Wartatrans.com, BENER MERIAH – Ruas Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe hingga saat ini masih rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan, akibat kerusakan jalan pascabanjir dan longsor yang belum ditangani maksimal.
Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyoroti lambannya penanganan kerusakan ruas Jalan Takengon–Krueng Geukeuh (eks Jalan KKA) dan Jalan Takengon–Bireuen yang hingga kini belum diperbaiki maksimal beberapa bulan setelah banjir dan longsor melanda wilayah tersebut.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyebut kondisi jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan karena terdapat banyak titik longsor serta badan jalan yang amblas.

“Jalan KKA ini merupakan urat nadi utama masyarakat Gayo. Tapi sampai hari ini penanganannya terkesan lamban. Kita pertanyakan keseriusan PUPR Aceh, begitu juga dengan jalan Takengon–Bireuen,” ujar Dahlan.
Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalan alternatif melalui Simpang Werlah – Simpang Lancang – Kampung Bener Meriah – Wih Porak hingga tembus kembali ke jalan utama.
Jalan alternatif tersebut dapat dilalui sepeda motor, sementara mobil masih bisa melintas namun cukup sulit karena kondisi jalan masih berupa tanah dan sangat licin saat hujan. Selain itu, terdapat jembatan darurat yang mengharuskan kendaraan antre saat melintas.
Saat hujan turun, kondisi jalan semakin berbahaya karena jalan menjadi licin dan arus air deras kerap melewati badan jalan akibat longsoran yang membawa material pasir dan batu.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi utama masyarakat bisa kembali normal dan aman dilalui, serta dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.*** (Kamaruzzaman)





























