Menu

Mode Gelap
Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu

ANJUNGAN

IPCC Tancap Gas di Awal 2026, Dua Kapal Internasional Perdana Berhasil Dilayani Sekaligus

badge-check


 Foto istimewa/IPCC Perbesar

Foto istimewa/IPCC

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) sebagai operator Terminal Kendaraan yang berada dibawah pengelolaan Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) kembali menunjukkan keandalannya dalam melayani sandar kapal internasional secara bersamaan di IPCC Branch Jakarta.

Dua mother vessel (MV) tersebut adalah MV Glovis Clipper dengan LOA 200 Meter, lebar 32,3 Meter dan kapasitas maksimal 6.500 unit CBU serta MV Kariyushi Leader (NYK Line) dengan LOA 179 Meter, lebar 32,2 Meter dan kapasitas maksimal 5.000 unit CBU yang menegaskan kesiapan IPCC dalam mengelola berthing windows dan unlocking berth capacity dengan mengoptimalkan dermaga IPCC sehingga dapat memperlancar arus logistik.

Tercatat MV Glovis Clipper yang berasal dari Casablanca, Maroko lebih dulu sandar pada 2 Februari 2026 dengan rencana kargo muat 2.308 unit CBU untuk diekspor dan rencana keberangkatan dari dermaga IPCC pada 3 Februari 2026. MV Kariyushi Leader yang sandar pada 3 Februari 2026 dari Laem Chabang, Thailand dengan detail manifest bongkar masing-masing 1 kargo alat berat dan general cargo, sedangkan untuk kargo muat/ekspor sebanyak 2.519 unit kargo yang terdiri dari 2.510 unit CBU, dan 9 unit alat berat yang direncanakan akan bertolak dari pada Rabu, 4 Februari 2026 dari dermaga IPCC.

Hal ini menunjukkan keunggulan IPCC dalam melakukan layanan operasional yang handal dimana cukup dengan 1×24 Jam dapat menyelesaikan bongkar muat kargo pada kedua MV tersebut. Pelayanan operasional IPCC ditunjang dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan tim operasional IPCC dan juga atas kolaborasi antara IPCC dengan Stakeholder di wilayah Pelabuhan khususnya Bea Cukai dan KSOP untuk dapat mengoptimalkan sandar diluar kawasan.

Keberhasilan IPCC dalam melakukan penyandaran 2 kapal secara bersamaan tidak lepas dari pemanfaatan sistem operasional terminal berbasis digital (PTOS-C) guna memastikan ketepatan waktu, akurasi layanan dan kemanaan kargo secara realtime.

Selain itu penyandaran dua kapal dengan karakteristik dan volume muatan yang besar dalam waktu bersamaan ini mencerminkan kesiapan infrastruktur IPCC serta kompetensi sumber daya manusia dalam mengelola kompleksitas operasional terminal kendaraan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas internal terminal serta meminimalkan potensi bottleneck operasional serta memperpendek port stay.

Manajemen IPCC menegaskan bahwa implementasi Unlocking Berth Capacity tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas fisik, tetapi juga pada penguatan sistem, prosedur, dan sinergi dengan para pemangku kepentingan, termasuk KSOP, Bea Cukai, serta mitra usaha.

“IPCC berkomitmen untuk mendorong implementasi service excellent dengan campaign “zero defect, zero accident and safety starts with me” di lingkungan kerja serta mengimplementasikan perusahaan yang berkelanjutan baik dari sisi operasional maupun dari sisi SDM yang berorientasi pada green dan smart port” ucap Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC.

Melalui pendekatan tersebut, IPCC berupaya memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pengguna jasa sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok industri otomotif nasional. Ke depan, IPCC akan terus mendorong inovasi layanan dan optimalisasi aset terminal guna menjawab dinamika kebutuhan logistik kendaraan, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Langkah ini sejalan dengan komitmen IPCC sebagai bagian dari Subholding Pelindo Multi Terminal dalam memperkuat peran Indonesia sebagai gerbang maritim dan pusat distribusi kendaraan di kawasan regional.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Pascagempa 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Beroperasi Kembali

2 April 2026 - 19:25 WIB

Gempa Bitung dan Ternate, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Aman Terkendali

2 April 2026 - 18:41 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

KSOP Muara Angke Catat Keberhasilan Angkutan Laut Lebaran 2026, Lebih dari 27 Ribu Penumpang Terlayani

2 April 2026 - 17:12 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

Trending di RAGAM