Menu ✖

Mode Gelap
Berkas Perkara Eks Dosen Polinef Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka DB Masih Ditahan di Polres Fakfak Danrem 182/JO Pimpin Sertijab Dandim 1811/Teluk Wondama, Tekankan Soliditas dan Pendekatan Humanis Catatan Iwan Piliang: Ketika Sistem Tak Mampu Bekerja, Tangan Tuhan yang Akan Mengerjakan Hadapi Libur Nataru, Marine Inspector Siap Uji Petik Kapal KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat Nias Selatan Mubes IKA SMA Negeri 1 Takengon Tahun 2026, Momentum Menyatukan Alumni dan Memajukan Almamater

RAGAM

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

badge-check


 Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, PIDIE — Puluhan warga Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, nekat menyusuri kawasan hutan lindung Neubok Badeuk untuk mencari para pelaku tambang ilegal yang diduga menjadi penyebab utama banjir bandang yang kerap melanda wilayah mereka.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keputusasaan warga yang selama ini merasa kerusakan hutan di wilayah hulu terus dibiarkan, sementara dampaknya selalu dirasakan langsung oleh masyarakat di kawasan permukiman.

Sekitar 60 warga yang berasal dari Desa Pulo Mesjid dan Desa Neubok Badeuk memasuki kawasan pegunungan dengan tujuan menemukan alat berat jenis ekskavator serta mengungkap keberadaan mafia tambang ilegal yang diduga beroperasi secara tersembunyi di kawasan hutan lindung tersebut.

Warga menilai aktivitas tambang ilegal dan pembalakan liar telah merusak fungsi hutan sebagai daerah resapan air. Akibatnya, setiap kali hujan deras turun, air dari kawasan pegunungan langsung meluap ke permukiman warga dan memicu banjir bandang yang terus berulang.

“Kami sudah terlalu sering jadi korban. Hutan rusak, air langsung turun tanpa kendali,” ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pencarian tersebut.

Masyarakat Tangse mengaku lelah menghadapi bencana yang sama dari waktu ke waktu dan berharap langkah turun langsung ke hutan ini dapat menjadi upaya terakhir untuk menghentikan aktivitas perusakan lingkungan sekaligus mencegah banjir bandang kembali terjadi di wilayah mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keberadaan aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan Neubok Badeuk maupun langkah penindakan yang akan dilakukan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Berkas Perkara Eks Dosen Polinef Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka DB Masih Ditahan di Polres Fakfak

4 November 2026 - 10:07 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika Sistem Tak Mampu Bekerja, Tangan Tuhan yang Akan Mengerjakan

4 November 2026 - 07:44 WIB

Mubes IKA SMA Negeri 1 Takengon Tahun 2026, Momentum Menyatukan Alumni dan Memajukan Almamater

4 November 2026 - 03:09 WIB

DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

3 November 2026 - 21:20 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pengawasan Pemerintahan Bersama FORKABI di Cibinong, Soroti Kualitas Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah

3 November 2026 - 20:55 WIB

Sumpah Alternatif Atau Pilihan Terakhir Penyelesaian Perkara Di Masyarakat Gayo

3 November 2026 - 16:07 WIB

Tiga Academia Bikin Heboh Panggung D’Academy 8, Ari Sampang Sementara Teratas Virtual Gift

3 November 2026 - 15:48 WIB

Empat Bulan Tinggal di Hunian Senen, Sahrul: Kami Berharap Bisa Menetap Selamanya

3 November 2026 - 13:42 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Layanan Pelabuhan

3 November 2026 - 13:23 WIB

Danrem 182/JO dan Ketua Persit Kunjungi Kodim 1806/Teluk Bintuni, Tekankan Soliditas dan Profesionalisme Prajurit

3 November 2026 - 12:14 WIB

Trending di RAGAM