Menu

Mode Gelap
Abu Mudi: Hidupkan Pengajian hingga ke Desa-desa KAI Layani 554.407 Pelanggan Selama Tiga Hari Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus KAI Commuter Amankan Terduga Pelaku Pencurian Kabel Rel di Tanah Abang Ada Pekerjaan Perbaikan Geometri Jalan Rel, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Pengguna Jalan Hindari JPL 14 dan Gunakan Jalur Alternatif Kartunis Imam Yunni Akan Meriahkan Pameran JAKARTUN Itab Purnama Diserbu 93 Ribu Komentar Usai Tampil di Band Academy Indosiar

Uncategorized

Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe Masih Rawan Kecelakaan Saat Musim Hujan

badge-check


 Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe Masih Rawan Kecelakaan Saat Musim Hujan Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH – Ruas Jalan Takengon–Bireuen dan Bener Meriah–Lhokseumawe hingga saat ini masih rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan, akibat kerusakan jalan pascabanjir dan longsor yang belum ditangani maksimal.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyoroti lambannya penanganan kerusakan ruas Jalan Takengon–Krueng Geukeuh (eks Jalan KKA) dan Jalan Takengon–Bireuen yang hingga kini belum diperbaiki maksimal beberapa bulan setelah banjir dan longsor melanda wilayah tersebut.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyebut kondisi jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan karena terdapat banyak titik longsor serta badan jalan yang amblas.

“Jalan KKA ini merupakan urat nadi utama masyarakat Gayo. Tapi sampai hari ini penanganannya terkesan lamban. Kita pertanyakan keseriusan PUPR Aceh, begitu juga dengan jalan Takengon–Bireuen,” ujar Dahlan.

Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalan alternatif melalui Simpang Werlah – Simpang Lancang – Kampung Bener Meriah – Wih Porak hingga tembus kembali ke jalan utama.

Jalan alternatif tersebut dapat dilalui sepeda motor, sementara mobil masih bisa melintas namun cukup sulit karena kondisi jalan masih berupa tanah dan sangat licin saat hujan. Selain itu, terdapat jembatan darurat yang mengharuskan kendaraan antre saat melintas.

Saat hujan turun, kondisi jalan semakin berbahaya karena jalan menjadi licin dan arus air deras kerap melewati badan jalan akibat longsoran yang membawa material pasir dan batu.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi utama masyarakat bisa kembali normal dan aman dilalui, serta dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kartunis Imam Yunni Akan Meriahkan Pameran JAKARTUN

16 Mei 2026 - 19:50 WIB

Tim G-PEAT Pertanian UNRI Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Internasional Malaysia

16 Mei 2026 - 16:54 WIB

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Ditjen Hubdat Ramp Check 55 Bus di Rest Area Bogor

16 Mei 2026 - 13:49 WIB

Babak Penyisihan SBY Cup 2026 Berakhir Seru, Siapa Semi Finalis?

16 Mei 2026 - 07:21 WIB

UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat di SMK Taruna Bhakti, Dorong Siswa Jadi Influencer Budaya Lokal

15 Mei 2026 - 13:06 WIB

Diundang Wapres dan Tawaran Beasiswa ke China Buat Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar

15 Mei 2026 - 11:25 WIB

Catatan H. Erick Teguh M: Sarapan Pagi di Capitol Kopitiam, Kuala Lumpur

14 Mei 2026 - 10:39 WIB

Forum Kritik Seni Jakarta Soroti Tantangan Kritik Seni di Era Digital

13 Mei 2026 - 14:22 WIB

Sambut Long Weekend, DAMRI Siapkan Lebih dari 50 Ribu Kursi AKAP dan Beragam Kemudahan Pemesanan Tiket

13 Mei 2026 - 14:05 WIB

Kemenhub Uji Coba Terbatas ETLE Kendaraan ODOL

13 Mei 2026 - 09:59 WIB

Trending di JALUR