Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

ANJUNGAN

Libur Imlek, Arus Penyeberangan Sumatera-Jawa-Bali Melesat

badge-check


 Penumpang kapal penyeberangan Perbesar

Penumpang kapal penyeberangan

Wartatrans.com, JAKARTA – Libur panjang Imlek 2026 kembali menggerakkan mobilitas masyarakat antarwilayah. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat produksi layanan penyeberangan seiring tingginya minat masyarakat memanfaatkan momentum libur panjang untuk bepergian, khususnya pada lintasan utama Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali melesat.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, peningkatan trafik ini mencerminkan semakin aktifnya pergerakan masyarakat selama periode libur.

“Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi gambaran nyata meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. Karena itu, ASDP memastikan kesiapan operasional berjalan optimal agar potensi kepadatan di pelabuhan dapat diminimalkan,” tutur Heru, Ahad (15/2/2026).

Data kumulatif Sabtu (14/2) menunjukkan arus penyeberangan dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak mengalami lonjakan signifikan.

Total penumpang mencapai 39.593 orang atau naik 36,2 persen dibandingkan Jumat (13/02), dengan volume kendaraan mencapai 10.750 unit atau meningkat 33,9 persen.

Sebaliknya, pergerakan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni relatif stabil.

Jumlah penumpang tercatat 28.611 orang atau turun tipis 1,1 persen, sementara kendaraan mencapai 7.561 unit atau turun 1,8 persen dibandingkan hari sebelumnya.

“Pola ini menunjukkan arus masyarakat lebih dominan menuju Sumatera pada awal periode libur panjang,” ungkapnya.

Dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat 21.069 penumpang atau naik 6,8 persen, dengan jumlah kendaraan mencapai 6.361 unit atau meningkat 6,4 persen.

Sementara itu, pergerakan dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang mencatat 20.638 penumpang atau tumbuh 18,3 persen, dengan 5.518 kendaraan atau naik 4 persen.

Kenaikan dua arah ini menunjukkan meningkatnya aktivitas perjalanan di kawasan Jawa–Bali.

Waspada Cuaca Ekstrem

Cuaca memang tak dapat dikendalikan, namun kesiapsiagaan selalu bisa diperkuat. Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan, khususnya di lintas utama Sumatera–Jawa–Bali, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale mengatakan, pihaknya terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan serta seluruh pemangku kepentingan.

“Keselamatan pengguna jasa tetap menjadi fokus utama sehingga operasional disesuaikan dengan kondisi cuaca tanpa mengorbankan aspek keamanan layanan,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG periode 15–18 Februari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada puncak musim hujan yang dipengaruhi penguatan Monsun Asia serta dinamika atmosfer di wilayah selatan Indonesia.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas hujan, kecepatan angin, dan tinggi gelombang di sejumlah perairan strategis jalur penyeberangan.

BMKG memprakirakan kecepatan angin di perairan Selat Sunda, Laut Jawa, hingga Selat Bali berkisar 8–20 knot, dengan hembusan angin sesekali mencapai 20–25 knot.

Sementara itu, tinggi gelombang signifikan berada pada kisaran 0,5 hingga 2,0 meter dan dapat meningkat secara fluktuatif mengikuti perkembangan cuaca harian.

Windy menambahkan,  kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa faktor alam memiliki peran signifikan dalam operasional penyeberangan, sehingga kesiapan operator dan perencanaan perjalanan masyarakat menjadi kunci terciptanya perjalanan yang aman.

ASDP juga memberikan fleksibilitas perjalanan melalui kebijakan refund sebesar 25 persen serta layanan reschedule dengan biaya 10 persen, sehingga pengguna jasa dapat menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi cuaca.

“Dengan kesiapan operasional dan layanan yang terus diperkuat, ASDP berkomitmen memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan andal hingga tiba di tujuan,” tutup Windy. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

Trending di ANJUNGAN