Menu ✖

Mode Gelap
Menteri Agama hingga Pimpinan Pesantren Bakal Tampil di Festival Sarung dan Peci Santri 2026 Indonesia–India Luncurkan Koridor Kreatif Berbasis AI, Bidik Pasar Global IPCC Catat Laba Bersih Rp177,18 Miliar hingga Kuartal III 2026, Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Penumpang dan Awak Pesawat Selamat KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada

Uncategorized

Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe Masih Rawan Kecelakaan Saat Musim Hujan

badge-check


 Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe Masih Rawan Kecelakaan Saat Musim Hujan Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH – Ruas Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe hingga saat ini masih rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan, akibat kerusakan jalan pascabanjir dan longsor yang belum ditangani maksimal.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyoroti lambannya penanganan kerusakan ruas Jalan Takengon–Krueng Geukeuh (eks Jalan KKA) dan Jalan Takengon–Bireuen yang hingga kini belum diperbaiki maksimal beberapa bulan setelah banjir dan longsor melanda wilayah tersebut.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyebut kondisi jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan karena terdapat banyak titik longsor serta badan jalan yang amblas.

“Jalan KKA ini merupakan urat nadi utama masyarakat Gayo. Tapi sampai hari ini penanganannya terkesan lamban. Kita pertanyakan keseriusan PUPR Aceh, begitu juga dengan jalan Takengon–Bireuen,” ujar Dahlan.

Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalan alternatif melalui Simpang Werlah – Simpang Lancang – Kampung Bener Meriah – Wih Porak hingga tembus kembali ke jalan utama.

Jalan alternatif tersebut dapat dilalui sepeda motor, sementara mobil masih bisa melintas namun cukup sulit karena kondisi jalan masih berupa tanah dan sangat licin saat hujan. Selain itu, terdapat jembatan darurat yang mengharuskan kendaraan antre saat melintas.

Saat hujan turun, kondisi jalan semakin berbahaya karena jalan menjadi licin dan arus air deras kerap melewati badan jalan akibat longsoran yang membawa material pasir dan batu.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi utama masyarakat bisa kembali normal dan aman dilalui, serta dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Demonstrasi AMSR di Semarang Disertai Aksi Vandalisme

23 Oktober 2026 - 10:17 WIB

CSR Bank BJB Biayai 3 Halte Transjakarta di Jatiasih

23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

DAMRI Uji Coba Bus Listrik di Kota Serang, Dukung Transportasi Publik Berkelanjutan

23 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Hingga September, Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Jakarta Tembus 368,4 Juta

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

20 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

20 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Raperda Jatim Kejar Integrasi Angkutan Umum

19 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Kecelakaan Hiace vs Truk di Tol Ngawi-Kertosono KM 616 A, Jasa Raharja Jamin Asuransi Seluruh Korban

19 Oktober 2026 - 15:40 WIB

DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM

19 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Trending di JALUR