Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta KAI Daop 4 Semarang Obral Tiket Kereta Api dengan Tarif Khusus INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat AHY Menanggapi Penghentian Pembangunan Pusat Data AI oleh Gubernur Jabar KDM Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

PERISTIWA

Festival Lomba Mural Meriahkan Bantaran Talud Code Terban Selama Empat Hari

badge-check


 Festival Lomba Mural Meriahkan Bantaran Talud Code Terban Selama Empat Hari Perbesar

Wartatrans.com,YOGYAKARTA — Suasana bantaran Talud Code di Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kemantren Jetis Yogyakarta berubah menjadi lautan warna. Selama empat hari, mulai 22 hingga 25 November 2025, kawasan itu menjadi panggung kreativitas dalam Festival Lomba Mural yang diikuti 30 peserta dari berbagai komunitas mural Yogyakarta dan sejumlah daerah luar kota.

Meski cuaca mendung menaungi hampir seluruh rangkaian kegiatan, antusiasme peserta maupun warga tetap tinggi. Komunitas mural dari Batu Malang, Tegal, Brebes, Pemalang, Semarang, Magelang, hingga Salatiga turut memeriahkan kompetisi mural yang digelar di sepanjang dinding talud permanen Kali Code.

Peserta mural sedang asik menggores warna menjadi gambar.

Dari Kawasan Kumuh Menjadi Ruang Publik Estetis

Kawasan Terban Madani dulunya dikenal sebagai hunian kumuh kaum urban di tepi Sungai Code. Penataan lingkungan yang buruk—mulai dari sanitasi, jalur penghubung, hingga sistem pembuangan sampah—membuat kawasan ini terkesan semrawut dan tidak teratur.

Setelah dilakukan pembangunan talud permanen dan penataan hunian menjadi klaster rusun, wajah baru Terban kini terlihat jauh lebih tertata, layak huni, dan bernuansa modern. Dinding talud yang semula kusam dan penuh bekas bekesting cor telah berubah menjadi kanvas raksasa yang menghadirkan gradasi warna dan berbagai karakter mural dari para seniman.

Apresiasi Camat Gondokusuman

Camat Gondokusuman Kemantren Yogyakarta, Guritno A.P., memberikan apresiasi besar terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran mural tidak hanya memperindah kawasan, tetapi memiliki nilai sosial yang lebih luas.

“Mural bukan sekadar elemen penghias talud sungai. Di balik goresan warna itu ada pesan moral positif yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu membangun ruang publik yang lebih hidup dan edukatif,” ungkap Guritno.

Camat Gondokusuman Kemantren Yogyakarta, Guritno A.P.

Harapan Menjadi Ikon Wisata Baru

Ketua Pelaksana Festival Mural sekaligus penggagas konsep, Harjono, yang juga Ketua LPMK Yogyakarta, berharap kegiatan ini dapat menjadi pilot project dalam pengembangan ikon wisata lokal.

“Kegiatan ini kami harapkan memberi dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi ikon pariwisata baru yang mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar,” ujarnya.

Sejak festival digelar, pedagang UMKM yang berjualan makanan dan minuman merasakan peningkatan jumlah pengunjung. Masyarakat yang datang untuk menyaksikan proses pembuatan mural menjadi pasar potensial selama empat hari berlangsungnya acara.

Ruang Publik yang Semakin Hidup

Festival mural ini tidak hanya mengubah tampilan bantaran kali menjadi lebih artistik, tetapi juga memperkuat identitas Terban sebagai komunitas urban yang kreatif dan adaptif. Dengan hadirnya deretan mural baru, kawasan Talud Code kini berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata alternatif yang memadukan seni, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

13 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta

13 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Madam Kin Gaspol Bisnis Film, Buka MKP Production di Pekanbaru

13 Oktober 2026 - 09:41 WIB

FORWAN dan Kementerian Kebudayaan RI Dorong Musik Dangdut Diakui UNESCO

13 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Trending di PERISTIWA