Menu

Mode Gelap
Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2 Pasar Mobil 2026 Melonjak 15,9%: Toyota Bertahan, BYD Tekuk Honda TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan TMI Aceh dan PT Bio Energy Rimba Tinjau Pembibitan Kopi CV A Tiga Nursery, Perkuat Program Penghijauan dan Pemberdayaan Petani Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

RAGAM

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

badge-check


 Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, PIDIE — Puluhan warga Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, nekat menyusuri kawasan hutan lindung Neubok Badeuk untuk mencari para pelaku tambang ilegal yang diduga menjadi penyebab utama banjir bandang yang kerap melanda wilayah mereka.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keputusasaan warga yang selama ini merasa kerusakan hutan di wilayah hulu terus dibiarkan, sementara dampaknya selalu dirasakan langsung oleh masyarakat di kawasan permukiman.

Sekitar 60 warga yang berasal dari Desa Pulo Mesjid dan Desa Neubok Badeuk memasuki kawasan pegunungan dengan tujuan menemukan alat berat jenis ekskavator serta mengungkap keberadaan mafia tambang ilegal yang diduga beroperasi secara tersembunyi di kawasan hutan lindung tersebut.

Warga menilai aktivitas tambang ilegal dan pembalakan liar telah merusak fungsi hutan sebagai daerah resapan air. Akibatnya, setiap kali hujan deras turun, air dari kawasan pegunungan langsung meluap ke permukiman warga dan memicu banjir bandang yang terus berulang.

“Kami sudah terlalu sering jadi korban. Hutan rusak, air langsung turun tanpa kendali,” ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pencarian tersebut.

Masyarakat Tangse mengaku lelah menghadapi bencana yang sama dari waktu ke waktu dan berharap langkah turun langsung ke hutan ini dapat menjadi upaya terakhir untuk menghentikan aktivitas perusakan lingkungan sekaligus mencegah banjir bandang kembali terjadi di wilayah mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keberadaan aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan Neubok Badeuk maupun langkah penindakan yang akan dilakukan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Serap Aspirasi Peserta DPM, Poltekpel Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Terminal Teluk Lamong dan BPD GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan

9 Juli 2026 - 06:56 WIB

Trending di ANJUNGAN