Menu ✖

Mode Gelap
Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

ANJUNGAN

IPC IPC TPK Panjang Tingkatkan Efisiensi Ekspor Melalui Sinergi Layanan Depo Petikemas

badge-check


 IPC IPC TPK Panjang Tingkatkan Efisiensi Ekspor Melalui Sinergi Layanan Depo Petikemas Perbesar

Wartatrans.com, BANDAR LAMPUNG– IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat layanan logistik di wilayah Lampung melalui pengoperasian depo petikemas di kawasan Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, bersama PT Citra Prima Container sebagai mitra strategis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya IPC TPK dalam meningkatkan kualitas layanan pendukung terminal petikemas sekaligus memperlancar arus barang ekspor dan impor di wilayah tersebut.

Depo petikemas seluas 10.000 m2 merupakan salah satu fasilitas pendukung terminal yang berperan penting dalam memudahkan pengguna jasa melakukan pengiriman barang menggunakan petikemas. Kehadiran depo yang terintegrasi dengan terminal petikemas dalam satu kawasan diharapkan dapat mempercepat proses logistik, mulai dari penyiapan petikemas kosong (empty container), hingga pengiriman barang ke kapal.

Manager IPC TPK Area Panjang, Anang Subagyono, mengatakan kolaborasi layanan depo petikemas ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem logistik di Pelabuhan Panjang. Melalui sinergi dengan PT Citra Prima Container sebagai pengelola depo, IPC TPK mendukung ketersediaan petikemas kosong (empty container) bagi kebutuhan ekspor yang terus meningkat. Integrasi layanan antara terminal petikemas dan depo dalam satu kawasan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang serta memberikan kemudahan bagi pengguna jasa.

Melalui sinergi layanan antara terminal petikemas yang dikelola IPC TPK dan depo petikemas yang dioperasikan oleh mitra, kami berupaya menghadirkan ekosistem logistik yang lebih terintegrasi di Pelabuhan Panjang. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung kelancaran distribusi petikemas kosong untuk kebutuhan ekspor, sehingga pengguna jasa dapat memperoleh layanan logistik yang lebih efisien dan tepat waktu,” ujar Anang Subagyono, Manager IPC TPK Area Panjang.

Seiring tingginya aktivitas perdagangan melalui Pelabuhan Panjang, kebutuhan terhadap layanan logistik yang terintegrasi juga terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai ekspor Lampung pada Januari–Maret 2026 mencapai US$1,38 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan fasilitas logistik, termasuk depo petikemas yang terintegrasi dengan terminal, guna mempercepat arus barang dan meningkatkan efisiensi layanan bagi pengguna jasa.

Kehadiran depo petikemas ini diharapkan menjadi solusi konkret di tengah tren kenaikan komoditas ekspor di wilayah Panjang dan sekitarnya. Dengan proses distribusi empty container yang lebih memangkas waktu operasional, para eksportir kini dapat mengoptimalkan kapasitas pengiriman mereka. Kemudahan mengakses petikemas kosong yang siap digunakan diyakini akan menjadi stimulus kuat dalam mendorong peningkatan volume ekspor komoditas unggulan daerah ke pasar global.

Langkah strategis ini juga menjadi wujud nyata dari komitmen bersama kedua perusahaan dalam mendukung kelancaran logistik nasional. Integrasi layanan antara terminal dan depo petikemas yang efisien akan meminimalkan hambatan operasional di lapangan. Pada akhirnya, penguatan rantai pasok (supply chain) ini tidak hanya meningkatkan daya saing Pelabuhan Panjang, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih besar bagi wilayah sekitarnya.

“Kolaborasi layanan depo petikemas di kawasan Pelabuhan Panjang ini merupakan bentuk sinergi antar pelaku logistik untuk memperkuat konektivitas dan memberikan kemudahan bagi pengguna jasa. Dengan integrasi layanan antara terminal petikemas dan depo, diharapkan proses logistik menjadi lebih efisien serta mampu mendukung upaya penurunan biaya logistik,” tutup Anang.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

ASDP Nyatakan Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

6 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trending di RAGAM