Menu

Mode Gelap
KA Batara Kresna Jadi Pilihan Wisata Akhir Pekan dari Solo ke Wonogiri, Tarif Rp4.000 KAI Wisata Gandeng Jakarta Infrastruktur Propertindo, Hadirkan Integrasi Transportasi Wisata dan Media Iklan Digital Meningkat, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 86,8 Juta pada Triwulan I 2026 Dica Melo Sukses Sebagai Brand Ambassador, Kembali Dikontrak Meinl. Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat

RAGAM

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

badge-check


 Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, PIDIE — Puluhan warga Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, nekat menyusuri kawasan hutan lindung Neubok Badeuk untuk mencari para pelaku tambang ilegal yang diduga menjadi penyebab utama banjir bandang yang kerap melanda wilayah mereka.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keputusasaan warga yang selama ini merasa kerusakan hutan di wilayah hulu terus dibiarkan, sementara dampaknya selalu dirasakan langsung oleh masyarakat di kawasan permukiman.

Sekitar 60 warga yang berasal dari Desa Pulo Mesjid dan Desa Neubok Badeuk memasuki kawasan pegunungan dengan tujuan menemukan alat berat jenis ekskavator serta mengungkap keberadaan mafia tambang ilegal yang diduga beroperasi secara tersembunyi di kawasan hutan lindung tersebut.

Warga menilai aktivitas tambang ilegal dan pembalakan liar telah merusak fungsi hutan sebagai daerah resapan air. Akibatnya, setiap kali hujan deras turun, air dari kawasan pegunungan langsung meluap ke permukiman warga dan memicu banjir bandang yang terus berulang.

“Kami sudah terlalu sering jadi korban. Hutan rusak, air langsung turun tanpa kendali,” ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pencarian tersebut.

Masyarakat Tangse mengaku lelah menghadapi bencana yang sama dari waktu ke waktu dan berharap langkah turun langsung ke hutan ini dapat menjadi upaya terakhir untuk menghentikan aktivitas perusakan lingkungan sekaligus mencegah banjir bandang kembali terjadi di wilayah mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keberadaan aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan Neubok Badeuk maupun langkah penindakan yang akan dilakukan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

SEUSAMA Gelar Halal Bihalal dan Mulai Pembangunan Balai Pengajian di Aceh Utara

16 April 2026 - 11:35 WIB

Trending di RAGAM