Menu

Mode Gelap
KAI Layani 622 Ribu Pelanggan dalam Tiga Hari Awal Libur Panjang Imlek 2026 KAI Services Latih Prama Prami Tingkatkan Pelayanan dan Penjualan Jelang Angkutan Lebaran DJPU Tingkatkan Penguatan Keamanan Penerbangan Perintis di Papua Libur Imlek dan Jelang Ramadan, Volume Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Meningkat Promo Tiket Whoosh Momen Libur Panjang Terus Diserbu, Volume Penumpang Meningkat Hingga 25 Persen MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

ANJUNGAN

Indonesia–Inggris Tingkatkan Keamanan Siber Maritim

badge-check


 Dirjen Hubla dan Perwakilan Inggris Perbesar

Dirjen Hubla dan Perwakilan Inggris

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menggelar Workshop Developing Cyber Standards for Maritime Operations yang diikuti perwakilan instansi pemerintah dari Kementerian Perhubungan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) operator kapal, operator fasilitas pelabuhan dan Recognized Security (RSO) di Jakarta, 28-30 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kerja sama antara Kedutaan Besar Inggris dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk menerapkan MoU tentang Kerja Sama di Bidang Keamanan Maritim, khususnya di bidang siber.

“Selain kerja sama bilateral yang telah berlangsung lama di bidang keamanan maritim, Indonesia dan Inggris sebagai negara anggota International Maritime Organization (IMO), senantiasa berkolaborasi untuk mewujudkan tujuan utama organisasi IMO, yaitu meningkatkan keselamatan dan keamanan maritim, serta kualitas lingkungan maritim dengan meningkatkan kemampuan SDM maritim,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud saat membuka Workshop, Rabu (28/1/2026).

Dengan demikian, tercipta kondisi pelayaran yang aman, nyaman dengan didukung peralatan yang menggunakan teknologi canggih untuk mempermudah pengoperasian sistem digital pada kapal, dan fasilitas pelabuhan serta pengawasan oleh pihak pemerintah.

Dalam pemanfaatan teknologi yang canggih tersebut, kata Dirjen Masyhud, maka diperlukan peningkatan informasi dan pengetahuan yang mumpuni dari para stakeholder maritim dalam mencegah dampak negatif dari kecanggihan teknologi tersebut, salah satunya adalah serangan siber.

“Saya yakin bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat maritim di Indonesia akan menjadi salah satu kunci dalam membangun ketahanan siber yang kuat di bidang maritim,” tuturnya.

Workshop ini bertujuan mengembangkan panduan keamanan siber yang akan memperkuat kemampuan sektor maritim serta mentransfer ilmu berdasarkan praktik intrenasional ke dalam prosedur operasional yang disuaikan dengan kebutuhan maritim Indonesia.

Turut hadir Kepala Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta Mrs. Camilla Macdonald, Kepala Program Siber Indo Pasifik Mr. Neil Best, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas.

Hadir juga Direktur Keamanan Siber dan Sandi TIK, Media dan Transportasi BSSN Nur Ahmadi Salmawan, Direktur KPLP Capt. Hendri Ginting serta menghadirkan narasumber dari Plymouth University. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Libur Imlek, Arus Penyeberangan Sumatera-Jawa-Bali Melesat

16 Februari 2026 - 09:09 WIB

Kemenhub dan BRIN Dorong SBNP Berbasis Digital Melalui Smart Buoy

15 Februari 2026 - 13:01 WIB

IPC TPK Catat Kinerja Positif Bongkar Muat di Awal Tahun 2026

15 Februari 2026 - 08:25 WIB

Ditjen Hubla Revalidasi 30 Auditor ISPS Code

14 Februari 2026 - 06:24 WIB

Kinerja Pelabuhan Awal 2026 Menggeliat, Arus Barang dan Peti Kemas Naik

13 Februari 2026 - 23:41 WIB

Trending di ANJUNGAN