Menu

Mode Gelap
Peduli Kesehatan Masyarakat, Pelindo dan IHC Gelar Pemeriksaan Gratis bagi Balita dan Lansia BKKP Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT Kemenhub Gelar Pelatihan ICAO GSI Angkatan KE-2 Bagi 16 Inspektur Penerbangan 6 Negara Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe Bantu Korban Gempa NTT, Kemenhub Lepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla di Kalimantan terhadap Operasional Penerbangan

Uncategorized

Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe Masih Rawan Kecelakaan Saat Musim Hujan

badge-check


 Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe Masih Rawan Kecelakaan Saat Musim Hujan Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH – Ruas Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe hingga saat ini masih rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan, akibat kerusakan jalan pascabanjir dan longsor yang belum ditangani maksimal.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyoroti lambannya penanganan kerusakan ruas Jalan Takengon–Krueng Geukeuh (eks Jalan KKA) dan Jalan Takengon–Bireuen yang hingga kini belum diperbaiki maksimal beberapa bulan setelah banjir dan longsor melanda wilayah tersebut.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyebut kondisi jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan karena terdapat banyak titik longsor serta badan jalan yang amblas.

“Jalan KKA ini merupakan urat nadi utama masyarakat Gayo. Tapi sampai hari ini penanganannya terkesan lamban. Kita pertanyakan keseriusan PUPR Aceh, begitu juga dengan jalan Takengon–Bireuen,” ujar Dahlan.

Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalan alternatif melalui Simpang Werlah – Simpang Lancang – Kampung Bener Meriah – Wih Porak hingga tembus kembali ke jalan utama.

Jalan alternatif tersebut dapat dilalui sepeda motor, sementara mobil masih bisa melintas namun cukup sulit karena kondisi jalan masih berupa tanah dan sangat licin saat hujan. Selain itu, terdapat jembatan darurat yang mengharuskan kendaraan antre saat melintas.

Saat hujan turun, kondisi jalan semakin berbahaya karena jalan menjadi licin dan arus air deras kerap melewati badan jalan akibat longsoran yang membawa material pasir dan batu.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi utama masyarakat bisa kembali normal dan aman dilalui, serta dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

20 Agustus 2026 - 20:24 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Cashback SPayLater selama Bulan Agustus 2026

20 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Bantu Penanganan Pascagempa NTT, Ditjen Hubdat Optimalkan Angkutan Penyeberangan

19 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Perpres Ojol Masuk Tahap Final, Aturan Tarif hingga Pengantaran Barang dan Makanan Segera Terbit

18 Agustus 2026 - 20:36 WIB

FIFGROUP Dukung Lintangnusa Kibarkan Merah Putih dan Bawa Semangat Optimisme

18 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Menata Ulang Konektivitas Jawa–Sumatera: Urgensi UU Sistranas

18 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

18 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Trending di JALUR