaku Usaha Kota Depok dengan Pelatihan Basic Warehouse Operation

31 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Ada Apa Gerangan? Pemikir Revolusioner Tentang Aceh Berdiskusi dan Berekspresi di Halaman Jeda

31 Agustus 2026 - 08:08 WIB

AHY Inginkan Pimpinan Demokrat Yang Efektif Dan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat 

30 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Trending di RAGAM