Menu

Mode Gelap
Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe Masih Rawan Kecelakaan Saat Musim Hujan Peluncuran Buku Karya L K Ara di PDS HB Jassin Berlangsung Khidmat dan Penuh Energi Sastra Menhub Dudy Pastikan Kelancaran Arus Balik Penyeberangan Sumatera-Jawa di Pelabuhan Bakauheni Ayo Segera Manfaatkan Diskon Tiket Kapal PELNI, Kuota Sisa 7,5 Persen! 651 Ribu Penumpang dan 169 Ribu Kendaraan Menuju Jawa, Arus Balik Bakauheni-Merak Lancar Terkendali Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berikan Pengamanan dan Pelayanan Wisatawan di Dermaga Kali Adem Berjalan Lancar dan Kondusif

Uncategorized

Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe Masih Rawan Kecelakaan Saat Musim Hujan

badge-check


 Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe Masih Rawan Kecelakaan Saat Musim Hujan Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH – Ruas Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe hingga saat ini masih rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan, akibat kerusakan jalan pascabanjir dan longsor yang belum ditangani maksimal.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyoroti lambannya penanganan kerusakan ruas Jalan Takengon–Krueng Geukeuh (eks Jalan KKA) dan Jalan Takengon–Bireuen yang hingga kini belum diperbaiki maksimal beberapa bulan setelah banjir dan longsor melanda wilayah tersebut.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyebut kondisi jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan karena terdapat banyak titik longsor serta badan jalan yang amblas.

“Jalan KKA ini merupakan urat nadi utama masyarakat Gayo. Tapi sampai hari ini penanganannya terkesan lamban. Kita pertanyakan keseriusan PUPR Aceh, begitu juga dengan jalan Takengon–Bireuen,” ujar Dahlan.

Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalan alternatif melalui Simpang Werlah – Simpang Lancang – Kampung Bener Meriah – Wih Porak hingga tembus kembali ke jalan utama.

Jalan alternatif tersebut dapat dilalui sepeda motor, sementara mobil masih bisa melintas namun cukup sulit karena kondisi jalan masih berupa tanah dan sangat licin saat hujan. Selain itu, terdapat jembatan darurat yang mengharuskan kendaraan antre saat melintas.

Saat hujan turun, kondisi jalan semakin berbahaya karena jalan menjadi licin dan arus air deras kerap melewati badan jalan akibat longsoran yang membawa material pasir dan batu.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi utama masyarakat bisa kembali normal dan aman dilalui, serta dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Kelancaran Arus Balik Penyeberangan Sumatera-Jawa di Pelabuhan Bakauheni

28 Maret 2026 - 20:13 WIB

Pemprov Jateng Sukses Adakan Program Mudik dan Balik Rantau Gratis pada Lebaran 2026.

28 Maret 2026 - 16:43 WIB

Kemenhub Minta Pemudik Lebaran Atur Waktu Perjalanan Jelang Puncak Arus Balik

27 Maret 2026 - 19:25 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Tol Trans Jawa, One Way dari KM 132 hingga KM 70 Diberlakukan

27 Maret 2026 - 14:28 WIB

KPLP Hadir di Pelayaran Rakyat, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjung Priok Kerahkan KN.Golok-P.206 Amankan Arus Balik di Sebesi – Kalianda Lampung.

27 Maret 2026 - 08:26 WIB

Kemenhub Matangkan Strategi Hadapi Puncak Arus Balik di Lintas Ketapang-Gilimanuk

27 Maret 2026 - 07:00 WIB

Update Angleb 2026: Lebih 13 Juta Orang Gunakan Commuter Line di Wilayah Jabodetabek, Merak dan Sekitarnya

26 Maret 2026 - 18:26 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Adakan Halalbihalal Sekaligus Konsolidasi Birokrasi

26 Maret 2026 - 14:55 WIB

Catatan Halimah Munawir: Mangga Persahabatan di Kairo

26 Maret 2026 - 10:09 WIB

Menhub Dudy: Hingga H+3 Lebaran, Kenaikan Jumlah Penumpang Angkutan Umum 11,11%

25 Maret 2026 - 21:58 WIB

Trending di JALUR